Donor darah sering kali dianggap sebagai kegiatan sukarela biasa. Padahal, setetes darah yang disumbangkan seseorang dapat menjadi harapan hidup bagi pasien yang sedang berjuang melawan penyakit atau mengalami kondisi darurat. Ketersediaan darah yang aman dan mencukupi menjadi salah satu faktor penting dalam pelayanan kesehatan, sehingga partisipasi masyarakat dalam kegiatan donor darah sangat dibutuhkan.
Pada NGOBRAS kali ini, Dj Gita Nugraha berbincang bersama dr. Lina Nur Irmawati, Sp.PK., M.Sc dari RSUD dr. Soebarkat Tjitrodarmodjo Kota Salatiga mengenai pentingnya donor darah. Mulai dari pengertian donor darah, manfaat bagi pendonor, persyaratan yang harus dipenuhi, hingga proses yang harus dilalui sebelum darah dapat diberikan kepada pasien yang membutuhkan.
Kegiatan Donor Darah, Penyelamat Jiwa
Setiap menit terdapat satu orang di Indonesia yang membutuhkan transfusi darah. Kebutuhan tersebut dapat berasal dari pasien yang mengalami kecelakaan, kehilangan darah akibat luka berat, maupun penderita berbagai penyakit seperti anemia, hemofilia, thalasemia, leukemia, dan kanker darah lainnya. Karena itu, ketersediaan darah yang cukup dan aman menjadi salah satu faktor penting dalam pelayanan kesehatan.
Dalam memenuhi kebutuhan tersebut, PMI menjadi salah satu organisasi yang secara sah membantu pemerintah dalam penyediaan pelayanan darah, transfusi darah, serta berbagai kegiatan sosial kemanusiaan. Melalui kegiatan donor darah, stok darah di bank darah dapat terus terjaga sehingga siap digunakan saat ada pasien yang membutuhkan.
Donor darah sendiri merupakan kegiatan pengambilan darah dari seseorang yang kemudian dikelola oleh PMI atau unit pelayanan darah rumah sakit untuk diberikan kepada pasien. Kegiatan ini dilakukan secara sukarela tanpa adanya paksaan. Selain membantu memenuhi kebutuhan darah, donor darah juga menjadi bentuk kepedulian nyata terhadap sesama karena darah yang didonorkan dapat membantu menyelamatkan nyawa orang lain.
Syarat dan Persiapan Sebelum Donor Darah
Tidak semua orang dapat langsung mendonorkan darahnya, Teman Setia. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu:
- Berusia 17–60 tahun agar kondisi fisik dinilai cukup aman untuk mendonorkan darah.
- Memiliki berat badan minimal 45 kilogram karena volume darah dalam tubuh sudah mencukupi untuk diambil sebagian.
- Tekanan darah dalam batas normal, yaitu sistolik 90–160 mmHg dan diastolik 60–100 mmHg.
- Kadar hemoglobin 12,5–17 gram per desiliter yang akan diperiksa melalui sampel darah dari ujung jari.
- Tidak sedang menderita penyakit kronis atau penyakit tertentu yang dapat memengaruhi keamanan darah bagi penerima transfusi.
Selain memenuhi persyaratan tersebut, calon pendonor juga perlu mempersiapkan diri agar proses donor berjalan lancar. Beberapa hal yang dianjurkan sebelum donor darah antara lain:
- Istirahat yang cukup agar tubuh dalam kondisi prima saat donor dilakukan.
- Mengonsumsi makanan bergizi untuk membantu menjaga kondisi tubuh dan kualitas darah.
- Memperbanyak minum air putih guna mencegah dehidrasi selama proses donor.
- Datang dalam kondisi sehat dan bugar sehingga donor dapat dilakukan dengan aman.
Sementara itu, ada beberapa hal yang sebaiknya dihindari sebelum donor darah, yaitu:
- Mengonsumsi makanan berlemak berlebihan, terutama bagi pendonor yang menjalani donor aferesis, karena dapat memengaruhi kualitas darah dan memperlambat proses pengambilan komponen darah.
- Melakukan aktivitas fisik yang terlalu berat menjelang donor karena dapat menyebabkan tubuh menjadi lebih cepat lelah.
- Memaksakan diri mendonor saat kondisi tubuh kurang fit karena dapat meningkatkan risiko munculnya keluhan seperti pusing atau lemas setelah donor.
Bagi Teman Setia yang ingin menjadi pendonor rutin, donor darah dapat dilakukan setiap 12 minggu atau sekitar tiga bulan sekali. Dengan memenuhi persyaratan dan melakukan persiapan yang tepat, donor darah dapat berlangsung lebih nyaman sekaligus memberikan manfaat bagi mereka yang membutuhkan transfusi darah.
Manfaat Donor Darah Bagi Kesehatan Pendonor
Manfaat dan Efek Samping Donor Darah bagi Pendonor
Selain membantu menyelamatkan nyawa orang lain, donor darah juga dapat memberikan sejumlah manfaat bagi kesehatan pendonor. Beberapa manfaat tersebut antara lain:
1. Mengurangi kekentalan darah
Donor darah dapat membantu mengurangi kekentalan darah, terutama pada laki-laki yang umumnya memiliki kadar hemoglobin lebih tinggi dibandingkan perempuan. Ketika darah terlalu kental, jantung harus bekerja lebih keras untuk memompakannya ke seluruh tubuh. Dengan berkurangnya kekentalan darah, aliran darah dapat menjadi lebih lancar sehingga sistem peredaran darah dapat bekerja dengan lebih optimal.
2. Membantu Menjaga Kesehatan Pembuluh Darah
Aliran darah yang lancar berperan penting dalam menjaga kesehatan pembuluh darah. Saat kekentalan darah berada dalam batas normal, risiko terjadinya gangguan pada pembuluh darah dapat berkurang. Karena itu, donor darah secara tidak langsung dapat membantu menjaga fungsi pembuluh darah agar tetap bekerja dengan baik dalam mendistribusikan oksigen dan nutrisi ke seluruh tubuh.
3. Berpotensi Mengurangi Risiko Penyakit Kardiovaskular
Darah yang tidak terlalu kental dapat membantu menurunkan risiko berbagai penyakit yang berkaitan dengan pembuluh darah dan sistem peredaran darah. Beberapa di antaranya adalah hipertensi, penyakit jantung, stroke, serta gangguan pembuluh darah lainnya. Meski demikian, donor darah bukanlah satu-satunya cara untuk mencegah penyakit tersebut dan tetap perlu didukung dengan pola hidup sehat.
4. Membantu Memantau Kondisi Kesehatan
Sebelum mendonorkan darah, setiap calon pendonor akan menjalani proses skrining kesehatan. Pemeriksaan ini meliputi pengecekan tekanan darah, kadar hemoglobin, serta wawancara singkat mengenai kondisi kesehatan. Melalui proses tersebut, pendonor dapat mengetahui apakah kondisi tubuhnya sedang dalam keadaan baik untuk melakukan donor darah.
Meskipun donor darah umumnya aman dilakukan, beberapa pendonor dapat mengalami efek samping ringan setelah proses donor. Menurut dr. Lina , kondisi ini tergolong wajar dan biasanya hanya berlangsung sementara. Beberapa efek samping yang dapat muncul antara lain:
1. Pusing atau lemas
Setelah mendonorkan darah, sebagian orang dapat merasakan pusing atau tubuh terasa lebih lemas. Kondisi ini biasanya terjadi karena tubuh sedang menyesuaikan diri setelah kehilangan sejumlah volume darah.
2. Mual
Beberapa pendonor juga dapat mengalami mual setelah donor darah. Selain faktor fisik, kondisi ini sering kali dipengaruhi oleh kesiapan psikologis pendonor, terutama bagi mereka yang baru pertama kali melakukan donor darah.
3. Memar di area bekas tusukan jarum
Efek samping lain yang cukup sering terjadi adalah munculnya memar di sekitar area pengambilan darah. Kondisi ini umumnya tidak berbahaya dan akan hilang dengan sendirinya dalam beberapa hari.
Untuk mengurangi risiko efek samping tersebut, pendonor dianjurkan beristirahat sejenak setelah donor, memperbanyak minum air putih, serta menghindari aktivitas fisik yang terlalu berat selama beberapa waktu. Dengan kondisi tubuh yang sehat dan persiapan yang baik, sebagian besar pendonor dapat menjalani donor darah dengan aman dan nyaman.
Proses Pengolahan Darah Sebelum Diberikan kepada Pasien
Proses Pengolahan Darah Sebelum Diberikan kepada Pasien
Darah yang telah didonorkan tidak dapat langsung diberikan kepada pasien. Sebelum digunakan untuk transfusi, darah harus melalui serangkaian pemeriksaan untuk memastikan keamanannya. Proses ini penting agar darah yang diberikan tidak membahayakan pasien dan sesuai dengan kebutuhan medis.
Tahap pertama yang dilakukan adalah uji saring untuk mendeteksi kemungkinan adanya penyakit infeksi yang dapat ditularkan melalui darah, seperti HIV, hepatitis B, hepatitis C, dan sifilis. Jika hasil pemeriksaan menunjukkan darah aman digunakan, proses selanjutnya adalah pencocokan atau crossmatch antara darah donor dan darah pasien.
Pemeriksaan crossmatch diperlukan karena darah dengan golongan yang sama belum tentu cocok untuk setiap pasien. Apabila ditemukan ketidakcocokan, petugas akan mencari kantong darah lain yang lebih sesuai sehingga transfusi dapat dilakukan dengan aman dan meminimalkan risiko terjadinya reaksi transfusi.
Menariknya, satu kantong darah donor yang berisi sekitar 350 cc darah tidak selalu diberikan dalam bentuk utuh kepada pasien. Darah tersebut dapat diolah menjadi beberapa komponen, seperti sel darah merah, trombosit, dan plasma. Karena itu, satu kantong darah yang didonorkan dapat membantu lebih dari satu pasien sesuai kebutuhan pengobatannya.
Pelayanan Transfusi di RSUD dr. Soebarkat Tjitrodarmodjo Kota Salatiga
RSUD dr. Soebarkat Tjitrodarmodjo Kota Salatiga telah menyediakan layanan transfusi darah bagi pasien yang membutuhkan. Namun, untuk ketersediaan stok darah, rumah sakit masih mengandalkan pasokan dari PMI. Karena itu, kerja sama antara PMI dan rumah sakit menjadi sangat penting untuk memastikan kebutuhan darah pasien dapat terpenuhi dengan baik.
Bagi Teman Setia yang ingin menjadi bagian dari aksi kemanusiaan ini, donor darah dapat dilakukan di PMI Kota Salatiga yang berada di seberang RSUD dr. Soebarkat Tjitrodarmodjo Kota Salatiga. Layanan donor darah tersedia setiap hari pukul 07.00–19.00 WIB, sedangkan untuk donor darah pengganti dapat dilakukan sewaktu-waktu sesuai kebutuhan pasien. Melalui satu kantong darah yang didonorkan, setiap orang memiliki kesempatan untuk membantu menyelamatkan nyawa sesama.
Momentum Hari Donor Darah Sedunia yang diperingati setiap 14 Juni menjadi pengingat bahwa kebutuhan darah tidak pernah berhenti. Karena itu, partisipasi masyarakat dalam kegiatan donor darah sangat dibutuhkan untuk menjaga ketersediaan stok darah yang aman dan mencukupi. Melalui semangat “Setetes Kemanusiaan, Donasikan Darah, Selamatkan Nyawa”, setiap pendonor dapat menjadi bagian dari upaya kemanusiaan yang memberi harapan bagi banyak orang.

No responses yet