Setiap kota memiliki cerita yang membuatnya istimewa. Bukan hanya tentang usia yang terus bertambah, tetapi juga tentang perjalanan panjang, keberagaman masyarakat, hingga budaya yang terus diwariskan dari generasi ke generasi. Hal itulah yang menjadi semangat dalam peringatan Hari Jadi Kota Salatiga ke-1276. Tahun ini, perayaan tidak hanya diisi dengan berbagai hiburan, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat identitas Salatiga sebagai kota yang nyaman, toleran, dan kaya akan budaya.

Dialog Interaktif kali ini Dj Gita Nugraha bersama Lulu Rusdyaningsih, S.Si. dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Salatiga mengajak Teman Setia mengenal lebih dekat rangkaian perayaan Hari Jadi Kota Salatiga tahun 2026. Tidak hanya membahas jadwal kegiatan, namun juga menjelaskan makna di balik berbagai tradisi yang akan digelar, mulai dari Wilujengan Nagari, Kirab Budaya, hingga keterlibatan masyarakat dalam menyambut tamu dari berbagai daerah di Indonesia.

Hari Jadi Kota Bukan Sekadar Perayaan Ulang Tahun

Perjalanan Kota Salatiga bukan hanya dihitung dari bertambahnya usia. Lebih dari itu, hari jadi menjadi simbol tumbuhnya semangat kebersamaan di tengah masyarakat yang beragam. Selama ini Salatiga dikenal sebagai salah satu kota paling toleran di Indonesia. Kerukunan antarumat beragama, keberagaman budaya, serta kehidupan masyarakat yang harmonis menjadi modal penting dalam membangun kota yang nyaman dihuni.

Nilai-nilai tersebut juga menjadi alasan mengapa perayaan Hari Jadi Kota Salatiga selalu dikemas tidak hanya sebagai pesta rakyat, tetapi juga sebagai sarana memperkuat rasa memiliki terhadap kota. Dengan melibatkan masyarakat, komunitas, pelaku seni, hingga pelaku UMKM, seluruh warga diajak ikut menjadi bagian dari perjalanan sejarah Salatiga.

Semangat tersebut sejalan dengan konsep city branding, yaitu upaya memperkenalkan identitas khas sebuah kota melalui budaya, sejarah, hingga kegiatan masyarakatnya. Menurut Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, penyelenggaraan festival budaya menjadi salah satu cara efektif untuk memperkuat citra daerah sekaligus meningkatkan kunjungan wisatawan.

Ulang Tahun Spesial Bersama Tamu Se-Nusantara

Ulang tahun Salatiga kali ini dijamin akan jauh lebih istimewa dan ramai dari biasanya.Karena tahun ini Kota Salatiga dipercaya menjadi tuan rumah kegiatan APEKSI (Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia) yang akan berlangsung bersamaan dengan peringatan hari jadi kota. Kehadiran para tamu dari berbagai kota di Indonesia tentu menjadi kesempatan emas untuk memperkenalkan wajah Salatiga kepada khalayak yang lebih luas.

Selain APEKSI, Salatiga juga akan menjadi lokasi penyelenggaraan Festival Adat Budaya Nusantara yang digelar oleh Organisasi Masyarakat Adat Nusantara (MATRA). Festival tersebut akan menghadirkan ratusan peserta dari berbagai daerah di Indonesia sebanyak 176 anggota bahkan peserta dari luar negeri sebanyak 33 anggota. Tentunya, Hari Jadi Kota Salatiga bukan hanya menjadi pesta warga lokal, tetapi juga menjadi ajang memperkenalkan kekayaan budaya Nusantara kepada tamu nasional maupun internasional.

Intip Jadwal Kemeriahan yang Siap Memeriahkan HUT Kota Salatiga

Perayaan Hari Jadi Kota Salatiga ke-1276 akan berlangsung selama beberapa hari dengan beragam kegiatan yang memadukan unsur budaya, sejarah, hiburan, lomba, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat. Supaya tidak ketinggalan, catat dulu jadwalnya, ya Teman Setia!

Rabu, 22 Juli 2026

  • Doa bersama lintas agama di Kompleks Pemerintah Kota Salatiga.
  • 13.00–24.00 WIB – Pagelaran wayang kulit di halaman DPRD Kota Salatiga.
  • 13.00–18.00 WIB – Lomba dalang cilik.
  • Penyambutan peserta APEKSI dan MATRA.
  • 09.00–10.00 WIB – Doa bersama di Lapangan Pancasila.

Jumat, 24 Juli 2026

  • 07.00–08.00 WIB – Upacara Hari Jadi Kota Salatiga ke-1276 di Lapangan Pancasila, pembagian 1.276 bibit anggrek kepada masyarakat.
  • 09.00–11.00 WIB – Rapat Paripurna Istimewa DPRD. Dilanjutkan acara Kenduri Rakyat dengan sekitar 7.000 porsi makanan dari pelaku UMKM lokal, Expo UMKM dan pentas budaya.
  • 15.30–16.30 WIB – Wilujengan Nagari di Museum Plumpungan.
  • 18.00–19.00 WIB – Selow Aja Sih – komunitas gowes dengan start dan finish di lapangan Pancasila.
  • 19.00–21.00 WIB – Pertunjukan reog oleh Sanggar Suro Turonggo Ngesti Budaya dan Sembogo Laras, dilanjutkan penampilan grup musik lokal Madagaskar.
  • 08.00–14.00 WIB – Kirab Budaya dari Rumah Dinas Wali Kota menuju Lapangan Pancasila, dilanjutkan pertunjukan Festival Adat Budaya Nusantara. Selama Kirab nantinya akan dibagikan bubur keselamatan kepada masyarakat.

Minggu, 26 Juli 2026

  • 06.30–10.00 WIB – Senam zumba bersama, penampilan dance, reog, dan hiburan rakyat sebagai penutup seluruh rangkaian Hari Jadi Kota Salatiga.

Wilujengan Nagari, Wujud Syukur atas Perjalanan Kota Salatiga

Prosesi penyiraman Prasasti Plumpungan yang dilakukan oleh dr. Robby Hernawan, Sp.OG

Di balik semaraknya perayaan Hari Jadi Kota Salatiga, terdapat sebuah tradisi yang sarat akan makna, yaitu Wilujengan Nagari. Kegiatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan menjadi ungkapan rasa syukur kepada Tuhan atas anugerah kehidupan, kedamaian, serta keberlangsungan Kota Salatiga selama lebih dari satu milenium. Melalui tradisi ini, masyarakat diajak untuk tidak hanya merayakan bertambahnya usia kota, tetapi juga mengenang perjalanan sejarah yang telah membentuk Salatiga hingga seperti sekarang.

Prosesi Wilujengan Nagari diawali dengan doa lintas agama sebagai simbol kuatnya semangat toleransi yang selama ini menjadi identitas Kota Salatiga. Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan penyiraman air perwita sari, yaitu air yang diambil dari tujuh mata air di Kota Salatiga sebagai lambang penyucian dan harapan agar kota senantiasa diberi keselamatan, kemakmuran, serta keberkahan. Sebagai penutup, dilakukan pemotongan tumpeng yang melambangkan rasa syukur dan kebersamaan seluruh masyarakat.

Melalui tradisi ini, masyarakat diajak untuk tidak hanya mengenang sejarah berdirinya Kota Salatiga, tetapi juga terus menjaga nilai-nilai luhur yang diwariskan para leluhur. Dengan demikian, Hari Jadi Kota Salatiga menjadi momentum untuk memperkuat semangat gotong royong, toleransi, dan kecintaan terhadap warisan budaya yang dimiliki.

Ikutan Yuk! Kirab Budaya dan Berbagai Lomba Seru

Hari Jadi Kota Salatiga ke-1276 juga menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk ikut ambil bagian dalam kemeriahan acara. Melalui Kirab Budaya yang akan digelar pada Sabtu, 25 Juli 2026, Pemerintah Kota Salatiga mengajak berbagai elemen masyarakat menampilkan kreativitas sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya daerah!

1. Kirab Budaya
Kirab Budaya akan digelar pada Sabtu, 25 Juli 2026 mulai pukul 07.30 WIB hingga selesai. Rutenya meliputi Jalan Diponegoro – Bundaran Tamansari – Jalan Jenderal Sudirman – Jalan Sukowati, dan berakhir di Lapangan Pancasila. Peserta berasal dari berbagai unsur, mulai dari instansi pemerintah, kecamatan, sekolah, komunitas seni budaya, hingga masyarakat umum. Untuk jumlah peserta maksimal 50 orang dengan petugas pendamping maksimal 5 orang yang membawa minuman dan tempat sampah yang bukan dari plastik. 


Selama kirab ini peserta tidak boleh membawa hewan, tidak boleh menyulut petasan, tidak boleh menyulut smoke bomb, tidak boleh membawa senjata tajam, tidak boleh menggunakan sound horek melebih 5000w, tidak boleh mengibarkan bendera partai politik, organisasi terlarang, dan separatisme, tidak boleh berhenti ketika perform supaya tidak macet. Kirab ini menjadi puncak perayaan Hari Jadi Kota Salatiga sekaligus ajang menampilkan keberagaman seni dan budaya yang dimiliki masyarakat. Dalam Kirab ini, Teman Setia dapat mengikuti lomba drumblek, costume carnival, hingga mobil hias.

2. Lomba Mobil Hias
Lomba mobil hias diharapkan diikuti oleh BUMN, BUMD, perusahaan, hingga perbankan sebagai bentuk partisipasi dalam memeriahkan Hari Jadi Kota Salatiga ke-1276. Kendaraan peserta akan dihias dengan mengangkat tema budaya Nusantara maupun semangat Hari Jadi Kota Salatiga. Untuk menjaga keamanan dan kelancaran kirab, mobil yang digunakan memiliki ketentuan ukuran maksimal tinggi 3,5 meter dan lebar 3 meter.

3. Lomba Penjor “Kreasi Nusantara”
Lomba ini ditujukan bagi OPD (kecuali kelurahan dan kecamatan), BUMN/BUMD, pengusaha hotel, restoran, tempat hiburan, serta masyarakat umum. Setiap OPD dan BUMN/BUMD diwajibkan membuat dua penjor, sedangkan pelaku usaha sangat diharapkan ikut berpartisipasi. Penjor dapat dikreasikan secara bebas dengan tetap mempertahankan nilai estetika tradisional atau Nusantara serta tidak mengandung unsur SARA maupun politik.

Untuk ukuran penjor sendiri minimal 5m – 7m yang diukur dari permukaan tanah hingga lengkungan tertinggi. Jangan lupa untuk memasang nama peserta, ya karena akan dinilai. Penjor akan dipasang di sepanjang Jalan Sukowati sesuai titik yang telah ditentukan panitia, bila melebihi kapasitas akan dialokasikan di Jl. Diponegoro.

Semua pendaftaran ini dapat dilakukan melalui bit.ly/KirabBudaya1276 dengan paling lambat mengisi pada tanggal 15 Juli.

Jadilah Tuan Rumah yang Ramah

Indonesia dikenal sebagai negara yang menjunjung tinggi nilai keramahan dan gotong royong. Budaya menyambut tamu dengan hangat sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat di berbagai daerah, termasuk di Kota Salatiga yang selama ini dikenal sebagai kota toleransi. Karena itu, momen Hari Jadi ke-1276 Kota Salatiga menjadi kesempatan bagi seluruh warga untuk menunjukkan keramahan tersebut kepada para tamu yang datang dari berbagai penjuru Indonesia bahkan mancanegara.

Ayo, jadilah agen seni, budaya, sekaligus agen wisata untuk Kota Salatiga! Mulailah dari hal-hal sederhana, seperti menyambut tamu dengan ramah, menjaga kebersihan dan ketertiban selama rangkaian acara berlangsung, serta ikut merawat penjor dan fasilitas umum yang telah disiapkan. Dengan begitu, setiap warga turut berkontribusi menciptakan pengalaman yang berkesan bagi para pengunjung sekaligus menunjukkan bahwa Salatiga memang layak dikenal sebagai kota yang nyaman, toleran, dan penuh kehangatan.

Please follow and like us:
Pin Share

No responses yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *