Selain pemilihan bibit dan sanitasi perlengkapan dan kandang, pemilihan pangan untuk hewan tentunya menjadi esensial untuk kesehatan hewan juga. Pengaruh pakan sendiri dapat dilihat dari kualitas dan kuantitas produksinya, Teman Setia. Pakan yang baik harus mengandung nutrisi yang diperlukan oleh hewan dengan jumlah yang seimbang. Bersama dengan Bapak Rahma Dhani Dwi Prasetya selaku staff bidang peteranakan dan kesehatan hewan, Dj Randu akan membahas seputar pakan untuk hewan yang wajib diketahui untuk Teman Setia yang memiliki binatang ternak.

PENTINGNYA PAKAN DALAM PRODUKSI PETERNAKAN

Bila dilihat-lihat, kebutuhan pangan lebih mendominasi terhadap keperluan lainnya bukan? Hal ini dapat dibuktikan melalui produksi peternakan itu sendiri. Sebanyak 30% ditentukan oleh faktor genetik dan 70% ditentukan dari lingkungan (sanitasi, pakan, perkandangan, kesehatan). Namun dari 70% tersebut persentase pakan sendiri sebesar 60% untuk dapat menghasilkan produksi seperti susu, telur, daging, kulit, dan lain-lain.

Pakan sendiri digolongkan berdasarkan sumbernya, yakni nabati dan hewani. Berdasarkan sumbernya itu nantinya akan dibentuk seperti butiran atau biji, tepung, atau cair yang dikenal dengan pakan ransum.

Mesh – merupakan ransum berbentuk tepung,
Pellet – ransum yang berbentuk silinder, biasanya diberikan untuk ternak yang sudah dewasa,
Crumble – ransum berbentuk butiran kecil dari hasil pecahan pellet.

via: banggairaya.id

CAMPURAN UNTUK PAKAN HEWAN

Dari ketiga bentuk pakan tersebut masih bisa dimaksimalkan lagi dengan mencampurkan beberapa bahan untuk meningkatkan performa, kesehatan dan produksi hewan ternak. Teman Setia dapat membuatnya sendiri atau membeli pakan instan yang banyak dijual. Namun perlu Teman Setia ketahui dulu campuran pakan untuk memaksimalkan produksi hewan ternak.

1. Konsentrat: pakan penguat yang mengandung serat rendah, bisa merupakan sumber energi atau sumber protein.
2. Probiotik: bakteri baik yang bertujuan untuk membantu proses pencernaan.
3. Prebiotik: merupakan makanan bakteri attau zat yang tidak dapat dicerna namun dapat meningkatkan performa ternak.
4. Sinbiotik: gabungan antara probiotik dan prebiotik.
5. Feed additive: zat tambahan yang diberikan dalam jumlah sedikit untuk meningkatkan performa ternak. Feed additive tidak dapat menggantikan sumber utama zat gizi pakan.
6. Suplement: makanan tambahan yang berfungsi untuk meningkatkan nutrisi.

Teman Setia yang ingin membeli pakan instan perli memperhatikan kemasan pada merek, komposisi nutrisi pada label, dan melihat tanggal kadaluarsanya. Untuk penyimpanannya pun tidak boleh asal! Teman Setia perlu memperhatikan jenis pakan tersebut harus disimpan dengan kondisi seperti apa.

PERBEDAAN PAKAN ANTARA HEWAN

Seperti yang kita tahu, hewan dibedakan menjadi herbivora, karnivora, dan omnivora. Tentunya kita harus menyesuaikan pakan terhadap jenis hewan yang kita miliki. Contohnya saja pada kasus sapi gila akibat pakannya dicampur dengan tepung daging. Dikutip dari disnakkeswan.jatengprov.go.id, hal ini menjadi praktik kanibalisme dan menyebabkan penyakit menular pada manusia.  

Selain itu, Teman Setia perlu mengerti sistem pencernaan hewan. Ada yang monogastric (1 lambung) seperti unggas dan ruminansia atau lambung ganda (4 lambung) seperti sapi, kambing, dan domba. Karena hewan dengan lambung ganda memiliki sistem pencernaan lebih kompleks tentunya tidak masalah bila diberi pakan dengan serat tinggi, berbanding terbalik dengan hewan yang memiliki sistem pencernaan yang sederhana akan mengalami gangguan pencernaan.

 

About Post Author

Bagikan Dengan Sekali Klik: