KBRN, Jakarta: Polri menerima laporan korban investasi bodong investasi E-Dinar Coin Cash (EDCCash) ke posko pengaduan 350 orang.

“Sampai saat ini baru 350 korban yang melapor,” kata Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri, Brigjen Helmy Santika saat dikonfirmasi, Selasa (4/5/2021).

Helmy menuturkan, masyarakat yang belum melapor diimbau untuk segera menghubungi posko pengaduan.

Di sisi lain, dia juga mengimbau, agar masyarakat lebih cerdas untuk melakukan investasi dan jangan hanya tergoda dengan iming-iming penghasilan besar.

Para korban sendiri, kata Helmy, dapat membantu mengungkapkan tindak pidana yang dilakukan tersangka AY dan lima orang lainnya.

“Kami mengimbau masyarakat yang merasa jadi korban untuk lapor ke posko pengaduan agar bisa diketahui berapa kerugiannya,” tukasnya.

Sebelumnya, Bareskrim Polri melakukan penangkapan enam tersangka kasus tindak pidana pencucian uang melalui aplikasi EDCCash. Enam tersangka tersebut adalah AY, S, JBA, ED, AWH, dan MRS.

Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri Brigjen Helmy Santika mengatakan, para pelaku sudah melakukan aksinya sejak 2018. Sejak dilaunching di tahun itu, sebanyak 57.000 member telah bergabung.

Penyidik Bareskrim juga menetapkan empat ajudan AY sebagai tersangka kepemilikan senjata api ilegal. Empat tersangka itu dikenakan Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951.

Bagikan Dengan Sekali Klik: