KBRN, Jakarta: Beredar di media sosial Facebook, informasi dengan narasi bahwa semua hewan yang digunakan pada uji coba vaksin corona mati dalam beberapa bulan.

Berdasarkan hasil penelusuran, dilansir dari laman kominfo.go.id, Rabu (21/4/2021), lembaga pengecekan fakta fullfact.org mengungkap unggahan itu berasal dari penelitian yang berkaitan dengan sindrom pernapasan akut pada tahun 2012. 

Studi tersebut tidak berfokus pada Corona dan menggunakan teknologi yang berbeda dengan vaksinasi Covid-19. Situs tersebut menegaskan, dalam laporan itu, semua hewan memang disuntik mati. Akan tetapi, informasi ini tidak ditulis dalam unggahan Facebook.

Kepada Fullfact, Kepala Kebijakan dan Media Understanding Animal Research Inggris, Chris Magee, mengatakan vaksin corona telah diujicobakan kepada hewan. Akan tetapi, hingga kini belum ada data hewan tersebut mati mendadak. Ia menegaskan, jika ada laporan kematian terhadap hewan tersebut, uji coba vaksin pada manusia otomatis akan dihentikan.

KESIMPULAN

Narasi yang menyebutkan bahwa semua hewan yang digunakan pada uji coba vaksin corona mati dalam beberapa bulan, adalah tidak benar. Faktanya, situs fullfact.org telah menegaskan bahwa pemberitaan terebut sama sekali bukan terkait vaksin Covid-19 dan hal tersebut juga diklasifikasikan hoaks oleh Kementerian Kominfo RI.

Kategori Informasi: Disinformasi

Kategori Hoaks: Konten/ Informasi  Sesat (Misleading Content)

Bagikan Dengan Sekali Klik: