KBRN, Jakarta: Menko Perekonomian Airlangga Hartarto melihat sinyal pemulihan ekonomi yang semakin membaik, melihat laporan Badan Pusat Statistik terkait pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan I 2021. BPS dalam rilisnya yang disampaikan Kepala BPS Suhariyanto, Rabu (5/5/2021) menyebutkan, pemulihan ekonomi terus berlanjut di Triwulan I-2021, ditunjukkan oleh pertumbuhan dengan angka kontraksi yang lebih kecil dibandingkan triwulan sebelumnya.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia di triwulan I berdasarkan laporan BPS sebesar -0,74% (YoY), dan jika dibandingkan dengan Triwulan IV-2020, maka kontraksi pertumbuhannya sebesar -0,96% (QtQ).

“Perbaikan kondisi ekonomi pada Triwulan I tentu tak lepas dari intervensi yang dilakukan oleh pemerintah. Konsumsi Pemerintah tumbuh tinggi pada triwulan ini atau mencapai 2,96% (YoY). Konsumsi rumah tangga (RT) yang masih terkontraksi sebesar -2,23% (YoY),  lebih baik dibandingkan triwulan sebelumnya yang berada di angka -3,61% (YoY),” ujar Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dalam keterangan persnya, Rabu (5/5/2021).

Airlangga juga mengatakan, secara spasial, seluruh wilayah telah mengalami perbaikan sejalan dengan membaiknya perekonomian domestik dan tren penurunan kasus Covid-19, serta didukung oleh peningkatan ekspor yang terjadi beriringan dengan kenaikan harga komoditas global.

Menko Perekonomian  optimis, momentum pemulihan ekonomi ini diperkirakan akan terus berlanjut pada Triwulan II-2021 pada khususnya dan keseluruhan tahun 2021 pada umumnya, bahkan akan mampu tumbuh lebih tinggi daripada perkiraan sebelumnya, terlihat dari perbaikan pada berbagai indikator utama.

Keyakinan itu, kata Airlangga,  didukung oleh hasil  analisis Bloomberg Market Consensus yang merevisi ke atas angka proyeksi pertumbuhan ekonomi Triwulan II-2021 Indonesia dari 6,7% menjadi 7,1%, mengingat kondisi perekonomian pada periode sama tahun lalu yang sangat rendah.

“Optimisme ini menguatkan ekspektasi terhadap perekonomian Indonesia untuk rebound di tahun 2021, dan angka pertumbuhan di kisaran 4,5% s.d. 5,3% masih sangat mungkin untuk dicapai. Hal ini salah satunya adalah dampak penuh dari kebijakan yang telah dilakukan, serta pola konsumsi yang meningkat pada saat bulan Ramadhan dan Hari Raya Lebaran 2021,” ujarnya.

Dari sisi konsumsi, Menko Perekonomian melihat adanya trend peningkatan konsumsi masyarakat tercermin dari Inflasi, Indeks Keyakinan Konsumen dan Indeks Penjualan Riil yang meningkat. Pemulihan konsumsi ini mendorong industri untuk meningkatkan aktivitas produksinya, tercermin dari indikator PMI yang meningkat mencapai level tertinggi selama periode 10 tahun pada April 2021. Peningkatan aktivitas produksi juga didukung oleh peningkatan impor bahan baku dan barang modal. Dari sisi eksternal, pemulihan permintaan global mendorong aktivitas ekspor impor Indonesia.

“Konsumsi diproyeksikan akan terus meningkat di Triwulan II-2021 sejalan dengan meningkatnya mobilitas masyarakat yang memicu pertumbuhan belanja nasional. Pertumbuhan belanja nasional tercatat tumbuh signifikan pada awal April 2021 sebesar 32,48%,”  pungkas Airlangga.

Bagikan Dengan Sekali Klik: