KBRN, Jakarta: Pasca-bencana badai siklon Seroja di Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 5 April 2021 lalu, terbentuk sebuah danau yang lokasinya berada di RT 14 Kelurahan Sikumana, tepatnya setelah SMP Negeri 12 Kupang.

Keberadaan danau ini mendapat perhatian Kepala Stasiun Geofisika Kupang yang bersama tim mengunjungi lokasi danau tersebut.

Setiba di lokasi, tim langsung ke lokasi mata air yang muncul, debit air yang cukup deras keluar dari beberapa mata air.

Secara tidak sengaja tim Stageof Kupang berkesempatan bertemu dengan Komandan Korem 161/Wirasakti Brigjen Legowo Jatmiko yang saat itu juga sedang meninjau lokasi terbentuknya danau baru tersebut. 

Dikutip dari akun Instagramnya yang dilihat RRI.co.id, Rabu (21/4/2021), Kasgeof Kupang, Margiono, S.Si pun ditanyai tentang fenomena alam tersebut, bagaimana bisa terjadi dan kria-kira akan bertahan berapa lama. Margiono pun menjelaskan bahwa sebelum terjadi badai siklon Seroja curah hujan yang cukup tinggi terjadi di Kota Kupang, menyebabkan sumber-sumber air tanah pun meluap.

Sedangkan pemilik lahan Melkianus Asanab menjelaskan bahwa setiap tahun di kala musim hujan muncul 7 mata air di daerah sekitar lahannya, tetapi tahun ini muncul 11 mata air baru sehingga total ada 18 titik mata air yang terbentuk. 

Kondisi ini menurut Melkianus tidak akan terjadi lama, bisanya bulan Juni air sudah kering dan mereka bisa kembali bercocok tanama di lahan mereka. 

Ia senang dengan kondisi ini sekaligus sedih karena lahan persawahan miliknya tenggelam. 

Melkianus mengharapkan saluran air yang telah dibuat puluhan tahun yang lalu bisa diperbaiki sehingga aliran air yang ada bisa dialirkan ke tempat lain juga dan tidak memenuhi areal persawahan milik masyarakat sekitar.

Turut hadir juga beberapa staf dari Balai Wilayah Sungai Provinsi NTT yang tampak melakukan pengukuran di aliran sungai yang terbentuk.

Danrem 161/Wirasakti meminta kepada pemerintah khususnya Balai Wilayah Sunga Provinsi NTT untuk bisa memfasilitasi. (foto: Stageof Kupang)

Bagikan Dengan Sekali Klik: