KBRN, Jakarta: Pemimpin klasemen Inter Milan berhasil meraih kemenangan meyakinkan dengan skor 0-2 saat bertandang ke Stadio Ezio Scida markas Crotone pada pekan ke-34 Serie A 2020/21, pada hari Sabtu (1/5/21) malam.

Hasil dari pertandingan ini bak dua sisi koin yang berbeda, dengan kemenangan ini, Inter Milan semakin dekat dengan gelar juara Serie A musim ini.

Sedangkan untuk Crotone, mereka dipastikan terdegradasi dari Serie A Italia dan akan bermain di Serie B musim depan.

Inter (82 poin) saat ini unggul 14 poin atas peringkat 2 Atalanta (68 poin).

Jika Atalanta gagal mengalahkan Sassuolo pada Minggu (2/5/21) malam, Nerazzurri akan mengunci Scudetto dengan empat laga tersisa.

Dalam kemenangan ini, Inter membuka keunggulan lewat gol pemain pengganti Christian Eriksen di menit 69.

Inter kemudian menggandakannya sekaligus menegaskan kemenangan melalui gol Achraf Hakimi di menit 90+1.

Namun, Kegigihan Crotone membuat Inter kesulitan di babak pertama.

Meski menciptakan beberapa peluang, Inter belum mampu memecah kebuntuan.

Dua shots on target Stefano Sensi bisa diamankan oleh kiper tuan rumah.

Sementara itu, upaya Romelu Lukaku dan Lautaro Martinez digagalkan tiang gawang. 

Kegagalan tersebut membuat Nerazzuri tampil lebih agresif.

Namun, ketatnya pertahanan tuan rumah sedikit menyulitkan upaya Romelu Lukaku dkk.

Di sisi lain, Crotone pun mulai berani balas menyerang meski sejumlah upaya mereka lewat sepak pojok Adam Ounas gagal membuahkan hasil.

Di menit ke-23, Inter Milan nyaris mencetak gol pertama lewat sundulan Romelu Lukaku memanfaatkan sepak pojok.

Sayangnya, bola masih membentur tiang gawang meski kiper Alex Cordaz sudah mati kutu.

Enam menit kemudian, giliran Lautaro Martinez yang membuang peluang setelah sepakannya melambung di atas mistar.

Kesialan Inter belum berhenti setelah wasit memutuskan tak memberikan hadiah penalti meski salah satu pemain Crotone tampak menyentuh bola di kotak terlarang.

Menit ke-43, Nerazzurri lagi-lagi harus gigit jari setelah tendangan Martinez kembali melenceng dari gawang Crotone.

Di menit terakhir babak pertama, Alex Cordaz kembali menjadi pahlawan Crotone.

Sang penjaga gawang melakukan penyelamatan gemilang yang mengagalkan upaya Stefano Sensi.

Babak pertama pun berakhir dengan hasil 0-0.

Inter terus mencoba di babak kedua.

Namun, hingga menit 60, skor 0-0 tak juga berubah.

Antonio Conte lantas melakukan tiga pergantian beruntun.

Sensi, Lautaro, dan Matteo Darmian digantinya dengan Eriksen, Alexis Sanchez, dan Ivan Perisic.

Keputusan itu terbukti sangat tepat.

Hanya tiga menit sejak masuk lapangan, dari operan Lukaku, Eriksen menjebol gawang Crotone dan membawa Inter unggul 1-0.

Dua menit kemudian, Nerazzurri nyaris menggandakan keunggulan.

Sayangnya bola sepakan Ivan Perisic masih melenceng dari gawang Cordaz.

Semangat Inter untuk meraih Scudetto rupanya terlalu besar buat Crotone.

Sempat menahan Inter di babak pertama, Crotone akhirnya runtuh di babak dua.

Menit ke-83, Romelu Lukaku akhirnya sukses menjebol gawang Crotone memanfaatkan umpan Perisic.

Namun, gol tersebut dibatalkan setelah VAR menunjukkan Ivan Perisic terjebak offside sebelum memberikan umpan kepada Lukaku.

Pada pengujung laga, Inter akhirnya bisa mencetak gol kedua.

Setelah mementahkan free kick lawan, Inter balik menyerang lewat Nicolo Barella di tengah, yang kemudian mengirim bola ke Hakimi di sayap. Bek sayap Inter itu lalu menceploskan bola ke gawang melewati kedua kaki kiper lawan dari sudut sempit.

Skor 2-0 pun akhirnya bertahan hingga laga berakhir. 

Dengan kemenangan ini, Nerazzurri unggul 14 poin dari Atalanta di peringkat kedua yang baru akan menghadapi Sassuolo, Minggu (2/5/21) malam. Jika Atalanta gagal meraih kemenangan, Inter Milan resmi menjadi juara Serie A Italia musim ini.

Sementara itu, kekalahan ini memastikan Crotone terdegradasi dari Serie A. Terpaut 13 poin dari zona aman dengan empat laga tersisa, sudah tak ada harapan lagi bagi mereka.

Bagikan Dengan Sekali Klik: