Jauh sebelum isu kebangsaan ramai jadi komoditas politik, band legendaris Koes Plus sudah khatam merajut rasa cinta tanah air lewat lagu “Bumi Nusantara”. Tembang penuh kehangatan ini menjadi bagian dari katalog sejarah musik pop Indonesia era 1980 yang dikemas lewat harmonisasi vokal sederhana nan manis khas Yon dan Murry. Ditopang aransemen musik yang minimalis dan ramah di telinga, Koes Plus seolah gak perlu berteriak lantang buat bikin pendengarnya terenyuh mengagumi keelokan negeri ini.
Alih-alih terdengar seperti jargon seremonial yang kaku, lirik lagu ini ditulis layaknya sebuah catatan harian yang jujur. Mereka memotret keindahan fajar pagi, laut membiru, hingga komitmen persatuan masyarakatnya dengan bahasa yang sangat membumi. Buat para Teman Setia yang barangkali lagi jenuh dengan hiruk-pikuk modernisasi dan butuh ruang buat kembali mensyukuri kekayaan alam Indonesia, lagu ini adalah penawar rindu yang paling pas.
[Lirik Lagu]
Gemah ripah loh jinawe
Gebyar gebyar ibu pertiwi
Tata tentrem tata raharja
Itulah negeri nusantara
Aku bangga aku cinta
Bumi nusantara
Tinggi gunung seribu janji
Belum semua terpenuhi
Kuatkanlah iman dihati
Jauhkanlah iri dan dengki
Aku bosan kutak mau
Selalu menunggu
Dimanakah mata hatimu
Lihatlah lihat nasib kaummu
Kerja keras tak jemu jemu
Sila kelima yang ditunggu
Kan kubela kan kujaga
Bumi nusantara

No responses yet