Belajar dan mengembangkan keterampilan tidak selalu harus dilakukan di ruang kelas atau tempat pelatihan formal. Lingkungan sekitar juga dapat menjadi ruang bagi masyarakat untuk saling berbagi pengetahuan, mengembangkan kemampuan, serta menghasilkan berbagai karya yang memiliki nilai manfaat dan ekonomi. Semangat pemberdayaan inilah yang terus dikembangkan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat di Kota Salatiga.

Seiring perkembangannya, peran PKK tidak hanya berkaitan dengan kegiatan yang ditujukan bagi kaum perempuan, tetapi juga semakin diarahkan pada pemberdayaan masyarakat secara lebih luas. Setiap warga memiliki kesempatan untuk terlibat sesuai dengan potensi dan kebutuhan di lingkungannya. Dalam Dialog Interaktif kali ini, DJ Gita Nugraha bersama Ina Siah, S.Pd., M.Pd. selaku Ketua Pokja II TP PKK Kota Salatiga dan Rosidah, S.E. selaku Sekretaris Pokja II TP PKK Kota Salatiga membahas upaya pengembangan pendidikan, keterampilan, dan ekonomi masyarakat melalui Gelari Pelangi serta Rumah Dilan.

Mengenal Gelari Pelangi dan Rumah Dilan

Gelari Pelangi merupakan singkatan dari Gerakan Keluarga Indonesia dalam Peningkatan Pendidikan dan Keterampilan, serta Peningkatan Ekonomi. Program unggulan Pokja II TP PKK Kota Salatiga ini berfokus pada dua hal utama, yaitu peningkatan pendidikan dan keterampilan serta pengelolaan ekonomi keluarga. Melalui program ini, masyarakat diharapkan dapat meningkatkan kemampuan sekaligus mengembangkan potensi yang dimiliki.

Sebagai salah satu upaya dalam menjalankan gerakan ini, dibentuk Rumah Dilan atau Rumah Pendidikan dan Keterampilan sebagai proyek percontohan. Rumah Dilan menjadi ruang bagi masyarakat untuk belajar, berbagi pengetahuan, serta mengembangkan keterampilan sesuai dengan potensi di masing-masing wilayah.

Rumah Dilan tidak harus berada di gedung khusus. Bangunan milik pemerintah atau masyarakat yang sudah tidak digunakan maupun rumah warga dapat dimanfaatkan sebagai tempat kegiatan. Konsep tersebut membuat Rumah Dilan dapat menyesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan setiap wilayah.

Kegiatan yang tersedia juga terbuka bagi masyarakat dari berbagai kelompok usia. Anak-anak PAUD, penyandang disabilitas, bapak-bapak, hingga lansia dapat ikut terlibat sesuai dengan kegiatan yang tersedia. Hal ini sejalan dengan perkembangan peran PKK yang tidak hanya melibatkan kaum perempuan, tetapi juga membuka ruang partisipasi masyarakat secara lebih luas. Bahkan, di tingkat Kota Salatiga saat ini terdapat mahasiswa laki-laki yang turut terlibat dalam kegiatan PKK.

Beragam Kegiatan Sesuai Potensi Wilayah

Rumah Dilan saat ini telah hadir di seluruh 23 kelurahan di Kota Salatiga, dengan jumlah mencapai 27 Rumah Dilan. Beberapa kelurahan memiliki lebih dari satu Rumah Dilan, seperti Kelurahan Dukuh dan Sidorejo Kidul.

Setiap bulan, Pokja II melakukan Turun ke Bawah atau Turbar untuk memantau kegiatan yang berjalan di masing-masing wilayah. Hasil pemantauan nantinya akan menjadi bahan evaluasi untuk melihat perkembangan program, kebutuhan pembinaan, serta kegiatan yang masih dapat dikembangkan.

Kegiatan di setiap Rumah Dilan tidak harus sama karena disesuaikan dengan potensi dan kebutuhan masyarakat setempat. Salah satunya Rumah Dilan Budidaya Makmur di Kumpulrejo yang memanfaatkan gedung PAUD yang sudah lama tidak digunakan. Masyarakat di sana melakukan berbagai kegiatan, seperti pembuatan komposter, kerajinan dari ulat bulu, gantungan kunci, dan berbagai produk lainnya.

Selain keterampilan, Rumah Dilan juga dapat menjadi ruang edukasi bagi masyarakat. Di Budidaya Makmur, misalnya, dilakukan sosialisasi mengenai pentingnya wajib belajar 13 tahun. Kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pentingnya pendidikan sejak usia dini.

Sementara itu, Rumah Dilan di Sidorejo Kidul memiliki kegiatan les bahasa Inggris dan membaca Al-Qur’an. Di Kelurahan Kecandran, Rumah Dilan Srikandi memanfaatkan kain perca untuk diolah menjadi tas dan gantungan kunci. Dengan demikian, kegiatan Rumah Dilan tidak selalu harus menghasilkan produk. Berbagai kegiatan yang dapat meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kapasitas masyarakat juga dapat dikembangkan.

Bagi Teman Setia yang ingin bergabung, Rumah Dilan terbuka untuk siapa saja (tentunya berasal dari wilayah yang sama, ya) dan tanpa biaya. Masyarakat dapat mendatangi sekretariat Rumah Dilan atau menghubungi kader PKK di wilayah masing-masing. Peserta harus merupakan warga Kota Salatiga yang dibuktikan dengan KTP Salatiga. Setelah bergabung, peserta juga diharapkan memiliki komitmen untuk mengembangkan kegiatan bersama dan tetap menjadi bagian dari Rumah Dilan.

Dari Keterampilan hingga Akses Pemasaran

Menghasilkan produk merupakan salah satu tahap dalam pemberdayaan masyarakat. Tantangan berikutnya adalah memastikan produk yang dihasilkan dapat dikenal dan memiliki akses ke pasar. Karena itu, Pokja II TP PKK Kota Salatiga juga membangun kerja sama dengan berbagai pihak untuk membantu pemasaran produk Rumah Dilan.

Beberapa mitra yang telah bekerja sama antara lain Benang Raja, Dekranasda, dan Sae Park. Sejumlah mitra menyediakan etalase untuk menampilkan hasil kerajinan dan produk fashion dari Rumah Dilan sehingga masyarakat memiliki ruang untuk memperkenalkan produknya kepada calon pembeli.

Dukungan juga datang dari berbagai organisasi perangkat daerah, seperti Dinas Koperasi, Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja, Dinas Pariwisata, serta DP3APPKB. Kerja sama tersebut dapat berupa pelatihan, pengembangan pemasaran, maupun kesempatan mengikuti bazar dan kegiatan lainnya sebagai sarana promosi.

Dari bidang akademik, Pokja II bekerja sama dengan UKSW melalui kegiatan capacity building. Pendampingan tersebut mencakup berbagai hal, mulai dari pemahaman mengenai branding hingga penyusunan program Rumah Dilan. Pendampingan juga dilakukan secara berkelanjutan dengan kunjungan langsung ke Rumah Dilan.

Galeri Pelangi juga telah memiliki petunjuk teknis sebagai acuan mengenai berbagai kegiatan yang dapat dilakukan di Rumah Dilan. Sebelum program dijalankan, masyarakat diberikan pemahaman mengenai kegiatan yang akan dikembangkan sehingga pelaksanaannya dapat disesuaikan dengan potensi masing-masing wilayah.

Produk Dikembangkan dengan Ciri Khas Masing-Masing

Ilustrasi toko yang menjual hasil rajutan handmade (Luba Glazunova/unsplash)

Setiap Rumah Dilan didorong untuk menghasilkan produk yang memiliki ciri khas tersendiri. Apabila terdapat kesamaan ide atau produk antarwilayah, Pokja II akan memberikan arahan agar produk dapat dikembangkan lebih lanjut. Dengan cara ini, setiap Rumah Dilan dapat memiliki karakter produk yang berbeda sekaligus mendorong kreativitas dan inovasi masyarakat.

Beberapa produk yang telah dihasilkan antara lain gantungan kunci dari kluwek dari Blotongan dan tas HP rajut dari Noborejo. Untuk saat ini, produk yang dikembangkan masih didominasi kerajinan. Namun, kegiatan pelatihan di bidang boga tetap dapat dilakukan apabila terdapat potensi dan kebutuhan masyarakat.

Setiap produk yang akan dipasarkan melalui jaringan mitra juga melalui proses kurasi. Kualitas produk menjadi salah satu hal yang diperhatikan, termasuk kemasan atau packaging yang dapat meningkatkan daya tarik produk. Masing-masing Rumah Dilan juga melakukan pemeriksaan kualitas atau quality control (QC) sebelum produk masuk ke tahap pemasaran. Kesiapan produk juga menjadi perhatian. Rumah Dilan diharapkan memiliki ready product sehingga ketika memperoleh pesanan dalam jumlah besar, produk dapat segera diproses dan dikirim kepada pembeli.

Mendorong Kegiatan yang Berkelanjutan

Pemberdayaan melalui Rumah Dilan tidak hanya diarahkan pada kemampuan menghasilkan produk, tetapi juga pada keberlanjutan kegiatan dan manfaatnya bagi masyarakat, Teman Setia. Salah satunya dengan memanfaatkan potensi serta bahan baku yang tersedia di lingkungan sekitar.

Hal ini menjadi penting ketika Rumah Dilan memperoleh pesanan dalam jumlah besar. Karena Rumah Dilan berada di bawah Rumah PKK Kelurahan, kas dapat digunakan terlebih dahulu untuk membantu kebutuhan produksi dan kemudian dikembalikan setelah kegiatan berjalan. Benang Raja juga menyediakan etalase khusus untuk menampilkan produk Rumah Dilan serta memberikan pembayaran secara tunai untuk pesanan yang telah dipenuhi. Dukungan serupa juga diberikan Dekranasda dan Sae Park melalui penyediaan etalase bagi produk kerajinan dan fashion Rumah Dilan.

Keberadaan Rumah Dilan diharapkan dapat memberikan dampak yang lebih luas bagi keluarga dan masyarakat Kota Salatiga. Tidak hanya menjadi tempat menghasilkan produk, Rumah Dilan juga dapat dimanfaatkan sebagai wadah edukasi dan pembelajaran sepanjang hayat untuk mengembangkan kompetensi serta potensi masyarakat.

Dengan dukungan berbagai pihak, baik dari sektor industri maupun akademisi, kegiatan Rumah Dilan diharapkan terus berkembang dan menghadirkan program yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Potensi serta produk yang dihasilkan juga diharapkan dapat berkembang lebih luas, sehingga Gerakan Gelari Pelangi turut mendorong terwujudnya sumber daya manusia Kota Salatiga yang unggul dan berdaya saing.

Please follow and like us:
Pin Share

No responses yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *