Terlepas dari bulan Ramadan atau tidak, kehigienisan dan keamanan pangan merupakan hal terpenting dalam kehidupan kita, Teman Setia. Kalau kita bersikap acuh, tentunya dapat mendatangkan bencana! Masih banyak kasus atas ketidakhigienisan suatu makan yang menyebabkan keracunan atau pun kesehatan lainnya. Maka dari itu diperlukan kesadaran masyarakat akan keamanan pangan dan kehalalan pangan maupun makanan yang akan dikonsumsi. Maka dari itu, kali ini DJ Gita ditemani oleh ibu Siti Zubaidah, S.Si Apt dari Dinas Pangan Kota Salatiga dalam membahas masalah keamanan pangan.

Apa Teman Setia tau kalau pangan dan makanan memiliki arti yang berbeda?

Menurut Undang-Undang, pangan merupakan suatu sumber hayati, baik dari produk pertanian, perkebunan, perikanan, atau peternakan yang diolah maupun tidak diolah yang diperuntukkan sebagai makanan atau minuman untuk dikonsumsi manusia. Sedangkan makanan merupakan pangan yang sudah diolah menjadi makanan.

Pangan sendiri di bagi menjadi 3 kategori:

a. PSAT (Pangan Segar Asal Tumbuhan), meliputi sayuran, buah-buahan, jamur, dll;.
b. PSAH (Pangan Segar Asal Hewan), meliputi susu, daging, telur, madu murni, dll
c. Pangan olahan, meliputi makanan atau minuman kemasan (snack, minuman ringan) dan siap saji (kentang goreng, nugget)

4 Sehat 5 Sempurna. Cr: LIPI

Lalu apa sih tujuan keamanan pangan itu? Tentunya untuk menjaga suatu pangan supaya dapat diterima oleh masyarakat dalam keadaan aman dari berbagai bahaya, bermutu, dan berkhasiat. Lantas bahaya apa saja yang dapat mempengaruhi keamanan pangan itu sendiri?

a. Bahaya Kimia
Kontaminasi pangan atau makanan yang berasal dari bahan-bahan kimia yang berbahaya. Bahaya kimia ini sendiri memiliki efek jangka panjang ketika kita mengkonsumsinya, Teman Setia. Setelah beberapa tahun, ketika tubuh sudah kesulitan untuk memecah zat-zat tertentu barulah kita merasakanya. Biasanya bahaya ini terjadi karena penyalahgunaan pengawet ataupun pewarna.

b. Bahaya Mikrobiologi
Kontaminasi pangan atau makanan yang berasal dari bahan baku, pengolahan, maupun tempat (wadah atau tempat berjualan). Nah biasanya ibu-ibu yang cerewet kalau anaknya jajan sembarangan nih, karena biasanya kehigienisan penjual dalam menjajakan makanannya dapat berefek langsung ke tubuh. Diare, mual, muntah, atau rasa pusing merupakan efek dari ketidakhigienisan dalam pengolahan pangan.

c. Bahaya fisik
Kontaminasi bahan pangan atau makanan dari benda-benda asing seperti isi staples dan rambut. Pastinya hal ini sering terjadi pada Teman Setia, bukan? Terkadang hewan seperti cicak pun juga ada dalam list benda asing dalam makanan. Jadi, Teman Setia perlu berhati-hati ketika hendak mengkonsumsi makanan. Entah itu ketika melepas isi staples, mengenakan topi supaya rambut tidak jatuh ketika memasak, atau menjaga kebersihan bahan olahan.

Untuk itu Teman Setia perlu mengetaui 5 kunci dalam keamanan pangan, antara lain:

a. Menjaga kebersihan
b. Pisahkan pangan yang matang dari pangan mentah
c. Memasak dengan benar
d. Simpan pangan dalam suhu aman
e. Gunakan air dan bahan baku yang aman

Jangan lupa! Cr: istanaumkm.pom.go.id

Untuk produk olahan, obat-obatan, dan kosmetik, Teman Setia dapat mengecek info barang dengan metode Cek KLIK yang merupakan akronim dari;

K – emasan, diharapkan dalam kondisi baik
L – abel, baca semua info pada label produk DAN NETO
I – zin edar, cek nomor izin edar apakah terdaftar di BPOM
K – edaluwarsa, cek tanggal Expiration Date atau kedaluarsa sebelum membeli

Teman Setia bisa mencari tau izin edar melalui website Cek Produk BPOM atau mendownload aplikasi Cek BPOM di Play Store. Untuk lebih lanjutnya, Teman Setia bisa menonton ulang Dialog Interaktif kali ini di sini.

Bagikan Dengan Sekali Klik: