KBRN, Jakarta: Sebagai dua negara bersahabat memulai hubungan kerja sama bilateral sejak 1992, Indonesia dan Azerbaijan terus bersahabat dengan baik. 

Duta Besar Azerbaijan di Jakarta Jalal Mirzayev mengatakan, negaranya membuka peluang besar bagi para investor asal Indonesia untuk menanamkan modal di sana.

“Saat ini kami mengharapkan perusahaan-perusahan asal Indonesia untuk berinvestasi di Azerbaijan. Kedua negara saat ini dalam posisi kerja sama yang luar biasa. Kita memiliki banyak keberuntungan dari hubungan bilateral ini,” ucap Jalal kepada RRI.co.id, Senin (10/5/2021).

Penanaman modal oleh calon investor Indonesia, dijelaskan Jalal, sangat berpeluang besar di sektor minyak dan gas, terlebih kedua negara juga telah memulai kerja sama itu ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman antar kementerian energi awal Mei lalu. 

“Azerbaijan memiliki sumber minyak dan gas yang luas. Di mana saluran pipa minyak dan gas kami melewati Azerbaijan, Georgia, Turki hingga ke pasar Barat. Kami juga berkontribusi dalam diversifikasi energi di Eropa. Kami percaya memiliki kapasitas kuat dalam sumber energi. Serta, untuk menyediakan minyak bahkan sumber gas bagi Indonesia,” tambah Jalal. 

Menurut Jalal, pariwisata juga menjadi sektor yang turut berpeluang besar untuk dikerjasamakan oleh kedua negara, misalnya dengan mendorong kunjungan wisatawan Indonesia ke Azerbaijan melalui paket wisata umrah plus.

“Karena adanya COVID-19, kami berpikir untuk menyusun ulang ide kerja sama ini bersama para mitra. Jadi, Insha Allah setelah COVID-19 kami berpikir untuk menyusun kembali dan menandatangani kesepakatan ini bersama para mitra. Misalnya saja, para turis Indonesia yang akan umrah dan mereka bisa menempuh rute perjalanan Jakarta-Istanbul-Baku. Kemudian, dari Baku ke Arab Saudi,” paparnya lagi. 

Hubungan antar masyarakat merupakan komponen penting dalam hubungan bilateral kedua negara, yang disebut Jalal merupakan potensi kerja sama yang akan dikembangkan.

“Hubungan antar masyarakat memang merupakan komponen penting, namun saya belum bisa menjelaskan lebih jauh seperti apa bentuk kerja sama itu nantinya. Namun, tetap saja hal itu penting. Sebab, dengan memberikan kesempatan saling berkunjung ke kedua negara, maka warga Indonesia bisa melihat langsung pembangunan ekonomi di Azerbaijan. Begitu pula sebaliknya,” pungkas Jalal.

Azerbaijan juga turut membuka peluang investasi bagi Indonesia pada sektor agrikultur dan pertahanan. 

Sebelumnya, pada 3 Mei kementerian Energi RI dan Azerbaijan telah melakukan penandatanganan nota kesepahaman di bidang energi. 

Indonesia dan Azerbaijan sepakat untuk berkolaborasi dalam pengembangan Minyak dan Gas Bumi (migas) serta Energi Baru dan Terbarukan (EBT) di masa yang akan datang. 

Saat ini Azerbaijan memiliki target untuk meningkatkan komposisi energi baru dan terbarukan dalam energi campuran mereka, dengan target kapasitas instalasi listrik sebesar 1500 MW atau sebesar 30%. 

Target ini dicanangkan untuk menarik lebih banyak investor ke Azerbaijan. (Foto : Retno Mandasari)

Bagikan Dengan Sekali Klik: