KBRN, Madiun:  Pemerintah Kota Madiun melakukan langkah antisipasi dalam mudik Labaran tahun ini dengan melakukan penyekatan pemudik yang datang ke Madiun.

“Hari raya ini harus aman. Jadi di Madiun Kota ada tiga titik penyekatan untuk pemudik dan itu sudah kita siapkan semuanya. Termasuk sarana dan personelnya sudah siap. Pesannya, jangan mudik dulu, nanti kalau pulang malah bahaya. Kita harus hormati apa yang sudah menjadi kebijakan pemerintah,” kata 

Walikota, Maidi  usai Apel Kesiapan Pengalaman Larangan Mudik di Mapolresta Madiun, Senin (26/4/2021).

Walikota Maidi menyatakan dukungannya terhadap pengamanan yang dilakukan personel gabungan forkopimda dan perguruan pencak silat.

Ia berpesan kepada warga kota yang berada di perantauan untuk tidak mudik tahun ini. Lebih baik ditunda karena situasinya tidak memungkinkan. 

Ia berharap masyarakat semakin sadar, karena kebijakan larangan mudik diberlakukan untuk mengantisipasi penyebaran covid-19.

Sedangkan Komandan Korem 081/DSJ Madiun, Kolonel Inf. Waris Ari Nugroho menyatakan kesiapannya mendukung dan membantu pengamanan kegiatan pengamanan larangan mudik Idul Fitri 1442 Hijriyah tahun 2021. Ia berharap larangan mudik yang diberlakukan sejak 22 April hingga 24 Mei nanti benar-benar bisa ditaati masyarakat.

“Mudah-mudahan program yang dilaksanakan ini bisa menekan perkembangan covid-19. Pengalaman evaluasi tahun lalu, setiap selesai liburan terjadi lonjakan kasus. Sehingga langkah ini sangat tepat dilakukan oleh pemerintah dan seluruh satuan sampai ke tingkat daerah untuk menindaklanjuti ini,” terangnya.

Ditanya soal personel TNI yang dilibatkan, menyesuaikan dengan ploting hasil koordinasi dengan Pemda dan kepolisian. Menurut danrem, sementara ini pengamanan masih menggunakan satuan teritorial, yakni di tingkat kodim. Jika kurang, pihaknya siap melibatkan pasukan Badak Hitam dari Batalyon 511/DBY. (imr)

Bagikan Dengan Sekali Klik: