Pengelolaan data yang tertata menjadi salah satu hal penting dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Apalagi, kebutuhan informasi yang cepat dan akurat semakin diperlukan, baik untuk mendukung pelayanan pemerintahan, perencanaan pembangunan, maupun kegiatan penelitian. Namun, bagaimana jika data yang dibutuhkan masih tersebar di berbagai lingkungan masyarakat? Tentu diperlukan cara agar pengelolaannya menjadi lebih mudah dan efisien.

Dalam menjawab kebutuhan tersebut, Kelurahan Gendongan Kota Salatiga menghadirkan inovasi digital bernama SATRIA GENDONGAN. Dalam Dialog Interaktif kali ini, DJ Gita Nugraha berbincang bersama Sekretaris Kelurahan Gendongan, Eryko Wishnu Pradhana, S.T., M.Si., mengenai latar belakang pembentukan inovasi, cara kerja, hingga manfaatnya bagi pelayanan publik.

SATRIA GENDONGAN, Satukan Data dalam Satu Akses

SATRIA GENDONGAN merupakan akronim dari Sistem Tata Kelola Data Terintegrasi, Responsif, Inovatif, dan Akuntabel. Inovasi ini dibuat untuk mengintegrasikan berbagai data kewilayahan dan informasi pelayanan kelurahan ke dalam satu akses digital.

Sebelum inovasi ini hadir, data yang dibutuhkan kelurahan masih tersebar di berbagai tingkatan masyarakat, seperti RT, Posyandu, dan pengelola lainnya. Kondisi tersebut membuat proses pengumpulan informasi membutuhkan waktu cukup lama. Padahal, kelurahan sering menjadi pihak yang dimintai data oleh organisasi perangkat daerah (OPD), instansi, maupun kalangan akademisi.

Dalam proses sebelumnya, penyediaan data bahkan bisa memerlukan waktu lebih dari enam hari. Melalui SATRIA GENDONGAN, Kelurahan Gendongan menargetkan proses penyediaan data dapat diselesaikan hanya dalam satu hari.

Perubahan yang ingin diwujudkan bukan sekadar memindahkan data ke sistem digital, tetapi juga membangun tata kelola yang lebih tertib, saling terhubung, dan mudah diperbarui. Dengan begitu, petugas tidak lagi harus menunggu rekapitulasi data secara manual karena informasi dapat dilihat melalui indikator dan tampilan statistik pada dashboard.

Bagaimana Cara Kerja SATRIA GENDONGAN?

Tampilan depan SATRIA GENDONGAN

Untuk mengakses inovasi ini, masyarakat dan pihak yang membutuhkan informasi dapat mengunjungi portal s.id/satria-gendongan. Sistem tersebut memanfaatkan beberapa layanan digital yang saling terhubung, yaitu Google Form untuk pengisian data, Google Sheets sebagai tempat penyimpanan, Google Sites sebagai portal informasi, serta Looker Studio untuk menampilkan data dalam bentuk statistik dan grafik.

Alur kerjanya dimulai dari pengumpulan data oleh sumber di lingkungan masyarakat, mulai dari RT hingga admin Posyandu. Data dimasukkan melalui formulir digital yang tersedia di portal SATRIA GENDONGAN. Selanjutnya, informasi tersimpan dalam basis data dan ditampilkan secara lebih ringkas melalui dashboard.

Ada empat kelompok data utama yang dikelola dalam inovasi ini, yaitu:

  1. Data kependudukan, dikumpulkan melalui RT berdasarkan Kartu Keluarga (KK) penduduk. Data tersebut kemudian direkap dan dimasukkan ke dalam sistem.
  2. Data Posyandu, meliputi cakupan pelayanan, jumlah sasaran, serta jumlah warga yang telah mendapatkan layanan berdasarkan kelompok umur.
  3. Data UMKM digunakan untuk mendukung promosi usaha masyarakat. Pemilik UMKM dapat memasukkan informasi usaha, foto produk, lokasi, dan nomor Induk Berusaha (NIB).
  4. Data pelayanan, dikelola oleh staf kelurahan dengan mencatat informasi buku tamu dan jenis layanan yang diberikan.

Untuk memudahkan proses pengisian, pengelola juga telah menyediakan buku panduan operasional dan video tutorial yang bisa diakses dalam portal SATRIA GENDONGAN.

Manfaat bagi Kelurahan hingga Pelaku UMKM

Kehadiran SATRIA GENDONGAN diharapkan memberikan manfaat bagi berbagai pihak. Bagi kelurahan, ketersediaan data yang lebih tertib dapat mendukung pelayanan, perencanaan, pemantauan, hingga pelaporan. Data yang terkumpul juga diharapkan lebih valid sehingga dapat menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan kebijakan.

Sementara itu, bagi pengurus RT/RW dan pengelola data, sistem ini menyediakan format pengisian yang lebih seragam dengan pembagian tugas yang jelas. Riwayat pembaruan data pun lebih mudah ditelusuri sehingga proses rekapitulasi informasi masyarakat menjadi lebih praktis.

Manfaat lainnya dirasakan oleh Posyandu dan pelaku UMKM. Data cakupan pelayanan Posyandu dapat digunakan untuk melihat perkembangan layanan berdasarkan kelompok sasaran. Adapun informasi UMKM yang terintegrasi dapat membantu menampilkan potensi usaha masyarakat agar lebih mudah diketahui dan dipromosikan.

Masyarakat serta pemangku kepentingan juga dapat memperoleh ringkasan informasi melalui portal satu pintu. Dengan demikian, data tidak hanya tersimpan sebagai arsip, tetapi dapat dimanfaatkan untuk mendukung berbagai kebutuhan dan pengambilan keputusan.

Peluncuran dan Pengembangan SATRIA GENDONGAN

Sebelum resmi diluncurkan, SATRIA GENDONGAN telah melalui tahap uji coba di setiap RT. Pengelola Posyandu juga sudah memiliki admin yang mampu menggunakan teknologi digital. Meski demikian, masih ada tantangan dalam penerapannya, terutama bagi pengurus RT yang belum terbiasa menggunakan sistem digital. Untuk mengatasinya, Kelurahan Gendongan melakukan pendampingan agar para pengelola dapat memahami cara pengisian data melalui formulir yang tersedia. Buku panduan operasional dan video tutorial juga disiapkan untuk memudahkan proses tersebut.

SATRIA GENDONGAN resmi diluncurkan pada 13 Oktober 2026 oleh Camat Tingkir. Kegiatan ini terlaksana dengan dukungan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dari PT Sinergi Ilmiah Indonesia. Rangkaian acara diawali dengan workshop penggunaan sistem, dilanjutkan sosialisasi mengenai penguatan sumber daya manusia digital agar para pengelola semakin memahami pemanfaatan teknologi, kemudian ditutup dengan peluncuran inovasi dan pembagian buku panduan operasional.

Setelah diluncurkan, sistem ini mulai digunakan untuk memenuhi permintaan data dari berbagai pihak. Dalam penerapannya, inovasi ini sudah mulai menunjukkan hasil dengan tercapainya target penyediaan data dalam waktu satu hari. Ke depannya, Kelurahan Gendongan berencana memperluas cakupan pendataan, meliputi data PKK, perangkat wilayah, fasilitas umum, sarana dan prasarana, hingga rencana pembangunan.

Selain memperluas jenis data, pemutakhiran informasi secara berkala juga menjadi perhatian. Setiap jenis data memiliki target pembaruan yang berbeda sesuai kebutuhan. Misalnya, data kependudukan dari RT ditargetkan diperbarui minimal satu tahun sekali agar informasi yang tersedia tetap relevan dan dapat dimanfaatkan secara optimal.

Melihat potensi yang dimiliki, SATRIA GENDONGAN juga berpeluang diterapkan di kelurahan lain dengan penyesuaian sesuai karakteristik dan kebutuhan masing-masing wilayah. Inovasi ini mendapat respons positif dari sejumlah stakeholder dan kalangan akademisi yang melihat manfaatnya untuk mendukung kebutuhan informasi maupun penelitian. Bahkan, Kelurahan Gendongan direncanakan mengikuti program Kelurahan Cinta Statistik dari Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2027.

Bapak Eryko berharap SATRIA GENDONGAN dapat terus dikembangkan, tidak hanya dalam pengelolaan data yang sudah tersedia, tetapi juga melalui perluasan cakupan pendataan. Ke depannya, sistem ini diharapkan dapat diterapkan di kelurahan lain dan terintegrasi dengan basis data Satu Data Salatiga. Dengan begitu, data kewilayahan yang tertata dan mudah diakses dapat menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebijakan strategis sekaligus mendukung peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Please follow and like us:
Pin Share

No responses yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *