KBRN, Jakarta: India memerintahkan angkatan bersenjata untuk mengatasi infeksi virus covid-19 di negaranya.

Hal itu dilakukan India karena sata ini berbagai Rumah Sakit sudah sangat kewalahan dan membludak.

Pengadilan tinggi India juga mengancam akan menggantung siapapun yang berani menyabotasi pasokan oksigen untuk para pasien Covid-19.

“Jika ada yang menghalangi suplai oksigen, kami akan gantung orang itu,” kata Pengadilan Tinggi Delhi seperti dikutip Times of India, Selasa (27/4/2021).

Pengadilan juga mengatakan kepada pemerintah Delhi untuk melapor kepada Pemerintah Pusat agar mengambil tindakan secepat mungkin.

Pengadilan tinggi juga menanyakan kapan 480 metrik ton (MT) oksigen akan dikirim.

“Anda (Pusat, red) telah meyakinkan kami bahwa 480 MT akan meluncur ke Delhi. Beritahu kami kapan itu akan datang? 480 MT per hari masih belum jelas,” kata pengadilan.

India saat ini memang sedang mengalami krisis tabung oksigen karena jumlah pasien Covid-19 mengalami lonjakan yang sangat tajam. Untuk itu,  Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden berjanji akan memberikan bantuan darurat untuk India yang tengah menghadapi lonjakan kasus covid-19.

Hal itu sudah dibicarakan dengan Perdana Menteri (PM) India, Narendra Modi melalui sambungan telepon. Dilansir dari AFP, Selasa (27/4/2021), angka kematian pada Senin (26/4) di India tercatat sebanyak 2.812.

“Menjanjikan dukungan teguh Amerika untuk orang-orang di India yang terdampak lonjakan kasus COVID-19,” demikian pernyataan Gedung Putih.

Biden akan mengirim berbagai bantuan darurat termasuk oksigen hingga bahan pembuatan vaksin.

Bagikan Dengan Sekali Klik: