KBRN, Samarinda: Mendapati adanya laporan dugaan penipuan dan penggelapan dana investasi yang terjadi di Kota Tepian dari masyarakat yang menjadi korban, terus ditindaklanjuti oleh Polresta Samarinda.

Investasi yang diduga bodong ini dilakukan dalam bentuk usaha Mini Market 212 Mart. Kasat Reskrim Polresta Samarinda Kompol Andhika Dharma mengatakan, terkait laporan ini pihaknya belum bisa memastikan secara pasti berapa jumlah korban investasi bodong tersebut dan berapa jumlah kerugian yang diterima oleh para pelapor.

Namun, ia mengungkapkan mereka sudah memiliki kuasa hukum sendiri. Untuk itu pihak kepolisian masih menunggu adanya data maupun barang bukti yang masuk dalam kasus ini.

“Kalau sekarang kan mereka ada kuasa hukumnya, baru LBHnya aja yang mengirim surat, kita kan belum tau korbannya berapa banyak, kita cek nanti,” kata Andhika

Sementara itu terkait terjadinya dugaan investasi bodong ditengah masyarakat Samarinda, warga Kota Tepian Ben kepada RRI Rabu (5/5/2021) siang menuturkan, masyarakat diharapkan bisa lebih berhati-hati untuk menyalurkan dananya untuk berinvestasi agar tidak menjadi korban penipuan.

“Mereka tidak tertipu dengan adanya investasi bodong, perlu dicek kembali lebih teliti agar tidak masuk kedalam investasi bodong yang sangat merugikan masyarakat,” tutur Ben.

Investasi bodong ini diketahui dalam bentuk usaha Mini Market 212 Mart yang terbagi menjadi 3 gerai yang berdiri sejak tahun 2018 dan pada 2020 sudah terdapat beberapa yang tutup akibat macetnya dana investasi yang masuk.

Untuk itu Andhika menuturkan, terkait laporan itu masih akan dilakukan pendalaman oleh pihak kepolisian dengan memanggil para pihak untuk melakukan klarifikasi serta menyelidiki bagaimana mekanisme investasi tersebut berjalan. Polisi dalam hal ini juga akan memintai keterangan kuasa hukum dari para pelapor.

Bagikan Dengan Sekali Klik: