KBRN, Jakarta: Zakat fitrah wajib dibayarkan oleh seluruh umat Muslim, baik laki-laki, perempuan, dan dewasa.

Dikutip dari Zakat.or.id, Rabu (5/5/2021), zakat fitrah bertujuan untuk membersihkan harta yang dimiliki umat muslim. Zakat fitrah juga menjadi pelengkap ibadah puasa di bulan ramadan.

Hadis riwayat Bukhari nomor 25 dan Muslim nomor 22 berbunyi:

“Dari Ibnu Umar radhiallahuanhuma sesungguhnya Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda: Aku diperintahkan untuk memerangi manusia hingga mereka bersaksi bahwa tidak ada Ilah selain Allah dan bahwa Muhammad adalah Rasulullah, menegakkan salat, menunaikan zakat. Jika mereka melakukan hal itu maka darah dan harta mereka akan dilindungi kecuali dengan hak Islam dan perhitungan mereka ada pada Allah Subhanau wata’ala.”

Adapun syarat-syarat wajib zakat firah yang harus dipenuhi, yakni:

1. Beragama Islam dan merdeka

2. Menemui dua waktu diantara bulan Ramadan dan Syawal walaupun hanya sesaat

3. Mempunyai harta yang lebih dari pada kebutuhannya sehari-hari untuk dirinya dan orang-orang di bawah tanggungan pada hari raya dan malamnya.

Sementara syarat tidak wajib zakat fitrah, antara lain:

1. Orang yang meninggal sebelum terbenam matahari pada akhir Ramadan

2. Anak yang terlahir selepas terbenam matahari pada akhir Ramadan

3. Orang yang baru memeluk agama Islam sesudah matahari terbenam pada akhir Ramadan

4. Tanggungan istri yang baru saja dinikahi selepas matahari terbenam pada akhir Ramadan

Tata cara membayar zakat fitrah:

Zakat fitrah yang dibayarkan bisa dalam bentuk beras atau makanan pokok seberat 2,5 kilogram atau 3,5 liter/jiwa. Kaulitas beras harus disesuaikan dengan yang dikonsumsi sehar-hari.

Selain dengan beras, umat muslim juga diperbolehkan membayar zakat fitrah dalam bentuk uang tunia seharga 2,5 kilogram atau 3,5 liter beras.

Bagikan Dengan Sekali Klik: