KBRN, Banda Aceh: Badan Meteorologi Klinatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Mata Ie Aceh Besar kembali melakukan pemutakhiran gempa bumi tektonik yang mengguncang Provinsi Aceh pada Senin (3/5/2021) pukul 03.49 WIB. 

Sebelumnya dilaporkan kekuatan gempa pada 4,9 Magnitudo yang berpusat di daratan wilayah Kabupaten Aceh Besar. 

Kepala BMKG Stasiun Geofisika Mata Ie Aceh Besar, Djati Cipto Kuncoro saat dikonfirmasi mengatakan, berdasarkan data pemutakhiran, kekuatan gempa bumi menjadi 4,8 magnitudo. 

“Pusat gempa berada di laut tepatnya di 94 kilometer barat daya Kota Sabang pada titik koordinat 5.43 lintang utara dan 94.60 bujur timur pada kedalaman 49 kikometer,” jelas Djati. 

Djati menjelaskan mengapa data pemutakhiran gempa bisa berubah dari awalnya dilaporkan kekuatan 5,3 magnitudo, kemudian pemutakhiran menjadi 4,9 magnitudo dan 4,8 magnitudo. 

“Betul sekali, karena dari awal adalah sistem berkerja secara otomatis. Berdasarkan deteksi sensor yang terpasang di beberapa wilayah Aceh…dan dilakukan Anlisa. Setelah dilakukan analisa ulang, dengan menghilangkan beberapa Noise (bukan gempa) sehinga didapat 4.8 magnitudo,” terangnya. 

Djati menambahkan, getaran gempa bumi ini dirasakan di Sabang, Banda Aceh, Aceh Besar dan sekitarnya. 

“Dirasakan di Banda Aceh IV MMI. Hingga saat ini masih mengumpulkan informasi dakpak gempa diatas apakah ada kerusakan atau cukup dirasakan,” pungkas Djati. 

Menurut pantauan rri.co.id, getaran gempa cukup terasa sehingga warga yang hendak melaksanakan sahur ada yang keluar dari rumah. Namun getaran gempa tidak begitu lama. Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan terkait kerusakan bangunan dan korban jiwa. 

Bagikan Dengan Sekali Klik: