KBRN, Jakarta: Duel antara dua klub kaya yang bertabur bintang akan tersaji dalam pertandingan antara PSG akan menjamu Manchester City pada leg pertama babak semifinal Liga Champions 2020/21 di Parc des Princes pada hari Kamis (29/4/21) dini hari nanti.

PSG dan City sama-sama belum pernah menjuarai kompetisi ini. Prestasi terbaik PSG adalah lolos ke final musim 2019/20 lalu, tapi kalah 0-1 dari Bayern Munchen.

Sementara itu, Manchester City belum pernah lolos ke final turnamen ini. Termasuk musim ini, City baru pernah dua kali tampil di semifinal. Di semifinal sebelumnya, melawan Real Madrid musim 2015/16, City kalah agregat 0-1 (0-0 kandang, 0-1 tandang).

Di babak 16 besar, PSG menyingkirkan Barcelona dengan agregat 5-2. Itu semua tak lepas dari kontribusi besar Kylian Mbappe, yang mencetak hat-trick di Camp Nou.

Sementara itu, City menyingkirkan wakil Jerman, Borussia Monchengladbach, dengan agregat 4-0. Bernardo Silva, Gabriel Jesus, Kevin De Bruyne, dan Ilkay Gundogan berperan besar dengan gol-gol mereka.

Di perempat final, City kembali berjumpa dengan wakil Jerman, yakni Borussia Dortmund. Phil Foden berjasa besar meloloskan tim besutan Josep Guardiola dengan keunggulan agregat 4-2.

Sementara itu, PSG juga dihadang wakil Jerman, yakni juara bertahan Bayern Munchen, yang mengalahkan mereka di final musim lalu. Mbappe lagi-lagi menunjukkan ketajamannya, dan tim asuhan Mauricio Pochettino itu lolos berkat keunggulan gol tandang dalam agregat 3-3.

Sebelum ini, PSG dan City sudah berhadapan tiga kali, dan PSG belum pernah menang, dengan rekor dua kali imbang, satu kali kalah.

Pertemuan terakhir dua tim yang sama-sama belum pernah menjuarai Liga Champions ini menyisakan kenangan pahit bagi PSG. Raksasa Prancis itu dijegal City di babak perempat final Liga Champions 2015/16.

Saat itu, PSG sedang dilatih Laurent Blanc, sedangkan City dilatih Manuel Pellegrini.

 Pada leg pertama di Paris, gol-gol Kevin De Bruyne dan Fernandinho memberi City hasil imbang 2-2. Pada leg kedua di Manchester, gol tunggal De Bruyne memberi City kemenangan 1-0 dan meloloskan timnya dengan agregat 3-2.

Selain itu, pertemuan pertama mereka tersaji di fase grup UEFA Cup 2008/09. Main di kandang City, PSG meraih hasil imbang 0-0.

PSG tentu tak ingin catatan pahit itu berlanjut. Didukung amunisi seperti Mbappe, Neymar, Angel Di Maria, Marco Verratti, Marquinhos, hingga Keylor Navas, PSG punya kapasitas untuk mengalahkan siapa saja, termasuk jagoan Inggris yang baru saja menjuarai Carabao Cup tersebut.

Beberapa hari terakhir, PSG dihantui rasa cemas terkait kondisi Mbappe, yang mengalami masalah dengan pahanya saat mengalahkan Metz di Ligue akhir pekan kemarin. Namun, penyerang nomor satu Prancis itu diperkirakan bakal fit untuk duel kontra City.

Mauricio Pochettino dan Josep Guardiola sudah 18 kali berhadapan sebagai pelatih. Pochettino melatih Espanyol dan Tottenham, sedangkan Guardiola melatih Barcelona dan City. Pochettino hanya menang 3 kali, sementara Guardiola 10 kali.

Duel antara kedua tim bertabur bintang ini diprediksi akan berjalan sangat sengit, karena kedua tim sangat berambisi untuk mendapatkan trofi Liga Champions pertama mereka. 

Mengandalkan seluruh pemain bintangnya, kedua tim ini akan tampil terbuka memperlihatkan permainan yang atraktif demi memenangkan pertandingan dan lolos ke final.

Namun, melihat kedalaman tim dan kualitas yang merata, Manchester City lebih diunggulkan karena memiliki konsistensi permainan yang jauh lebih baik jika dibandingkan dengan PSG.

Akan tetapi, dengan adanya dua pemain megabintang PSG Mbappe dan Neymar, keduanya bisa menjadi pembeda dalam pertandingan melawan City nanti dan merepotkan anak asuh Guardiola.

Bagikan Dengan Sekali Klik: