Teman Setia, berikut inilah sejarah berdirinya Radio Suara Salatiga 99.9 FM. Sebelum Menjadi seperti saat ini, mari kita simak timeline sejarah berikut. Selain itu sejarah dalam bentuk paragraf kami sajikan untuk memudahkan Teman Setia mengetahui sepak terjangnya.

Timeline Sejarah

27 Mei 1967
Mengudara Pertama Kali

 P3RP (Panitia Persiapan Pendiri Radio Pemerintah)

Mengudara dengan Gramophone Instrumental dari studio rumah pribadi Angsarsono (Alm)

1968
Perubahan Dari Denhub

Radio PK2PPD6 (Radio Koma Seven)

Berubah nama (PK2PPD6 adalah kode panggilan dari Kodim), karena mengudara dari studio Jl. Letjen Sukowati no. 7

1969/1970
Awal Pelita I

Radio YDA7C2

Atas dasar perijinan baru dari Denhub maka sebutan mengalami perubahan. Mengudara pagi hari mulai jam 06.00 s.d. 09.00 dilanjutkan jam 17.00 s.d. 23.00

4 April 1971
Perubahan Dari Pemerintah

RKSPD (Radio Khusus Siaran Pemerintah Daerah)

keberadaannya dikuatkan dengan Surat Keputusan Walikotamadya Kepala Daerah Tingkat II Salatiga No. U. 55/682 tanggal 4 April 1971

4 November 1986
Peralihan Dari Pemerintah

RSPD (Radio Siaran Pemerintah Daerah)

Integrasi kepada Pemerintah Daerah Tingkat II Salatiga dengan surat Keputusan Walikotamadya Nomor 061.1/284/1986

Sebelum Saat Ini
Peralihan Nama dan Gelombang

Radio Suara Salatiga 106.6 FM

Setelah integrasi Pemda, lalu memberi bantuan pemancar berkekuatan 250 watt pada gelombang MW frekuensi 1278 Khz gelombang 234 meter.

Saat Ini
Perubahan Gelombang

Radio Suara Salatiga 99.9 FM

Saat ini Radio Suara Salatiga berada dibawah DISKOMINFO Kota Salatiga dan Pemerintah Kota Salatiga

Dari studio rumah pribadi Angsarsono (Alm) merupakan embrio berdirinya RSPD Salatiga, dengan gramapoon instrumentalia yang mengudara pertama kali pada 27 Mei 1967 jam 09.39 yang diberi nama P3RP (Panitia Persiapan Pendiri Radio Pemerintah). Pada saat itu program siarannya masih sangat singkat tetapi bersifat informatif, pendidikan, penerangan dan hiburan kepada masyarakat Salatiga.

Radio yang menamakan dirinya dengan sebutan Callsend P3RP itu tidak begitu lama, kemudian ada tahun 1968 setelah mendapat ijin dari Denhub berubah menjadi radio PK2PPD6 (kode panggilan dari Kodim) yang mengudara dari studio Jl. Letjen Sukowati no. 7. karena tempatnya studio berada di jalan sukowati 7 kemudian tempat itu digunakan sebagai nama samaran Radio yaitu dengan sebutan Radio Koma Seven (Kotamadya tuju).

Pada tahun 1969/1970 (awal Pelita I) Radio PK2PPD6 atas dasar perijinan baru dari Denhub diubah namanya menjadi radio YDA7C2 yang mengudara pada pagi hari mulai jam 06.00 s.d. 09.00 dilanjutkan jam 17.00 s.d. 23.00 kecuali hari sabtu dan minggu mengudara penuh selama 17 jam. Pemutusan siaran itu disebabkan para operator dan penyiarnya sebagian besar mahasiswa dan pelajar.

Berangkat dari semangat dan kemauan untuk memberi sesuatu yang terbaik kepada masyarakat guna memenuhi para pendengarnya maka para pendiri radio di Salatiga merakit sendiri pemancar berkekuatan 100 watt dengan daya siar radius 10 km2, berada pada gelombang 73,7 sw. Instrumen pendukung pemancar seperti rasio monitor, tape recorder, mixer dan berbagai gema suara teknik hampir sebagian besar dirakit sendiri.
Pada awal berdirinya radio tahun 1967, tidak seorangpun dari para pendiri mendapat bayaran tetapi merupakan tenaga suka-rela dan hobi saja.

Pesawat yang dilengkapi dengan antena pancar waktu didirikan sangat sederhana dan tidak dihitung secara matematis yang penting dapat mengudara saja. Bahkan waktu pertama kali berdiri antena yang digunakan menggunakan bambu setinggi 20 m yang dipancangkan dengan pohon kelapa secara horizontal sehingga tidak mustahil apabila pencapaian radius loncat tidak rata.

Tidak lama kemudian Radio YDA7C2 (call siaran dari Kodim, seperti orari) berubah menjadi radio Khusus Siaran Pemerintah Daerah (RKSPD) yang keberadaannya dikuatkan dengan Surat Keputusan Walikotamadya Kepala Daerah Tingkat II Salatiga No. U. 55/682 tanggal 4 April 1971, yang berada di udara berdampingan dengan 2 radio swasta di Salatiga yaitu Radio Kartika (RKSID) milik Kodim 0714 dan Radio PTDI, kedua radio tersebut sudah tidak mengudara lagi. Walaupun keberadaan radio bernaung di bawah Pemerintah Daerah namun kehidupan dan aktifitas radio masih dikelola oleh pendiri di bawah nasehat senior.

Untuk kelancaran pelaksanaan tugas, maka RKSPD menjadi RSPD dan guna berkesinambungan operasionalnya maka pada tanggal 4 November 1986 diadakan integrasi kepada Pemerintah Daerah Tingkat II Salatiga dengan surat Keputusan Walikotamadya Nomor 061.1/284/1986. sejak tanggal 1 Pebruari 1987 RSPD beserta seluruh operator dan penyiarnya diintegrasaikan menjadi milik Pemerintah Daerah dan karyawan yang ada diangkat sebagai Pegawai Pemerintah Daerah dengan status honorer. Integrasi itu bahwa RSPD menjadi salah satu Sub Bagian pada bagian Humas Pemda Salatiga karena Sub Bagian RSPD belum resmi disyahkan menjadi Perda Kodya Salatiga maka kepala studionya masih dijabat oleh Kepala Bagian Humas yang pada waktu dijabat oleh Sunadi BcHK. Langkah awal pada waktu integrasi itu mengadakan inventarisasi peralatan, program siarannya dan karyawannya.

Logo Radio Salatiga 106.6 FM

Setelah integrasi Pemda kemudian membantu membelikan pemancar berkekuatan 250 watt berada pada gelombang MW frekuensi 1278 Khz gelombang 234 meter. Program acaranya disusun berdasarkan ketentuan dari RRI dengan penyesuaian yang meliputi program Pendidikan/Penerangan 60%, Hiburan 25% dan siaran lain-lain 15%. Dengan pola siaran baru ini RSPD menunjukkan bahwa statusnya benar-benar sebagai radio komunikasi yang setara dengan PRSNI yang ada di Salatiga. Kemudian pada tahun 1989 Pemda Salatiga telah membuat Gedung RSPD yang baru yang terletak di Jalan Pemuda n0.3 Salatiga bersebelahan dengan GPD Salatiga.

Admin menyajikan dari berbagai sumber dan cerita tutur. Sumber Artikel yang diposting lebih lama https://tyassep.wordpress.com/2012/02/27/20/ . Semoga Teman Setia menjadi lebih mengetahui bagaimana Radio Suara Salatiga terbentuk.