KBRN, Bangkalan: Dampak penyekatan arus mudik di jembatan Suramadu sebagai upaya untuk menghindari penyebaran Covid-19, mengakibatkan volume kendaraan, baik siang dan malam hari yang melintas tampak sepi dan normal tidak mengalami lonjakan maupun antrian di pintu masuk.

Kapolres Bangkalan, AKBP Didik Hariyanto mengatakan, berkat larangan mudik untuk mengantasipasi penyebaran Covid-19 di masyarakat hasil pantauan di lapangan volume kendaraan yang melewati jembatan Suramadu mengalami menurunan yang cukup siginifikan di banding sebelum pandemi Covid-19.

“Jadi artinya masyarakat saat ini banyak yang memilih tidak melakukan perjalanan mudik dan yang di lakukan pemeriksaan hanya bagi kendaraan yang ber plat nomor luar Madura dan luar Surabaya itupun jarang sekali yang melintasnya,” ungkapnya, Senin (10/5/2021). 

Pantauan di kaki Jembatan Suramadu sisi Madura, petugas pemeriksaan penyekatan Rayon Ops Ketupat Semeru 2021, tampak santai dan siaga karena para pengguna penyebarangan jembatan Suramadu pasca diberlakukan larangan mudik volume arus lalulintas baik dari arah Madura ke Surabaya dan sebaliknya dari Surabaya ke Madura menurun drastis di banding tahun-tahun sebelumnya.

Petugas melakukan penyekatan kepada para pengendara di waktu ter tentu saja. Sementara untuk kendaraan roda dua yang melintas di Suramadu tampak tidak ada pemeriksaan, karena mereka rata-rata orang lokal untuk kebutuhan berekonomian dari Madura ke Surabaya dan sebaliknya. (Buy)

Bagikan Dengan Sekali Klik: