Bukan sekadar hiasan menyambut perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia ke-71, grup indie-rock Efek Rumah Kaca melepas sebuah singel non-album berjudul “Merdeka” pada 12 Agustus 2016. Uniknya, lagu ini sebenarnya materi lama yang sudah ditulis sejak tahun 2006 oleh sang bassis, Adrian Yunan Faisal, namun sempat tersimpan lama sebelum akhirnya digarap ulang. Lewat lagu ini juga, ERK memberikan kejutan manis karena vokal utama gak cuma diisi oleh Cholil Mahmud, melainkan porsi bernyanyi Adrian yang jauh lebih besar, sekaligus menandai masuknya Poppie Airil sebagai personel baru mereka.
Bagi para Teman Setia yang terbiasa dengan lirik puitis sarat kritik sosial dari ERK, trek ini dijamin gak bakal bikin kecewa. “Merdeka” hadir dengan lirik yang sangat lugas, mempertanyakan kembali esensi kebebasan atas ruang hidup, tanah, dan air bagi rakyat kecil di era modern. Alih-alih membawakan aransemen yang riuh, musiknya justru dikemas secara minimalis namun tetap berhasil menyalurkan emosi yang dalam dan menohok sanubari.
Pstt… kamu bisa banget request lagu Efek Rumah Kaca – Merdeka di acara STIM pukul 06.00 – 09.00 WIB dan 3PM pukul 15.00 – 18.00 WIB, ya Teman Setia!
[Lirik Lagu]
Darat, laut, udara, milik siapa?
Hajat hidup dan harkatnya untuk siapa?
Mengais tanah, membentur langit, kami bertanya
Mengering darah, memutus cinta, banyak saudara, kami bertanya
Di manakah tanah serta mata airnya?
Di manakah rumah serta bahagianya?
Miskin, takut, dan terjaga karena penjara
Makmur, aman, dan sentosa karena berdarah
Berpeluh jagung, berpeluh kesah, kami berharap
Beribu tahun, beranak pinak, tanpa terlelap, kami bertanya
Di manakah tanah serta mata airnya?
Mendambakan rumah hati lega rasanya
Kami adalah orang yang merdeka
Kami hidup dalam kebebasannya
Damai lahir batinnya
Kami adalah orang yang merdeka
Kami hidup dalam kebebasannya
Damai lahir batinnya

No responses yet