KBRN, Makassar: Sebagian pemudik dilaporkan ada yang nekat menempuh jalur laut di pelabuhan Paotere Makassar, menggunakan kapal kayu dengan tujuan Kabupaten Barru, dan Pangkep serta daerah lain yang masih terhubung.

Salah seorang warga, zaenal mengatakan, banyak pemudik yang nekat untuk pulang kampung dengan melalui jalur laut

“Ada beberapa orang yang kasih naik motornya, di kapal. Tujuan Barru Pangkep, Pare-pare sampai Pinrang. Alasannya, takut kena sweeping, karena larangan mudik,” kata Zaenal dilansir Antara, Minggu (9/5/2021).

Ditanyakan berapa biaya satu kali pengangkutan, kata dia, bervariasi, hanya saja tidak mengetahui berapa besar biaya dikenakan per orang, tergantung daerah tujuan masing-masing dan kesepakatan dengan nakhoda kapalnya.

Sebelumnya, tim terpadu telah melaksanakan penyekatan arus lalulintas di perbatasan Gowa-Takalar arah Selatan Sulsel dan perbatasan Maros-Pangkep di wilayah barat Sulsel, menghubungkan dua arah dari pusat Kota Makassar ke kabupaten setempat.

Pelaksanaan penyekatan sesuai dengan Surat Edaran Pemerintah melalui Kepala Satgas penanganan COVID-19, nomor 13 tahun 2021 tentang Peniadaan Mudik pada Bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri tahun 1442 hijriah mulai 6-17 Mei 2021 dan diperkuat Peraturan Menteri Perhubungan nomor 13 tahun 2021 mengatur pengendalian transportasi selama masa Idul Fitri 1442 Hijriah.

Sedangkan untuk Operasi Ketupat tahun ini melibatkan personil gabungan TNI-Polri dibantu personil Satpol PP dan dari Pemerintah Daerah diturunkan sejak 6 Mei sampai 17 Mei 2021, sekaligus memantau pelarangan mudik di perbatasan kota kabupaten pada musim lebaran Idul Fitri 2021 di tengah pandemi Coronavirus Disease 2019 (COVID-19).

“Operasi ketupat ini melibatkan 4.327 personil Polri ditambah dengan pasukan TNI dan Pemda. Kemudian ada 42 titik penyekatan, 48 pos pengamanan yang diisi pasukan gabungan serta 27 pos pemantauan (perbatasan),” kata Kapolda Sulsel, Irjen Pol Merdisyam di Makassar.

Selain pelaksanaan Operasi Ketupat, tim juga ditempatkan di perbatasan kota dan kabupaten pada pos penyekatan. Sebab, hanya ada empat daerah yang masuk dalam aglomerasi untuk mudik lokal sesuai dengan kebijakan Pemerintah Provinsi Sulsel.

Bagikan Dengan Sekali Klik: