Oleh karena itu, keberhasilan SIPASAR RESIK tidak hanya bergantung pada program pemerintah, tetapi juga keterlibatan seluruh masyarakat. Sebab, pasar yang ramai, bersih, nyaman, dan mampu bersaing tentu membutuhkan dukungan dari semua pihak, termasuk Teman Setia sebagai bagian dari ekosistem pasar rakyat di Kota Salatiga.

Yuk, Teman Setia, mulai sempatkan diri berbelanja di pasar rakyat! Selain bisa menemukan berbagai kebutuhan sehari-hari, kamu juga turut mendukung pedagang lokal dan membantu menggerakkan perekonomian Kota Salatiga.

Oleh karena itu, keberhasilan SIPASAR RESIK tidak hanya bergantung pada program pemerintah, tetapi juga keterlibatan seluruh masyarakat. Sebab, pasar yang ramai, bersih, nyaman, dan mampu bersaing tentu membutuhkan dukungan dari semua pihak, termasuk Teman Setia sebagai bagian dari ekosistem pasar rakyat di Kota Salatiga.

Yuk, Teman Setia, mulai sempatkan diri berbelanja di pasar rakyat! Selain bisa menemukan berbagai kebutuhan sehari-hari, kamu juga turut mendukung pedagang lokal dan membantu menggerakkan perekonomian Kota Salatiga.

Selain promosi dan digitalisasi, pembenahan fasilitas serta lingkungan pasar menjadi bagian penting dalam inovasi ini. Pengelolaan kebersihan, sampah, tenaga keamanan, petugas kebersihan, hingga ketersediaan sarana dan prasarana perlu diperhatikan agar aktivitas perdagangan dapat berjalan dengan nyaman.

Persoalan sampah organik juga menjadi perhatian tersendiri. Mengingat pasar menjadi salah satu penyumbang sampah dalam jumlah besar, ke depannya Dinas Perdagangan berharap pengelolaan sampah organik dapat dilakukan secara mandiri di lingkungan pasar. Di sisi lain, pendataan jumlah los, kios, dan ruko juga akan diperkuat agar pemanfaatan fasilitas pasar lebih optimal dan informasinya mudah diakses masyarakat.

Untuk tahap awal, penerapan SIPASAR RESIK difokuskan di Pasar Rejosari dan Pasar Andong. Program ini direncanakan berlangsung secara berkelanjutan dengan harapan nantinya setiap pasar dapat memiliki karakteristik atau tema tersendiri sesuai potensi yang dimiliki, seperti pasar bunga, pasar sayuran, maupun pasar dengan kekhasan produk lainnya.

Potensi tersebut sebenarnya sudah mulai terlihat di beberapa lokasi. Pasar Rejosari, misalnya, memiliki aktivitas pada malam hari di area rooftop. Sementara itu, Pasar Raya I juga telah memiliki daya tarik tersendiri sebagai salah satu titik aktivitas masyarakat pada pagi hari. Terlebih lagi, Pasar Raya 1 menjadi lokasi yang disukai oleh para wisatawan karena keramaiannya yang jarang ditemukan di kota lain.

Info 💡: Pengembangan pasar tematik diharapkan dapat membuat pasar rakyat tidak hanya menjadi tempat berbelanja, tetapi juga ruang bagi masyarakat untuk menikmati kuliner, berkumpul, dan mengenal potensi lokal Kota Salatiga. Bagi wisatawan, pasar tematik juga berpeluang menjadi salah satu destinasi untuk menikmati keunikan Kota Salatiga.

Kolaborasi Menjadi Kunci Keberhasilan Program

Pengembangan ekosistem pasar tentu tidak dapat dilakukan oleh Dinas Perdagangan sendiri. Dukungan masyarakat, pedagang, paguyuban, hingga berbagai perangkat daerah dibutuhkan agar program ini dapat berjalan sesuai harapan.

Kolaborasi lintas OPD juga menjadi bagian penting. Salah satunya melalui rencana kolaborasi dengan Dinas Perhubungan dan Trans Jateng untuk mendukung akses serta transportasi menuju pasar. Sementara itu, kerja sama dengan Dinas Pariwisata diperlukan untuk menghubungkan pasar dengan potensi wisata dan kuliner di Kota Salatiga.

Dinas Perdagangan juga berkoordinasi dengan Bappeda dalam menyusun konsep pengembangan pasar tematik berdasarkan karakteristik dan potensi masing-masing lokasi.

Meski demikian, pelaksanaannya masih menghadapi sejumlah tantangan. Keterbatasan anggaran menjadi salah satu kendala, sehingga diperlukan alternatif kegiatan yang tidak selalu bergantung pada pembiayaan pemerintah, seperti penyelenggaraan event bersama pihak ketiga. Selain itu, peningkatan kemampuan pedagang dalam memanfaatkan teknologi digital juga membutuhkan proses dan pendampingan.

Mengajak Masyarakat Memberikan Masukan

Hingga saat ini, SIPASAR RESIK masih dalam tahap sosialisasi dan belum diluncurkan secara resmi. Meski begitu, Dinas Perdagangan berharap masyarakat dapat memberikan kritik, saran, maupun masukan terhadap inovasi tersebut agar pelaksanaannya semakin sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

Bapak Agung Pitoyo menyampaikan bahwa inovasi ini merupakan salah satu upaya Dinas Perdagangan untuk turut mendorong pertumbuhan ekonomi Kota Salatiga. Melalui pengelolaan yang lebih terintegrasi, pasar diharapkan menjadi tempat yang nyaman bagi konsumen sekaligus membuka peluang peningkatan pendapatan dan kesejahteraan pedagang.

Bagi pemerintah daerah, optimalisasi pemanfaatan los, kios, dan ruko juga diharapkan dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Sementara bagi masyarakat, pasar rakyat dapat berkembang menjadi ruang ekonomi sekaligus tempat beraktivitas dan mengenal potensi lokal.

Oleh karena itu, keberhasilan SIPASAR RESIK tidak hanya bergantung pada program pemerintah, tetapi juga keterlibatan seluruh masyarakat. Sebab, pasar yang ramai, bersih, nyaman, dan mampu bersaing tentu membutuhkan dukungan dari semua pihak, termasuk Teman Setia sebagai bagian dari ekosistem pasar rakyat di Kota Salatiga.

Yuk, Teman Setia, mulai sempatkan diri berbelanja di pasar rakyat! Selain bisa menemukan berbagai kebutuhan sehari-hari, kamu juga turut mendukung pedagang lokal dan membantu menggerakkan perekonomian Kota Salatiga.

Pasar rakyat bukan sekadar tempat bertemunya penjual dan pembeli. Di balik aktivitas jual beli setiap harinya, pasar juga menjadi bagian penting dalam menggerakkan ekonomi masyarakat. Namun, perubahan kebiasaan belanja, perkembangan teknologi, hingga kondisi lingkungan pasar menjadi tantangan tersendiri. Karena itu, diperlukan pengelolaan yang lebih inovatif agar pasar rakyat tetap menarik dan mampu bersaing dengan pusat perbelanjaan maupun perdagangan online.

Dalam Dialog Interaktif kali ini, DJ Gita Nugraha bersama Agung Pitoyo, AP, MM selaku Kepala Dinas Perdagangan Kota Salatiga membahas berbagai upaya Dinas Perdagangan dalam mengembangkan pasar rakyat melalui inovasi SIPASAR RESIK atau Strategi Integrasi Pengelolaan Pasar Rakyat Kota Salatiga.

Mengubah Cara Pandang terhadap Pasar Rakyat

Dinas Perdagangan Kota Salatiga yang beralamat di Jalan Pemotongan Nomor 73 memiliki tugas dalam mengelola berbagai urusan perdagangan di Kota Salatiga. Di dalamnya terdapat beberapa bidang, mulai dari bidang PKL yang menangani penataan dan pemberdayaan pedagang kaki lima, bidang perdagangan yang berkaitan dengan perlindungan konsumen serta pemantauan harga bahan pokok, hingga bidang pasar yang berfokus pada pemberdayaan pasar rakyat.

Saat ini, terdapat 15 pasar rakyat yang menjadi tanggung jawab Dinas Perdagangan Kota Salatiga. Namun, tidak seluruhnya dapat memberikan kontribusi secara optimal. Sekitar 30 persen di antaranya masih memiliki kendala, baik karena kondisinya kurang berkembang maupun belum dimanfaatkan secara maksimal.

Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan perlunya perubahan cara pandang dalam mengelola pasar. Pasar tidak cukup hanya diperlakukan sebagai fasilitas perdagangan yang dikelola secara administratif, tetapi juga perlu dikembangkan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi lokal. Artinya, pengelolaan pasar harus memperhatikan kenyamanan pengunjung, kebutuhan pedagang, kebersihan lingkungan, hingga peluang ekonomi yang bisa tumbuh di dalamnya.

SIPASAR RESIK, Strategi Membangun Ekosistem Pasar

Ilustrasi kondisi Pasar Raya 1 saat pagi hari dengan masyarakat makan soto (Damar Handyanjaya/unsplash)

Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui SIPASAR RESIK, singkatan dari Strategi Integrasi Pengelolaan Pasar Rakyat Kota Salatiga. Inovasi ini dirancang untuk membangun sistem pengelolaan pasar yang lebih tertata melalui pemanfaatan data, digitalisasi pedagang, serta kolaborasi dengan berbagai pihak.

Gagasan tersebut berangkat dari sejumlah persoalan yang ditemukan ketika Dinas Perdagangan melakukan pembinaan di pasar. Salah satunya adalah kondisi pasar yang semakin sepi. Hal ini tidak hanya dipengaruhi oleh perkembangan perdagangan online, tetapi juga kondisi pasar yang kurang bersih dan nyaman serta belum optimalnya pengelolaan titik-titik keramaian.

Selain itu, informasi mengenai ketersediaan los dan kios juga perlu ditata dengan lebih baik. Selama ini, masyarakat belum tentu mengetahui lokasi kios yang kosong, ketersediaannya untuk disewa, hingga informasi harga sewanya. Melalui SIPASAR RESIK, berbagai informasi tersebut nantinya akan diintegrasikan dalam sebuah sistem dan ditampilkan melalui dashboard sehingga lebih mudah diakses.

Meramaikan Pasar Melalui Kegiatan dan Edukasi

Salah satu langkah yang dilakukan untuk meningkatkan daya tarik pasar adalah menghadirkan berbagai kegiatan yang dapat mengundang masyarakat untuk datang. Dinas Perdagangan juga membuka peluang kerja sama dengan pihak ketiga maupun paguyuban pedagang untuk menyelenggarakan kegiatan di pasar.

Salah satunya melalui kegiatan kuliner yang direncanakan berlangsung pada 5–10 November di Pasar Rejosari bersama Paguyuban Kuliner Salatiga. Kegiatan semacam ini diharapkan dapat menghadirkan suasana berbeda sekaligus memperkenalkan potensi pasar kepada masyarakat yang lebih luas.

Tidak hanya menghadirkan kegiatan hiburan dan kuliner, SIPASAR RESIK juga mendorong literasi pasar sejak usia dini. Pada 23 November, salah satu kelompok PAUD direncanakan melakukan kunjungan belajar ke pasar. Anak-anak akan diajak berkeliling, mengenal aktivitas jual beli, hingga mendapatkan edukasi mengenai pengelolaan sampah dan kebiasaan berbelanja tanpa plastik.

Upaya serupa juga akan dikembangkan melalui kolaborasi dengan sekolah dan perguruan tinggi. Salah satunya dengan UIN yang telah membangun jejaring bersama Dinas Perdagangan untuk mengajak mahasiswa baru mengenal pasar dan lingkungan Kota Salatiga.

Mendorong Pedagang Mengikuti Perkembangan Digital

Perkembangan teknologi turut mengubah cara masyarakat berbelanja. Karena itu, pedagang pasar rakyat juga perlu memiliki kemampuan untuk mengikuti perubahan tersebut agar tidak tertinggal.

Melalui SIPASAR RESIK, Dinas Perdagangan berupaya meningkatkan kapasitas pedagang, khususnya dalam memanfaatkan media digital untuk mempromosikan dagangan. Salah satu bentuk dukungannya adalah menyediakan fasilitas studio yang dapat digunakan untuk membuat konten promosi dan memperkenalkan produk secara online.

Pedagang nantinya akan dibantu dalam memilih produk yang memiliki peluang untuk dipasarkan secara digital. Perkembangannya juga akan dipantau dalam kurun waktu satu hingga dua bulan untuk melihat hasil dan peluang perluasan jaringan penjualan.

Dengan cara ini, pedagang diharapkan tidak hanya mengandalkan pembeli yang datang langsung ke pasar, tetapi juga mampu menjangkau konsumen melalui platform digital.

Pembenahan Pasar Dimulai dari Rejosari dan Andong

Ilustrasi sepasang suami istri berbelanja bersama di pasar rakyat (Alex Hudson/unsplash)

Oleh karena itu, keberhasilan SIPASAR RESIK tidak hanya bergantung pada program pemerintah, tetapi juga keterlibatan seluruh masyarakat. Sebab, pasar yang ramai, bersih, nyaman, dan mampu bersaing tentu membutuhkan dukungan dari semua pihak, termasuk Teman Setia sebagai bagian dari ekosistem pasar rakyat di Kota Salatiga.

Yuk, Teman Setia, mulai sempatkan diri berbelanja di pasar rakyat! Selain bisa menemukan berbagai kebutuhan sehari-hari, kamu juga turut mendukung pedagang lokal dan membantu menggerakkan perekonomian Kota Salatiga.

Mengajak Masyarakat Memberikan Masukan

Hingga saat ini, SIPASAR RESIK masih dalam tahap sosialisasi dan belum diluncurkan secara resmi. Meski begitu, Dinas Perdagangan berharap masyarakat dapat memberikan kritik, saran, maupun masukan terhadap inovasi tersebut agar pelaksanaannya semakin sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

Bapak Agung Pitoyo menyampaikan bahwa inovasi ini merupakan salah satu upaya Dinas Perdagangan untuk turut mendorong pertumbuhan ekonomi Kota Salatiga. Melalui pengelolaan yang lebih terintegrasi, pasar diharapkan menjadi tempat yang nyaman bagi konsumen sekaligus membuka peluang peningkatan pendapatan dan kesejahteraan pedagang.

Bagi pemerintah daerah, optimalisasi pemanfaatan los, kios, dan ruko juga diharapkan dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Sementara bagi masyarakat, pasar rakyat dapat berkembang menjadi ruang ekonomi sekaligus tempat beraktivitas dan mengenal potensi lokal.

Oleh karena itu, keberhasilan SIPASAR RESIK tidak hanya bergantung pada program pemerintah, tetapi juga keterlibatan seluruh masyarakat. Sebab, pasar yang ramai, bersih, nyaman, dan mampu bersaing tentu membutuhkan dukungan dari semua pihak, termasuk Teman Setia sebagai bagian dari ekosistem pasar rakyat di Kota Salatiga.

Yuk, Teman Setia, mulai sempatkan diri berbelanja di pasar rakyat! Selain bisa menemukan berbagai kebutuhan sehari-hari, kamu juga turut mendukung pedagang lokal dan membantu menggerakkan perekonomian Kota Salatiga.

Selain promosi dan digitalisasi, pembenahan fasilitas serta lingkungan pasar menjadi bagian penting dalam inovasi ini. Pengelolaan kebersihan, sampah, tenaga keamanan, petugas kebersihan, hingga ketersediaan sarana dan prasarana perlu diperhatikan agar aktivitas perdagangan dapat berjalan dengan nyaman.

Persoalan sampah organik juga menjadi perhatian tersendiri. Mengingat pasar menjadi salah satu penyumbang sampah dalam jumlah besar, ke depannya Dinas Perdagangan berharap pengelolaan sampah organik dapat dilakukan secara mandiri di lingkungan pasar. Di sisi lain, pendataan jumlah los, kios, dan ruko juga akan diperkuat agar pemanfaatan fasilitas pasar lebih optimal dan informasinya mudah diakses masyarakat.

Untuk tahap awal, penerapan SIPASAR RESIK difokuskan di Pasar Rejosari dan Pasar Andong. Program ini direncanakan berlangsung secara berkelanjutan dengan harapan nantinya setiap pasar dapat memiliki karakteristik atau tema tersendiri sesuai potensi yang dimiliki, seperti pasar bunga, pasar sayuran, maupun pasar dengan kekhasan produk lainnya.

Potensi tersebut sebenarnya sudah mulai terlihat di beberapa lokasi. Pasar Rejosari, misalnya, memiliki aktivitas pada malam hari di area rooftop. Sementara itu, Pasar Raya I juga telah memiliki daya tarik tersendiri sebagai salah satu titik aktivitas masyarakat pada pagi hari. Terlebih lagi, Pasar Raya 1 menjadi lokasi yang disukai oleh para wisatawan karena keramaiannya yang jarang ditemukan di kota lain.

Info 💡: Pengembangan pasar tematik diharapkan dapat membuat pasar rakyat tidak hanya menjadi tempat berbelanja, tetapi juga ruang bagi masyarakat untuk menikmati kuliner, berkumpul, dan mengenal potensi lokal Kota Salatiga. Bagi wisatawan, pasar tematik juga berpeluang menjadi salah satu destinasi untuk menikmati keunikan Kota Salatiga.

Kolaborasi Menjadi Kunci Keberhasilan Program

Pengembangan ekosistem pasar tentu tidak dapat dilakukan oleh Dinas Perdagangan sendiri. Dukungan masyarakat, pedagang, paguyuban, hingga berbagai perangkat daerah dibutuhkan agar program ini dapat berjalan sesuai harapan.

Kolaborasi lintas OPD juga menjadi bagian penting. Salah satunya melalui rencana kolaborasi dengan Dinas Perhubungan dan Trans Jateng untuk mendukung akses serta transportasi menuju pasar. Sementara itu, kerja sama dengan Dinas Pariwisata diperlukan untuk menghubungkan pasar dengan potensi wisata dan kuliner di Kota Salatiga.

Dinas Perdagangan juga berkoordinasi dengan Bappeda dalam menyusun konsep pengembangan pasar tematik berdasarkan karakteristik dan potensi masing-masing lokasi.

Meski demikian, pelaksanaannya masih menghadapi sejumlah tantangan. Keterbatasan anggaran menjadi salah satu kendala, sehingga diperlukan alternatif kegiatan yang tidak selalu bergantung pada pembiayaan pemerintah, seperti penyelenggaraan event bersama pihak ketiga. Selain itu, peningkatan kemampuan pedagang dalam memanfaatkan teknologi digital juga membutuhkan proses dan pendampingan.

Mengajak Masyarakat Memberikan Masukan

Hingga saat ini, SIPASAR RESIK masih dalam tahap sosialisasi dan belum diluncurkan secara resmi. Meski begitu, Dinas Perdagangan berharap masyarakat dapat memberikan kritik, saran, maupun masukan terhadap inovasi tersebut agar pelaksanaannya semakin sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

Bapak Agung Pitoyo menyampaikan bahwa inovasi ini merupakan salah satu upaya Dinas Perdagangan untuk turut mendorong pertumbuhan ekonomi Kota Salatiga. Melalui pengelolaan yang lebih terintegrasi, pasar diharapkan menjadi tempat yang nyaman bagi konsumen sekaligus membuka peluang peningkatan pendapatan dan kesejahteraan pedagang.

Bagi pemerintah daerah, optimalisasi pemanfaatan los, kios, dan ruko juga diharapkan dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Sementara bagi masyarakat, pasar rakyat dapat berkembang menjadi ruang ekonomi sekaligus tempat beraktivitas dan mengenal potensi lokal.

Oleh karena itu, keberhasilan SIPASAR RESIK tidak hanya bergantung pada program pemerintah, tetapi juga keterlibatan seluruh masyarakat. Sebab, pasar yang ramai, bersih, nyaman, dan mampu bersaing tentu membutuhkan dukungan dari semua pihak, termasuk Teman Setia sebagai bagian dari ekosistem pasar rakyat di Kota Salatiga.

Yuk, Teman Setia, mulai sempatkan diri berbelanja di pasar rakyat! Selain bisa menemukan berbagai kebutuhan sehari-hari, kamu juga turut mendukung pedagang lokal dan membantu menggerakkan perekonomian Kota Salatiga.

Please follow and like us:
Pin Share

Categories:

Tags:

No responses yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *