Pernahkah Teman Setia mengalami pilek yang tidak kunjung sembuh hingga berminggu-minggu? Hidung terasa terus tersumbat, kepala semakin berat, bahkan ingus berubah menjadi kuning atau kehijauan. Banyak orang menganggap kondisi tersebut hanyalah flu biasa yang membutuhkan waktu lebih lama untuk pulih. Padahal, jika dibiarkan tanpa penanganan yang tepat, keluhan itu bisa menjadi tanda adanya sinusitis, yaitu peradangan pada rongga sinus yang memerlukan pemeriksaan dan pengobatan dari tenaga medis.
NGOBRAS kali ini DJ Gita Nugraha bersama dr. Zahroh Zuliana Azizah, Sp.THT-KL dari RSIA Hermina Mutiara Bunda Salatiga membahas isinusitis bukan sekadar pilek berkepanjangan, melainkan kondisi yang dapat menurunkan kualitas hidup bahkan memicu komplikasi apabila tidak ditangani dengan baik.
Apa Itu Sinus dan Mengapa Bisa Mengalami Sinusitis?
Sebelum memahami sinusitis, ada baiknya mengenal terlebih dahulu apa itu sinus. Sinus merupakan rongga-rongga kecil yang berada di sekitar wajah, seperti di bagian pipi, dahi, dan belakang mata. Rongga tersebut dilapisi selaput lendir yang terus memproduksi cairan agar tetap lembap dan bersih. Cairan itu kemudian dialirkan keluar melalui saluran kecil menuju rongga hidung.
Selain membantu menjaga kelembapan saluran napas, sinus juga berperan dalam menghasilkan resonansi suara. Tidak heran jika saat hidung tersumbat, suara seseorang terdengar sengau atau “bindeng”. Dalam kondisi normal, rongga sinus berisi udara. Namun ketika salurannya tersumbat dan dipenuhi cairan, kuman dapat berkembang biak sehingga menyebabkan infeksi.
Sinusitis terjadi ketika saluran tersebut tersumbat sehingga cairan tidak dapat keluar dengan baik. Lama-kelamaan cairan menumpuk dan menjadi tempat berkembangnya bakteri maupun mikroorganisme lain. Ketika infeksi terjadi, tubuh akan memunculkan reaksi peradangan yang menimbulkan berbagai keluhan seperti pilek berkepanjangan, nyeri wajah, hingga sakit kepala.
Apa Penyebab Sinus?
Banyak orang mengira penyebab sinusitis hanya karena flu. Padahal, penyebabnya jauh lebih beragam, Teman Setia. Menurut dr. Zahroh Zuliana Azizah, secara umum sinusitis dapat dipicu oleh dua hal, yaitu rhinosinusitis dan odontogen.
Rhinosinusitis merupakan peradangan yang bermula dari rongga hidung. Ketika jaringan di dalam hidung membengkak akibat alergi, paparan debu, asap rokok, maupun polusi udara maka saluran penghubung menuju rongga sinus dapat tertutup. Akibatnya, cairan yang seharusnya mengalir keluar justru menumpuk di dalam rongga sinus dan meningkatkan risiko terjadinya infeksi.
Sementara itu, penyebab lain yang sering luput dari perhatian adalah odontogen, yaitu infeksi yang berasal dari gigi. Gigi geraham atas memiliki letak yang sangat dekat dengan rongga sinus di bagian pipi. Karena itu, gigi berlubang, infeksi pada akar gigi, maupun penumpukan plak dapat memicu peradangan yang kemudian menyebar ke rongga sinus. Itulah sebabnya, pada beberapa kasus, dokter THT juga dapat menyarankan pasien menjalani pemeriksaan gigi untuk memastikan apakah terdapat sumber infeksi dari rongga mulut.
Tidak Semua Pilek Adalah Sinusitis, Kenali Gejalanya
Banyak orang mengira semua pilek yang berlangsung lama pasti merupakan sinusitis. Padahal, pilek akibat flu umumnya akan membaik dalam waktu sekitar satu minggu saja, Teman Setia. Sebaliknya, sinusitis memiliki gejala yang berlangsung lebih lama dan sering kali semakin mengganggu aktivitas sehari-hari.
Menurut dr. Zahroh Zuliana Azizah, sinusitis dibedakan menjadi beberapa jenis berdasarkan lamanya gejala. Sinusitis akut biasanya berlangsung kurang dari dua bulan dan umumnya diawali infeksi saluran pernapasan atas. Sementara sinusitis kronis berlangsung lebih dari dua bulan dan sering berkaitan dengan alergi yang terjadi terus-menerus. Ada pula sinusitis jamur akibat infeksi jamur yang berkembang di sinus, meskipun kasusnya relatif jarang ditemukan.
Lalu, bagaimana cara mengenalinya?
Selain pilek yang tidak kunjung sembuh, sinusitis biasanya disertai beberapa gejala khas, seperti hidung tersumbat terus-menerus, lendir berwarna kuning atau hijau, nyeri pada pipi, dahi, atau sekitar mata, sakit kepala di salah satu sisi, hingga gangguan penciuman. Pada beberapa kasus, penderita juga dapat mengalami bau tidak sedap dari hidung akibat penumpukan nanah, telinga berdenging, bahkan vertigo.
Apa yang Harus Dilakukan Jika Mengalami Sinusitis?
Ketika mengalami pilek, Teman Setia tidak perlu langsung panik. Sebagai langkah awal, Teman Setia dapat mengonsumsi obat flu yang dijual bebas di apotek atau toko obat untuk membantu meredakan gejala, seperti hidung tersumbat maupun pilek. Menurut dr. Zahroh Zuliana Azizah, cara ini dapat menjadi pertolongan pertama apabila keluhan masih tergolong ringan.
Namun, bila setelah 3–5 hari keluhan tidak kunjung membaik, terlebih disertai demam, sakit kepala, nyeri pada wajah, atau lendir hidung berubah menjadi kuning hingga kehijauan, Teman Setia sebaiknya memeriksakan diri untuk memastikan apakah keluhan tersebut masih berupa pilek biasa atau sudah berkembang menjadi sinusitis yang memerlukan penanganan lebih lanjut.
Apabila dokter mendiagnosis sinusitis akibat infeksi bakteri, pengobatan biasanya dilakukan dengan pemberian antibiotik, obat antiradang, obat untuk membantu membuka saluran hidung yang tersumbat, hingga cairan pencuci hidung. Yang tidak kalah penting, obat harus diminum sesuai dosis dan dihabiskan hingga selesai meskipun gejala mulai berkurang. Menghentikan antibiotik sebelum waktunya dapat menyebabkan bakteri menjadi kebal terhadap obat sehingga infeksi lebih sulit diobati.
Jangan menunda pemeriksaan apabila pilek tidak kunjung membaik hingga lebih dari satu bulan, terlebih jika gejala terus menetap selama lebih dari dua bulan. dr. Zahroh menjelaskan bahwa kondisi tersebut dapat mengarah pada sinusitis kronis sehingga memerlukan penanganan lebih lanjut. Bila tidak diobati dengan baik, sinusitis berisiko menimbulkan komplikasi berupa abses di sekitar wajah, mata hingga pada kasus yang jarang terjadi dapat menyebar ke selaput otak (meningitis).
Penanganan Sinusitis, Apakah Selalu Harus Operasi?
Pasti tidak sedikit orang yang langsung membayangkan tindakan operasi. Padahal, anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar, Teman Setia. Menurut dr. Zahroh Zuliana Azizah, sebagian besar kasus sinusitis dapat ditangani terlebih dahulu dengan pengobatan sesuai penyebab dan tingkat keparahannya.
Lalu, kapan operasi diperlukan?
dr. Zahroh menjelaskan, tindakan operasi umumnya dipertimbangkan apabila pengobatan yang telah dijalani selama kurang lebih dua minggu tidak menunjukkan hasil yang memadai atau penyumbatan pada rongga sinus masih tetap terjadi. Dalam kondisi tersebut, dokter akan melakukan evaluasi lebih lanjut untuk menentukan tindakan yang paling sesuai.
Salah satu prosedur yang dapat dilakukan adalah Functional Endoscopic Sinus Surgery (FESS), yaitu operasi menggunakan alat endoskop yang dimasukkan melalui rongga hidung sehingga dokter dapat melihat sekaligus membersihkan saluran sinus yang tersumbat. Ada pula prosedur Caldwell-Luc, yaitu tindakan untuk membersihkan sinus maksila melalui bagian dalam pipi atau rongga mulut pada kasus tertentu. Kedua prosedur tersebut bertujuan mengeluarkan cairan yang menumpuk sekaligus mengembalikan fungsi normal rongga sinus.
Mencegah Sinusitis Sejak Dini
Mencegah tentu lebih baik daripada mengobati. Kabar baiknya, sebagian besar upaya pencegahan sinusitis dapat dimulai dari kebiasaan sederhana dalam kehidupan sehari-hari.
dr. Zahroh Zuliana Azizah mengingatkan untuk selalu menjaga kesehatan gigi dan hidung menjadi langkah penting dalam mengurangi risiko sinusitis. Selain itu, Teman Setia juga dianjurkan menghindari paparan debu, asap rokok, dan polusi, serta mengenali pemicu alergi agar tidak menyebabkan peradangan pada rongga hidung. Mencuci hidung dengan larutan air garam steril juga dapat membantu membersihkan lendir, debu, maupun alergen yang menempel di rongga hidung sehingga risiko terjadinya penyumbatan pada saluran sinus dapat berkurang.
Tidak kalah penting, terapkan pola hidup sehat dengan mengonsumsi makanan bergizi, berolahraga secara rutin, mencukupi waktu istirahat, dan menjaga daya tahan tubuh. Selain itu, jangan ragu berkonsultasi dengan tenaga kesehatan apabila mengalami pilek yang tidak kunjung membaik. Hindari pula kebiasaan mendiagnosis penyakit sendiri hanya berdasarkan informasi di internet tanpa pemeriksaan yang tepat.
Sinusitis memang sering diawali dengan gejala yang tampak sepele, seperti pilek atau hidung tersumbat. Namun, jika keluhan tersebut berlangsung terlalu lama dan disertai gejala lain yang semakin mengganggu, Teman Setia jangan ragu untuk segera memeriksakan diri ke dokter. Semakin cepat sinusitis dikenali, semakin besar pula peluang untuk ditangani sebelum menimbulkan komplikasi. Jadi, mulai sekarang jangan hanya mengobati gejalanya saja, tetapi kenali juga penyebabnya agar kesehatan saluran pernapasan tetap terjaga.

No responses yet