KBRN, Jakarta: Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Dwi Oktavia Handayani menjelaskan, berdasarkan data terkini Dinas Kesehatan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, dilakukan tes PCR sebanyak 8.558 spesimen. 

Dari jumlah tes tersebut, sebanyak 6.846 orang dites PCR hari ini untuk mendiagnosis kasus baru dengan hasil 749 positif dan 6.097 negatif.

“Untuk rate tes PCR total per 1 juta penduduk sebanyak 346.547. Jumlah orang yang dites PCR sepekan terakhir sebanyak 63.669. Adapun jumlah kasus aktif di Jakarta turun sejumlah 560 kasus, sehingga jumlah kasus aktif sampai hari ini sebanyak 6.557 (orang yang masih dirawat/ isolasi),” kata Dwi Oktavia Handayani, seperti dikutip RRI.co.id, Senin (26/4/2021).

Selain itu, dilakukan pula tes Antigen hari ini sebanyak 2.483 orang, dengan hasil 45 positif dan 2.438 negatif.

Sedangkan, jumlah kasus Konfirmasi secara total di Jakarta sampai hari ini sebanyak 405.812 kasus.

Perlu diketahui, hasil tes antigen positif di Jakarta tidak masuk dalam total kasus positif karena semua dikonfirmasi ulang dengan PCR.

Dari jumlah total kasus positif, total orang dinyatakan telah sembuh sebanyak 392.595 dengan tingkat kesembuhan 96.7%, dan total 6.660 orang meninggal dunia dengan tingkat kematian 1.6%, sedangkan tingkat kematian Indonesia sebesar 2.7%. 

Untuk positivity rate atau persentase kasus positif sepekan terakhir di Jakarta sebesar 9.1%, sedangkan persentase kasus positif secara total sebesar 11%.

WHO juga menetapkan standar persentase kasus positif tidak lebih dari 5%.

Sementara itu, proses vaksinasi juga masih terus berlangsung.

Adapun jumlah sasaran vaksinasi tahap 1 dan 2 (tenaga kesehatan, lansia, dan pelayan publik) sebanyak 3.000.689 orang.

Total vaksinasi dosis 1 saat ini sebanyak 1.796.387 orang (59.9%) dan total vaksinasi dosis 2 kini mencapai 1.059.589 orang (35.3%).

Rinciannya, yaitu untuk tenaga kesehatan, vaksinasi dosis 1 telah dilakukan kepada 126.663 orang (112.8%) dan vaksinasi dosis 2 mencakup 110.297 orang (98.2%), dengan target vaksinasi sebanyak 112.301 orang.

Sedangkan, pada kelompok lansia, vaksinasi dosis 1 telah dilakukan kepada 565.919 orang (62.1%) dan vaksinasi dosis 2 mencakup 394.656 orang (43.3%), dengan target vaksinasi sebanyak 911.631 orang.

Pada kelompok pelayan publik, vaksinasi dosis 1 telah dilakukan kepada 1.103.805 orang (55.8%) dan vaksinasi dosis 2 mencakup 554.636 orang (28.1%), dengan target vaksinasi sebanyak 1.976.757 orang.

Melalui Satpol PP Provinsi DKI Jakarta, penindakan atas pelanggaran penggunaan masker dan pendataan buku tamu juga akan digencarkan, begitu pula dengan bentuk pelanggaran-pelanggaran PSBB lainnya, seperti pelanggaran di restoran/rumah makan, serta pelanggaran perkantoran, tempat usaha, dan tempat industri. 

Sanksi yang diberlakukan berupa kerja sosial, denda, penghentian sementara kegiatan, hingga pencabutan izin usaha.

Berdasarkan laporan harian Satpol PP Provinsi DKI Jakarta pada 25 April 2021 pukul 18.00 WIB, telah dilakukan penertiban dengan total denda sebesar Rp 2.350.000.

Harapannya, masyarakat dapat lebih disiplin menerapkan protokol kesehatan dan turut berpartisipasi dalam memutus mata rantai penularan COVID-19.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta hingga saat ini masih terus berupaya mengendalikan penularan wabah pandemi global Coronavirus (COVID-19).

Seiring dengan menerapkan 3T,  vaksinasi COVID-19 juga digalakkan pada sejumlah kelompok prioritas.

Kendati demikian, masih tetap dibutuhkan peran serta masyarakat untuk tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan.

Mengingat, vaksinasi COVID-19 saat ini hanya mengurangi dampak keterpaparan, masih terdapat kemungkinan tertular dan menularkan virus COVID-19 jika longgar terhadap protokol kesehatan dalam keseharian.

Hal ini terlihat dari kasus positif yang masih fluktuatif dan kini mengalami kenaikan.

Butuh kerja bersama untuk memutus rantai penularan ini. (Miechell Octovy Koagouw)

Bagikan Dengan Sekali Klik: