Hai teman setia! Aku Doni Irawan mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) 2018 Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Salatiga. Berikut adalah kisah pribadiku selama menjadi teman magang di Radio Suara Salatiga. Aku sudah akrab dengan dunia radio sejak duduk di bangku SD. Dulu di rumah belum memiliki televisi, jadi setiap pagi siang sore sampai malam nyaris ditemani iringan suara tape radio. Dewasa ini aku juga sesekali masih menyimak radio namun tidak sesering dulu. Keakrabanku dengan frekuensi radio bisa jadi terinternalisasi ke alam bawah sadarku dan yang kemudian menghantarkanku menjadi teman magang di Radio Suara Salatiga.

Meski cukup singkat, aku merasa bahagia. Dikelilingi dengan orang – orang yang penuh semangat, optimisme tinggi dan begitu suportif. Radio Suara Salatiga menjadi media untukku menimba ilmu secara praktis yang secara garis besar dalam lingkup komunikasi. Mulai dari penyiaran (broadcasting), kepenulisan artikel di website, produksi audio dan kehumasan. Sebuah titik fokus topik yang sudah aku pelajari di bangku kuliah baik secara mandiri serta bersama pada Dosen.

Beberapa kesan yang cukup mendalam untukku adalah bisa ikut siaran langsung atau on air bersama DJ Icha Fellicia dan Roy Arjuna di acara Taman Sari dan Depot Ambyar. Sebuah acara yang memutarkan tembang campur sari, keroncong dan pop jawa. Sengaja aku memilih acara tersebut karena ingin menantang diri untuk bisa bercakap secara luwes dengan bahasa jawa ngoko dan krama alus. Selain itu juga bertemu dengan sosok inspiratif seperti Bu Gita Nugraha yang menjadi sosok Ibu nan membimbing dengan penuh welas asih selama magang di Radio Suara Salatiga. Bertemu dengan semua para crew SS FM yang sangat ramah dan murah senyum. Serta dipersatukan dengan kelompok dengan individu-individu yang variatif membuatku belajar untuk lebih memahami manusia dan makna akan kemanusiaan. Mengalami kesempatan untuk berada di lingkungan yang demikian ini membuatku bersyukur. Memang bukan sebuah korporasi yang terkenal atau eksklusif, bukan juga menjanjikan pekerjaan dengan pangkat yang tinggi, tidak pula menjanjikan popularitas. Tapi untukku dikelilingi dengan orang-orang yang optimis, progresif, welas asih dan humoris sebagaimana yang ku temui di keluarga Radio Suara Salatiga menurutku sudah lebih dari cukup dan sebuah kenikmatan yang patut untuk disyukuri.

Yang paling penting adalah memiliki prinsip berpikir yang terbuka dan memiliki kemauan untuk terus berkembang. Terus memiliki harapan dan mimpi-mimpi serta memiliki kemauan untuk berusaha mewujudkannya. Aku percaya bahwa kesempatan serta kesuksesan akan selalu ada bagi manusia yang mau berdoa, berjuang dan berusaha. Orang bijak mengatakan “di mana ada kemauan, di situlah ada jalan”. Kita menciptakan takdir kita sendiri melalui keputusan-keputusan yang kita ambil pada setiap detik, menit, jam dan hari.

Aku melihat episode magang dalam perkuliahan sebagai waktu untuk memperluas relasi dan mempraktikkan ilmu teoritis. Yang harapannya bisa membuka peluang untuk bisa terjun bersaing di dunia kerja. Namun lebih dari itu, aku merasa episode magang menjadi waktu untuk memperkaya cakrawala berpikir, kemampuan beradaptasi pada lingkungan yang baru dan menjadi salah satu media untuk menggali dan memperkenal jati diri sendiri secara lebih dalam. Lagi dan lagi.

Doni Irawan

Bagikan Dengan Sekali Klik: