Perkembangan teknologi dan perubahan aturan membuat setiap pekerjaan menuntut kita untuk terus belajar. Begitu pula dengan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang setiap hari bertugas memberikan pelayanan kepada masyarakat. Pengetahuan yang terus diperbarui bukan hanya membantu pekerjaan menjadi lebih efektif, tetapi juga membuat pelayanan semakin cepat, tepat, dan sesuai kebutuhan warga.
Dalam Dialog Interaktif kali ini, DJ Trisna Kirana berbincang bersama Kepala BKPSDM Kota Salatiga Jumiarto, A.P., M.M., dan Ketua Tim Kerja Pengembangan Kompetensi Alun Hermanto, S.E., M.M., mengenai inovasi S-CORPU “BERIMAN” atau Salatiga ASN Corporate University, Belajar Ilmu Bermanfaat. Program ini menjadi upaya Pemerintah Kota Salatiga untuk membangun budaya belajar di kalangan ASN agar pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan dalam pekerjaan sehari-hari.
Bukan Kampus Baru, tetapi Wadah untuk Terus Belajar
Mendengar istilah Corporate University, Teman Setia mungkin membayangkan sebuah kampus lengkap dengan ruang kelas dan dosen. Padahal, S-CORPU “BERIMAN” bukanlah pembangunan universitas baru, melainkan sistem pembelajaran yang mengintegrasikan pengembangan kompetensi ASN dengan pekerjaan sehari-hari.
Melalui konsep ini, lingkungan kerja Pemerintah Kota Salatiga menjadi ruang belajar bersama. Setiap perangkat daerah dapat berbagi pengetahuan dan pengalaman sesuai bidangnya untuk meningkatkan kemampuan ASN.
Pengembangan S-CORPU “BERIMAN” juga merupakan bagian dari penerapan kebijakan nasional mengenai pembelajaran ASN secara terintegrasi, sebagaimana diatur dalam Peraturan Lembaga Administrasi Negara Nomor 6 Tahun 2023 tentang Sistem Pembelajaran Pengembangan Kompetensi Secara Terintegrasi.
Belajar Lebih Fleksibel, Tidak Harus Selalu Lewat Diklat

Selama ini, pelatihan ASN kerap identik dengan pendidikan dan pelatihan atau diklat yang memiliki jadwal serta metode tertentu. Sementara itu, S-CORPU “BERIMAN” menawarkan pendekatan pembelajaran yang lebih terintegrasi dengan aktivitas kerja.
Misalnya, seorang ASN dapat mempelajari materi melalui e-learning, kemudian mendiskusikan penerapannya bersama senior yang lebih berpengalaman. Setelah itu, pengetahuan tersebut dipraktikkan secara langsung ketika menyelesaikan tugas. Jadi, proses belajar berlangsung melalui berbagai cara, mulai dari pembelajaran formal, berbagi pengetahuan dengan orang lain, hingga pengalaman langsung di tempat kerja.
Pendekatan ini juga berpotensi menghemat waktu dan biaya karena pembelajaran dapat dilakukan tanpa selalu mengandalkan pelatihan tatap muka di luar kota. Meski demikian, S-CORPU bukan berarti menggantikan seluruh diklat yang bersifat wajib. Program ini menjadi salah satu wadah untuk mendukung pengembangan kompetensi, khususnya yang dibutuhkan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.
Mengapa ASN Harus Terus Mengembangkan Kompetensi?
Perubahan zaman membuat tuntutan terhadap pelayanan publik ikut berkembang. Aturan dapat berubah, teknologi semakin maju, dan masyarakat membutuhkan pelayanan yang semakin mudah serta cepat. Jika pengetahuan dan kemampuan ASN tidak ikut berkembang, pekerjaan berisiko tertinggal dan pelayanan kepada masyarakat menjadi kurang optimal.
Karena itu, pengembangan kompetensi bukan sekadar kegiatan tambahan, melainkan bagian penting dari tanggung jawab ASN. Berdasarkan materi yang disampaikan dalam dialog, PNS wajib memenuhi minimal 20 jam pelajaran (JP) pengembangan kompetensi dalam setahun. Sementara itu, PPPK memiliki ketentuan maksimal 24 JP per tahun
Kehadiran S-CORPU “BERIMAN” diharapkan membantu ASN memenuhi kebutuhan belajarnya dengan lebih terarah. Pembelajaran diprioritaskan berdasarkan kemampuan yang masih perlu ditingkatkan dan kaitannya dengan pekerjaan masing-masing. Jadi, ASN tidak hanya mengejar jumlah jam pelajaran atau mengumpulkan sertifikat. Hal yang lebih penting adalah bagaimana pengetahuan baru dapat membantu menyelesaikan pekerjaan, meningkatkan kinerja, dan menjawab kebutuhan masyarakat.
Info 💡: Hingga 31 Agustus, dari total 2.705 ASN di Kota Salatiga, sebanyak 905 orang (33,46 persen) telah memenuhi target pembelajaran 30 JP, sementara 1.800 orang (66,54 persen) lainnya masih belum memenuhinya.
Tujuh Komponen yang Mendukung S-CORPU “BERIMAN”
Agar proses pembelajaran berjalan terarah dan memberikan hasil yang optimal, S-CORPU “BERIMAN” dikembangkan melalui tujuh komponen yang saling berkaitan sesuai Peraturan Lembaga Administrasi Negara Nomor 6 Tahun 2023, seperti berikut:
1. Struktur ASN Corporate University
Mengatur peran setiap pihak dalam penyelenggaraan pembelajaran, mulai dari Wali Kota, Sekretaris Daerah, hingga para koordinator dan perangkat daerah sesuai bidang keahliannya.
2. Manajemen Pengetahuan (Knowledge Management)
Setiap perangkat daerah memiliki pengetahuan dan pengalaman sesuai bidang tugasnya. Pengetahuan tersebut dikelola agar dapat dibagikan dan dimanfaatkan oleh ASN lainnya.
3. Forum Pembelajaran
Menjadi wadah untuk berdiskusi dan berbagi ilmu, baik pada tingkat strategis, operasional, maupun teknis, sesuai kebutuhan pengembangan kompetensi ASN.
4. Sistem Pembelajaran
Mengatur kurikulum dan sasaran pengembangan kompetensi agar proses belajar lebih terarah serta sesuai dengan kemampuan yang perlu ditingkatkan.
5. Strategi Pembelajaran
Menentukan metode belajar yang efektif sesuai kebutuhan, mulai dari pelatihan formal, berbagi pengetahuan dengan rekan kerja, hingga praktik langsung dalam pekerjaan.
6. Teknologi Pembelajaran
BKPSDM Kota Salatiga sedang mengembangkan aplikasi e-learning khusus ASN untuk mendukung pembelajaran mandiri. Selain itu, tersedia Webinar ASN Salatiga “BERIMAN” sebagai sarana berbagi pengetahuan ant perangkat daerah yang dalam dialog telah mencapai seri keenam.
7. Integrasi Sistem
Menghubungkan hasil pengembangan kompetensi dengan sistem manajemen kepegawaian dan manajemen talenta ASN, termasuk melalui sistem Aksi ASN dan penilaian SIMATA.
Dari Webinar hingga Aplikasi E-Learning
Dalam meningkatkan budaya belajar di lingkungan ASN, BKPSDM Kota Salatiga terus mengembangkan berbagai sarana pembelajaran yang mudah diakses dan sesuai dengan kebutuhan pegawai. Salah satunya melalui pengembangan aplikasi e-learning khusus ASN yang nantinya diharapkan dapat dimanfaatkan untuk mengakses materi pembelajaran secara mandiri.
Sambil menyiapkan aplikasi tersebut, BKPSDM juga menyelenggarakan Webinar ASN Salatiga “BERIMAN”. Kegiatan ini menjadi wadah bagi para pakar maupun ASN dari berbagai perangkat daerah untuk berbagi pengetahuan, pengalaman, dan inovasi yang dapat diterapkan dalam pekerjaan. Kini webinar “BERIMAN” telah memasuki seri keenam.
Ke depannya, setiap perangkat daerah diharapkan dapat turut menjadi narasumber dan membagikan keahlian masing-masing. S-CORPU “BERIMAN” juga membuka peluang kolaborasi dengan perguruan tinggi, lembaga swadaya masyarakat (LSM), dan media massa untuk memperkaya materi pembelajaran serta mendukung pengembangan kompetensi ASN.
Apa Dampaknya bagi Masyarakat?
Dampaknya tidak hanya terasa pada ASN saja, namun masyarakat juga diharapkan merasakan hasilnya melalui pelayanan yang semakin baik.
Bayangkan ketika Teman Setia mengurus dokumen di kantor pelayanan. Petugas yang memahami aturan terbaru dapat memberikan informasi dengan lebih tepat. ASN yang terampil menggunakan teknologi juga berpeluang menyelesaikan pekerjaan dengan lebih efisien. Sementara itu, kemampuan komunikasi dan empati yang terus diasah dapat membantu masyarakat merasa lebih nyaman ketika membutuhkan layanan pemerintah. Tentunya sangat mempermudah kebutuhan Teman Setia, bukan?
Bapak Alun Hermanto mengibaratkan ASN sebagai koki, sedangkan pelayanan masyarakat adalah masakan yang disajikan. Agar menghasilkan masakan yang baik, seorang koki perlu terus belajar, memperbarui pengetahuan, dan meningkatkan keterampilannya. Begitu pula ASN yang harus terus mengembangkan kompetensi agar dapat memberikan pelayanan terbaik.
Dengan kata lain, keberhasilan S-CORPU “BERIMAN” tidak cukup diukur dari banyaknya kegiatan belajar yang terlaksana atau sertifikat yang diperoleh. Hasilnya perlu terlihat pada peningkatan kinerja ASN dan kepuasan masyarakat terhadap pelayanan yang diterima.
Belajar sebagai Kebiasaan, Bukan Sekadar Kewajiban
Bapak Jumiarto mengajak seluruh ASN di lingkungan Pemerintah Kota Salatiga untuk memanfaatkan S-CORPU “BERIMAN” sebagai ruang belajar dan berbagi pengetahuan. ASN diharapkan aktif mengikuti kegiatan pembelajaran yang tersedia serta memanfaatkan teknologi yang sedang dikembangkan untuk meningkatkan kemampuan sesuai kebutuhan pekerjaan.
Ia juga menekankan pentingnya menjadikan belajar sebagai bagian dari gaya hidup. Sebab, tanpa kemauan untuk terus memperbarui pengetahuan, ASN akan semakin sulit mengikuti perkembangan teknologi, informasi, dan kebutuhan masyarakat.
Sementara itu, bagi masyarakat, harapannya manfaat program ini dapat dirasakan melalui pelayanan yang semakin profesional, tanggap, dan berkualitas. Dengan semangat “ASN Kompeten, Salatiga Hebat”, S-CORPU “BERIMAN” diharapkan menjadi langkah berkelanjutan untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia sekaligus meningkatkan mutu pelayanan publik di Kota Salatiga.
Sebab, ilmu yang bermanfaat bukan hanya ilmu yang berhasil dipelajari, tetapi juga ilmu yang diterapkan dan membawa perubahan nyata bagi orang lain.

No responses yet