KBRN, Madiun: Larangan Mudik di masa pandemi covid-19 memberikan dampak yang cukup signifikan terhadap operasional Terminal Tipe A Purboyo Kota Madiun. Pantauan RRI di H-4 lebaran, kondisi terminal sangat sepi, Minggu (9/5/2021).

Ini terlihat tidak ada satu pun armada bus yang masuk ke terminal. Baik di ruang tunggu penumpang baik sisi selatan atau peron bus AKDP maupun di sisi sebelah utara atau peron bus AKAP juga tidak ada satu pun calon penumpang. Bahkan ditengah-tengah terminal pun oleh petugas dipasang barier atau tanda pembatas mengingat tahun ini, larangan mudik yang diberlakukan pemerintah sangat ketat. 

Ruko-ruko agen bus yang berada di sisi Utara terminal, seluruhnya tutup karena perusahaan otobus (PO) memilih tidak mengoperasikan armada ditengah ketatnya aturan pemerintah. Disamping itu juga banyak toko yang menjual aneka makanan di dalam terminal memilih tutup hanya ada beberapa yang buka menjual makanan siap saji.

Qomarrudin, petugas Terminal Purboyo Madiun mengakui bahwa sejak semalam hingga hari ini, hanya ada tiga armada bus yang masuk ke terminal. Dua diantaranya adalah bus AKAP yakni Sudiro dan Rosalia yang hanya mengangkut empat penumpang.

Kemudian satu bus AKDP yakni Restu juga masuk ke terminal dengan total penumpang 14 orang.

“Armada yang boleh beroperasi dan masuk terminal otomatis hanya yang berstiker resmi baik dari Organda ataupun pemerintah pusat untuk bus AKAP dan stiker dari Dinas Perhubungan Jawa Timur untuk bus AKDP,” katanya.

Sehingga begitu ada armada bus yang masuk ke terminal, kali pertama yang diperiksa petugas adalah stiker tersebut. Kemudian kelengkapan surat-surat kendaraan lainnya juga tidak luput dari pengecekan. Petugas pun juga naik ke atas bus untuk mengecek identitas dan surat-surat kelengkapan penumpang yang menjadi persyaratan untuk melakukan kegiatan perjalanan non mudik.

Meski kondisinya sepi, pos pelayanan yang didirikan di terminal pun terpantau juga dijaga sejumlah personel gabungan. Kemudian petugas pelayanan pemeriksaan GeNose C19 juga standby di lokasi. Setiap harinya melayani 10 calon penumpang secara acak. Namun karena sepinya penumpang, maka diakui fasilitas gratis tersebut tidak ada yang menggunakan. Bahkan kemarin saja hanya ada satu orang yang dicek dengan hasil negatif.

“Ada saja calon penumpang yang akan melakukan perjalanan, tanya ke petugas terminal tapi kita sendiri tidak bisa memastikan armada itu datangnya jam berapa, lalu beroperasi tidaknya,” pungkasnya.

Bagikan Dengan Sekali Klik: