KBRN, Jakarta: Kepala Pusat Penerangan TNI Mayor Jenderal Achmad Riad mengatakan kapal selam bantuan, MV Swift Rescue milik Angkatan Laut Singapura diperkirakan akan tiba pada Jumat (23/4/2021) sore.

“Ada MV Swift, harapan kita mudah-mudahan sore atau malam tiba,” kata Riad dalam konferensi pers, Jumat (23/4/2021).

MV Swift Rescue adalah kapal selam pendukung dan penyelamat (SSRV) yang dioperasikan oleh Angkatan Laut Republik Singapura (RSN). Dibangun oleh ST Marine, anak perusahaan dari Singapore Technologies Engineering dan saat ini diawaki oleh Swire Pacific Offshore Operations Pte Ltd, unit kelautan Swire Group. 

RSN memberikan kontrak desain, pembangunan, kepemilikan, dan pengoperasian senilai $ 400 juta kepada ST Marine, melalui skema Public Private Partnership selama 20 tahun untuk layanan pemeliharaan dan pemeliharaan kapal dan kapal selam yang komprehensif, pada bulan Januari 2007. 

Kapal ini dilengkapi dengan kemampuan Submarine Escape and Rescue (SMER). Inilah kapal pertama milik kawasan Asia yang memiliki kemampuan Submarine Escape and Rescue (SER). 

Kapal ini dilengkapi dengan kendaraan penyelamat deep-submergence, Deep Search and Rescue Six (DSAR 6), yang memungkinkan pemindahan personel secara cepat dan efektif dari kapal selam dalam kesulitan. Diperlukan waktu sekitar 15 menit, setelah tiba di tempat kejadian, bagi Swift Rescue untuk meluncurkan DSAR 6.

Sementara, bantuan dari negara lain juga akan segera tiba untuk membantu proses pencarian KRI Nanggala-402.

“Kemudian mega bakti (Malaysia, red) dalam perjalanan, kemudian ada dari ballarat dari Austalia, kemudian HMAS sirius dari Australia, dan satu kapal dari India dan kita harapkan pesawat poseidon bisa segera merapat,” pungkasnya.

Bagikan Dengan Sekali Klik: