KBRN, Agam: Dampak lonjakan kasus terkonfirmasi baru Covid-19 di Kabupaten Agam yang dalam dua pekan terakhir sudah memperlihatkan gejala mengkhawatirkan, bahkan sudah muncul klaster-klaster baru yang berdampak luas di seluruh kecamatan.

Informasinya, klaster baru tersebut didominasi beberapa kelompok kasus di sejumlah sekolah, menyusul munculnya kasus terkonfirmasi di MAN Pulai Lubukbasung, SMAN 2 Lubukbasung, SMAN 1 Lubukbasung, SMPN 2 Lubukbasung, Institur Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Baso, dan beberapa sekolah lain.

Menyikapi kondisi itu, Bupati Agam Andri Warman menginstruksikan penghentian sementara kegiatan proses belajar belajar (PBM) tatap muka, yang sudah diberlakukan di Kabupaten Agam sejak akhir tahun lalu.

“Instruksi ini merupakan kesimpulan dari hasil rapat koordinasi gabungan dari seluruh unsur Forkopimda Agam, para Kepala Organisasi Perangkat daerah (OPD) dan stake holder terkait dalam penanganan pandemi Covid-19 di Kabupaten AGAM di aula utama Kantor Bupati, Jumat,(23/4/2021) kemaren,” ujarnya, Sabtu (24/4/2021).

Menurut Andri Warman, dari informasi yang diperoleh, masih mencuat pro-kontra terkait dengan sikap tegas dalam penerapan sangsi terhadap pelanggar Peraturan daerah (Perda) Provinsi Sumatera Barat nomor 06 tahun 2020 Adaptasi Kebiasaan Baru Dalam Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019, serta masalah minimnya alokasi anggaran untuk operasi lapangan.

Sementara itu, Kabag Protokol-Komunikasi Pimpinan Sekda Kabupaten Agam Khasman Zaini, menyebutkan, khusus keputusan tentang penghentian sementara kegiatan PBM Tatap Muka untuk seluruh jenjang pendidikan di Kabupaten Agam, terutama SD dan SMP, sudah menjadi keputusan bulat yang disetujui Bupati Agam..

“Selain penghentian kegiatan PBM Tatap Muka, beberapa keputusan penting juga disepakati bersama jajaran Forkopimda Agam bersama kepala OPD dan stake holder terkait, terutama untuk memaksimalkan sosialisasi penerapan protokol kesehatan ditengah masyarakat, yang diberlakukan mulai dari tingkat nagari, kecamatan sampai ke tingkat Kabupaten Agam,” sebutnya.

Sementara, lonjakan kasus terkonfirmasi baru Covid-19 di Kabupaten Agam dalam dua pekan terakhir sambung Khasman Zaini, diduga dipicu makin kendornya disiplin masyarakat dalam menjalankan protokol kesehatan, dibuktikan sejak awal Ramadhan, kegiatan warga semakin ramai, baik pasa pabukoan, kegiatan ibadah di masjid yang minim pengawasan protokol kesehatan, termasuk mengendornya disiplin pihak sekolah dalam mengawasi warga sekolah dalam penerapan protokol kesehatan khusus banyak murid SD dan siswa yang tidak lagi memakai masker di lingkungan sekolah. (Foto : Humas Agam)

Bagikan Dengan Sekali Klik: