KBRN, Banda Aceh: Pemerintah Finlandia melalui Finnpartnership membuka peluang kerjasama kepada pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Aceh untuk menjangkau pasar internasional.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Aceh Marthunis mengatakan, Aceh semakin dikenal di Finlandia sejak adanya Perjanjian Helsinki tahun 2005. 

“Saat ini, Pemerintah Provinsi Aceh menggandeng KBRI Helsinki semakin gencar mempromosikan peluang investasi, pariwisata dan mendorong para pengusaha UMKM-nya untuk go-international ke Finlandia. Semuanya dilakukan untuk mendorong pembangunan dan pemulihan ekonomi di masa pandemi COVID-19,” kata Marthunis dalam siaran pers tertulis, Kamis (6/5/2021).

Dijelaskan, menindaklanjuti hal tersebut, Finnpartnership telah menggelar kegiatan Webinar dengan tema ‘Penjajagan Kerjasama Kemitraan UKM dengan dengan Finnpartnership, Finlandia’’ pada tanggal 14 April 2021 yang dengan kerjasama DPMPTSP Aceh dan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Helsinki.

Ditambahkan, meningkatnya kedai kopi dan supermaket terkemuka di Finlandia yang menjual kopi Aceh Gayo maupun tawaran joint venture dari beberapa perusahaan di Finlandia menjadi salah satu indikator keberhasilan promosi yang dilakukan.

“Minat investasi Finlandia juga ditunjukkan melalui rencana OP Finnfund Global Impact Fund I bersama beberapa investor dari Norwegia dan Singapura untuk investasi di sektor telekomunikasi di beberapa wilayah di Indonesia termasuk Aceh dengan nilai investasi Finlandia sebesar USD 12.5 juta dari total proyek investasi sebesar USD 75 juta,” katanya.

Sementara itu, Duta Besar RI untuk Finlandia Ratu Silvy Gayatri mengharapkan, semakin banyak produk UKM Aceh tersedia di Finlandia dan semakin besar investasi Finlandia di Indonesia.

“Aceh memiliki tempat tersendiri di hati penduduk Finlandia. Sebagai negara dengan tingkat konsumsi kopi terbesar di dunia yaitu 14 kg/pertahun/perkapita, Kopi Gayo yang berasal dari Aceh merupakan salah satu jenis kopi specialty yang disukai oleh penduduk Finlandia,” Ratu Silvy.

Menurutnya, makanan Aceh juga semakin diketahui masyarakat Finlandia. Pada tahun 2020, Mie Aceh dan Udang Asam Aceh dipromosikan melalui demo masak daring oleh Komite Perempuan Aceh Bangkit (KPAB) di Kota Subulussalam, bekerja sama dengan berbagai organisasi masyarakat, dan restoran Indonesia di Finlandia.

Bagikan Dengan Sekali Klik: