KBRN, Lombok Barat: Memasuki Mei 2021, Nusa Tenggara Barat (NTB) kembali diguyur hujan deras dengan durasi panjang hampir 60 menit. 

Hujan dirasakan di Kabupaten Lombok Barat, dan Kota Mataram, Sabtu (1/5/2021).

Pantauan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), di Lombok Barat, hujan diikuti kilat dan petir. Hujan turun mulai 16.00 WITA hingga jam 17.00 WITA, dan menimbulkan kekawatiran datangnya banjir, karena disertai angin dan awan yang kelam.

Kekawatiran warga Lombok Barat memang beralasan, sebab NTB telah beberapa kali merasakan dampak bencana hidrometeorologi selama musim hujan 2020. 

Mulai dari Kabupaten dan Kota Bima, Kabupaten Dompu, Sumbawa, Lombok Timur, Lombok Tengah, dan Lombok Barat. 

Meski tidak sederas ketika musim hujan melanda NTB, hujan di Bulan Mei masih terus bepeluang turun.

Dengan hujan itu, BMKG menyimpulkan, musim kemarau tahun 2021 di sebagian wilayah Indonesia mengalami kemunduran dibanding rata rata tahunnya. Selain itu sebagian besar juga akan mengalami musim kemarau yang lebih basah. 

BMKG menunjukan bahwa 57.6 persen atau 197 zona musim di Indonesia lebih mundur musim kemaraunya dibanding rata-rata 30 tahun. Musim kemarau rata rata dimulai pada Mei dan puncaknya pada Agustus 2021. 

Untuk itu, selama April – Mei 2021, hujan masih bisa terjadi, sebab masa pancaroba dari musim hujan ke musim kemarau. Bahkan bisa menimbulkan kejadian unik, seperti hujan es. 

BMKG menyatakan, Bali – Nusa Tenggara masih akan merasakan  hujan ringan selama Mei 2021. Karakter musim kemarau kali ini yang lebih basah dipengaruhi La Nina yang sudah terbentuk sejak 2020. 

Pantauan BMKG di Bulan Maret 2021, terjadi suhu permukaan air laut di Indonesia yang  hangat hingga enam bulan ke depan. Sehingga memudahkan terjadinya penguapan atau faktor pendorong terciptanya awan hujan. 

Ibu Fenty (39), warga ibu kota Lombok Barat mengatakan, hujan yang turun bisa jadi sebagai tanda kemunculan badai sebagaimana BMKG belum lama ini. Pihaknya harus mempersiapkan atap agar terbebas dari kebocoran.

“Karena tetangga sebelah sedang membangun rumah, mesti melihat lagi apakah rumah sebelahnya terkena dampak dari pembangunan atau tidak? dan, benar ada kebocoran di ruang kerja saya,” katanya kepada rri.co.id.

  

Bagikan Dengan Sekali Klik: