KBRN, Jakarta: Presiden Joko Widodo memberi peringatan agar keseimbangan antara penanganan kesehatan dan juga sektor ekonomi yang kini berjalan di Indonesia untuk tetap menjadi perhatian dan sedapat mungkin tetap dijaga.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengutip apa yang disampaikan Presiden Jokowi bahwa saat ini, keseimbangan penanganan keduanya, antara kesehatan dan ekonomi sudah berjalan baik dan bagus. 

“Bapak Presiden juga mengingatkan, bahwa keseimbangan yang sudah ada sekarang sudah paling bagus, keseimbangan dari sisi kesehatan dan sisi ekonominya,” jelas Menkes Budi Gunadi saat memberi keterangan pers di Kantor Presiden usai mengikuti Rapat Terbatas internal pada Senin (26/04/21). 

Ia juga mengatakan, keseimbangan penanganan yang sudah dilakukan saat ini sudah memberikan dampak positif pada pandemi COVID-19 di Indonesia. Karenanya, menurut Menkes, Presiden ingin agar keseimbangan tersebut tidak diubah-ubah. 

“Apa yang dilakukan benar-benar memberikan hal yang positif dari sisi kesehatan, turun semua indikatornya. Tapi juga memberikan hal yang positif di sisi ekonomi, indikatornya juga naik,” jelas Menkes. 

“Jadi tolong, pensa Bapak Presoden, jangan diubah-ubah lagi,” tambahnya.

Ia mengungkapkan, Jokowi meminta kebijakan-kebijakan terkait COVID-19 yang diambil selanjutnya tidak boleh mengubah keseimbangan penanganan yang ada. Di samping itu, Menkes Budi mengatakan, Presiden Jokowi juga meminta agar masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan.

“Jangan diambil kebijakan-kebijakan atau jangan sampai kita berperilaku yang mengubah keseimbangan ini. Ini ke sini keseimbangan yang sudah sangat bagus, nah itu yang mesti kita jaga sama-sama agar keseimbangan yang ada sekarang, PPKM Mikro, semua protokol kesehatannya, kecepatan vaksinasi itu dijaga,” papar dia.

Konsistensi untuk menerapkan keseimbangan dalam penanganan COVID-19, menurut Menkes Budi menjadi sangat penting dilakukan agar Indonesia tidak mencontoh India, di mana kasus COVID-19 naik secara drastis dari 5.000 kasus per hari menjadi 300.000 kasus setiap hari.

“Jadi, karena merasa jumlah kasusnya sudah turun karena vaksinasi di India itu tinggi sekali, mereka menjadi lengah, menjadi lalai, menjadi tidak waspada. Oleh karena itu, kami sampaikan bahwa teman-teman harus waspada,” pungkasnya. (MDS)

Bagikan Dengan Sekali Klik: