Kebakaran bisa terjadi ketika kita sedang lengah. Api dari kompor, korsleting listrik, pembakaran sampah, hingga puntung rokok yang dibuang sembarangan mungkin terlihat sepele, tetapi jika tidak dikendalikan bisa berkembang menjadi kebakaran yang menyebabkan kerugian harta benda bahkan mengancam keselamatan jiwa. Karena itu, pencegahan dan penanganan kebakaran bukan hanya menjadi tugas petugas pemadam kebakaran, tetapi juga membutuhkan peran masyarakat.
Dialog Interaktif kali ini, DJ Gita Nugraha bersama Kabid Pemadam Kebakaran Satpol PP Kota Salatiga, Ponco Margono Hasan, S.M yang membahas sebuah inovasi bernama SIGAP KITA atau Sistem Mitigasi Pencegahan Kebakaran Terintegrasi. Aksi perubahan ini dirancang untuk memperkuat upaya pencegahan kebakaran sekaligus melibatkan masyarakat dalam penanganan sejak tahap awal.
Mengapa SIGAP KITA Dibutuhkan?
Berdasarkan data statistik 2025, Kota Salatiga memiliki sekitar 199.350 penduduk dengan wilayah seluas sekitar 54,98 kilometer persegi. Kepadatan penduduk, kawasan perdagangan dan industri, serta lahan kering menjadi beberapa kondisi yang perlu diperhatikan dalam upaya pencegahan kebakaran.
Kesadaran masyarakat dalam menggunakan api juga masih menjadi tantangan. Pembakaran sampah yang tidak diawasi, puntung rokok, korsleting listrik, penggunaan kompor gas, hingga mesin yang terlalu panas menjadi sejumlah penyebab kebakaran. Data yang disampaikan menunjukkan terdapat 78 kejadian kebakaran pada 2024, 58 kejadian pada 2025, dan 48 kejadian pada 2026 yang tercatat terjadi di dalam maupun luar Salatiga.
Di sisi lain, penanganan kebakaran masih menghadapi keterbatasan personel dan sarana prasarana. Personel piket lapangan yang tersedia saat ini masih terbatas, sementara kebutuhan pelayanan cukup luas. Kondisi hidran juga menjadi perhatian. Dari 23 hidran yang terdata di Kota Salatiga, 21 berada dalam kondisi rusak berat dan dua lainnya masih dapat digunakan tetapi memiliki kendala debit air.
Info 💡: Ke depannya, kondisi dan lokasi hidran tersebut ditargetkan dapat dipetakan secara digital. Data ini diharapkan membantu petugas mengetahui sarana yang tersedia dan menjadi bahan pertimbangan dalam penanganan kebakaran.
Kondisi tersebut membuat penanganan kebakaran tidak cukup hanya mengandalkan petugas ketika api sudah membesar. Menit-menit awal sangat penting untuk mencegah api meluas. Karena itu, SIGAP KITA mendorong keterlibatan masyarakat sekaligus memperkuat koordinasi antara Damkar, pemerintah, dan berbagai pihak terkait.
Redkar Jadi Garda Awal di Lingkungan Kelurahan
Salah satu bagian utama SIGAP KITA adalah pembentukan Relawan Pemadam Kebakaran atau Redkar di tingkat kelurahan. Relawan ini diharapkan dapat menjadi pihak yang membantu melakukan penanganan awal sebelum petugas Damkar tiba di lokasi.
Pembentukan Redkar akan dilakukan secara bertahap. Dua kelurahan akan menjadi wilayah percontohan, kemudian ditargetkan berkembang menjadi 10 kelurahan dalam enam bulan dan mencakup seluruh 23 kelurahan dalam jangka waktu 18 bulan.
Setiap kelurahan ditargetkan memiliki lima relawan aktif. Jika seluruh kelurahan telah memiliki Redkar, maka akan ada tambahan 115 relawan yang dapat membantu memperkuat kesiapsiagaan masyarakat. Pembentukan kelompok tersebut dilakukan melalui koordinasi dengan pihak kelurahan, penetapan anggota melalui surat keputusan, kemudian dilanjutkan dengan pelatihan. Respons para lurah terhadap rencana ini disebut cukup baik. Sebelumnya memang sudah terdapat relawan kebakaran di tingkat kota, tetapi belum ada kelompok relawan yang terstruktur di masing-masing kelurahan.
Bukan Hanya Belajar Memadamkan Api
Pelatihan Redkar tidak hanya berfokus pada cara memadamkan api saja, Teman Setia. Relawan juga akan mendapatkan edukasi mengenai pencegahan kebakaran, terutama dari sumber yang sering ditemukan di rumah. Contohnya seperti keselamatan penggunaan kompor dan gas, bahaya korsleting serta instalasi listrik yang tidak sesuai standar, cara mengenali bahan yang mudah terbakar, hingga langkah awal ketika terjadi kebakaran.
Relawan juga akan dilatih menggunakan APAR atau Alat Pemadam Api Ringan serta mengenali cara penanganan api kecil dengan alat sederhana yang sesuai. Selain itu, mereka akan mendapatkan pembekalan mengenai jalur evakuasi dan cara membantu warga, termasuk anak-anak, lansia, maupun kelompok rentan lainnya, untuk keluar dari lokasi berbahaya.
Edukasi juga diarahkan agar dapat diteruskan kepada masyarakat melalui lingkungan yang sudah ada, seperti PKK, RT, dan Karang Taruna. Dengan begitu, Redkar tidak hanya berperan ketika kebakaran terjadi, tetapi juga menjadi penggerak edukasi pencegahan di lingkungannya
Pelaporan Kebakaran Dibuat Lebih Mudah
Selain mengandalkan relawan, SIGAP KITA juga memanfaatkan teknologi melalui WhatsApp Gateway. Sistem ini disiapkan sebagai saluran pelaporan dan koordinasi agar masyarakat lebih mudah menyampaikan informasi ketika terjadi kebakaran maupun kondisi darurat lainnya. Laporan yang masuk nantinya dapat diteruskan kepada pihak yang berkepentingan, meliputi Damkar, Satpol PP, BPBD, kepolisian, PLN, PMI, dan pemerintah kelurahan.
Info 💡: Teman Setia dapat melihat hasil laporan yang diterima lewat Instagram @pemadam_kebakaran_salatiga
Dengan adanya saluran komunikasi bersama, penanganan kejadian diharapkan dapat lebih cepat karena informasi bisa langsung diteruskan kepada pihak yang dibutuhkan di lapangan. Selain itu, masyarakat juga tidak perlu mempelajari sistem pelaporan baru yang lebih rumit untuk menyampaikan informasi ketika terjadi keadaan darurat.
Panduan Mitigasi Bisa Diakses Lewat QR Code
Upaya pencegahan juga didukung dengan penyediaan panduan mitigasi kebakaran dalam bentuk digital. Panduan tersebut dikemas dalam e-book yang dapat diakses masyarakat melalui QR Code. Isinya memuat informasi mengenai langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah kebakaran maupun menghadapi kondisi darurat ketika kebakaran terjadi.
QR Code tersebut nantinya dapat ditempatkan di lokasi yang mudah ditemukan masyarakat, seperti pos ronda, balai RW, dan kantor kelurahan. Dengan begitu, warga tidak perlu mencari informasi secara terpisah ketika membutuhkan panduan. Cukup dengan memindai QR Code, panduan mitigasi dapat diakses atau Teman Setia bisa mengaksesnya lewat tautan ini.
Dengan berbagai langkah tersebut, SIGAP KITA tidak hanya diarahkan untuk mempercepat respons ketika kebakaran terjadi, tetapi juga membangun kesiapsiagaan sejak dari lingkungan masyarakat. Mengenali sumber risiko, mengetahui langkah yang harus dilakukan, serta segera melaporkan kejadian menjadi bagian penting dalam mencegah kebakaran berkembang lebih besar. Jadi, Teman Setia, pencegahan kebakaran bukan hanya tentang siapa yang datang memadamkan api, tetapi juga tentang bagaimana kita bersama-sama mencegah dan menghadapi risikonya sejak awal.

No responses yet