Kolam budidaya ikan lele. Credit: bptpb.jogjaprov.go.id

Membudidaya ikan lele setidaknya masih digandrungi oleh beberapa orang sebagai sumber pendapatan. Selain itu melakukan kegiatan ternak lele bisa dikatakan mudah Teman Setia, meski begitu kita juga perlu telaten dalam merawatnya. Pilihan jenis lele pun juga bervariasi sehingga memudahkann kita ingin membudidayakan jenis yang mana. Namun bagi yang sudah berpengalaman, ikan lele sangkuriang memiliki kualitas lebih bagus ketimbang lele dumbo atau phyton meski lele jenis ini tidak kuat dengan perubahan pH air. Meski begitu lele sangkuriang menjadi primadona untuk di budayakan Tema Setia.

Kali ini ibu Yeniarsih Dwiastuti dari Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Salatiga bersama DJ Randu akan membahas bagaimana cara merawat ikan lele sangkuriang dengan melakukan biosecurity. Apa sebenarnya itu biosecurity adalah tindakan untuk mengurangi resiko masuknya penyakit dan penyebarannya dari suatu tempat ke tempat yang lain atau sebagai tindakan untuk mengeluakan pathogen tertentu dari kultivan yang dibudidayakan untuk mencegah penyakit Teman Setia. Tujuan tindakan ini tidak lain untuk memperkecil resiko hewan yang dibudidayakan terserang penyakit, mendeteksi secara dini adanya wabah penyakit, menekan kerugian yang besar bila terjadi wabah penyakit, efisiensi pada waktu, pakan, dan tenaga, hingga kualitas hewan yang dibudidayakan lebih terjamin.

Penting sekali bukan melakukan biosecurity Teman Setia? Lalu untuk penerapan biosecurity ini tergantung dengan jenis ikan dan tempat budidayanya yang dibagi menjadi dua upaya, yaitu sebagai pencegahan dan Pengobatan.

Upaya Pencegahan

Untuk upaya pencegahan biasanya dilakukan dengan melakukan sinitasi:

  • Sinitasi Kolam

Sinitasi kolam dikalukan dengan melakukan pengeringan, penjemuran, dan pengapuran dengan kapur tohor atau kapur pertanian sebanyak 50-100 gram/m2 yang ditebar secara merata di permukaan tanah dasar kolam dan sekeliling kolam. Teman Setia juga bisa menggunakan bahan seperti methyline blue dengan dosis 20 ppm dan dibiarkan selama 2 jam, baru kemudian dimasukan air baru dan ikan.

  • Sinitasi Perlengkapan dan Peralatan

Teman Setia perlu merendam peralatan dalam larutan PK atau larutan kaporit selama 20-60 menit.

  • Sinitasi Ikan Tebaran

Ketika ingin menebarkan bibit ikan lele sangkuriang, Teman Setia perlu memeriksanya supaya dapat melihat apakah ada gejala kelainan atau apakah sakit sehingga bisa dikarantina terlebih dahulu sebelum ditebar. Teman Setia dapat merendam benih dalam larutan methyline blue berdosis 20 ppm selama 10-15 menit. Bila ingin menggunakan bahan obat alamiah, Teman Setia dapat menggunakan ekstrak cairan sambiloto berdosis 25 ppm, esktrak cairan rimpang kunyit berdosisi 15 ppm, atau cairan ekstrak daun dewa berdosis 25 ppm dengan lama perendaman 30-60 menit.

  • Menjaga Lingkungan Tempat Pembesaran

Teman Setia diharuskan untuk mengganti air yang baru dan segar setelah melalui sistem filtrasi dan sampah sebisa mungkin jangan masuk ke dalam kolam.

Upaya Pengobatan

Upaya ini dilakukan dengan menentukan cara pengobatan, jenis obat, dan dosisnya setelah mengetahui gejala-gejala umum dan faktor penyebabnya. Ada beberapa cara untuk pengobatannya:

  • Pencelupan

Perlu kehati-hatian dalam melakukan pengobatan dengan cara ini Teman Setia. Bila kondisi ikan terlalu lemah, obat yang dipakai bisa menjadi racun hingga menyebabkan ikan mati. Cara melakukannya adalah dengan mencelupkan ikan lele dengan seok/jaring ikan ke dalam larutan obat yang sudah di persiapkan selama 330-60 detik kemudian memindahkannya ke tempat penampungan sembari diberi aerasi dengan air mengalir.

  • Perendaman

Untuk melakukan cara ini digunakan obat-obatan dengan konsentrasi yang relatif rendah. Waktu yang digunakan cukup lama sampai 24 jam atau seharian yang dilakukan 3-5 kali dalam 3-5 hari berturut-turut.

  • Usapan/Olesan

Caranya dengan mengoleskan obat pada bagian yang terluka dan dipindahkan ke dalam air yang mengalir supaya obat yang beracun dapat tercuci.

  • Pemberian Obat Melalui Pakan

Biasanya cara ini digunakan ketika bagian yang terinfeksi di bagian dalam. Untuk dosisinya sendiri sesuai dengan apa yang dianjurkan. Pakan yang sudah dicampur obat diberikan kepada lele yang sakit sebanyak 2-3% biomassa 3 kali sehari.

Penyakit yang menyerang ikan lele sangkuriang

Credit: gdmorganic

Zooparasite

  • Cyclochaeta (Tricodina sp)

Tricodina sp berkembang biak dengan cara membelah diri. Pada bagian jamur ini terdapat mulut yang dilingkari suatu alat dari zat kitin yang berjumlah 20-30 buat sebagai alat untuk menempel pada tubuh, sebagai insang, dan alat penghisap. Daerah yang terinfeksi menjadi berwarna pucat, mengeluarkan lendir dan pendarahan, menurunnya ketahanan tubuh dan berat badan, dan iritasi kulit. Pencegahannya dilakukan dengan cara melakukan didesinnfektan sebelum menebarkan benih ikan, menjaga populasi ikan lele seoptimal mungkin, serta ketersediaan pakan dalam jumlah dan mutu yang cukup.

  • Bintik Putih (White Spot)

Pada tubuh lele terlihat seperti bintik-bintik putih yang menyerang secara berkelompok pada lapisan kulit, sirip, hingga lapisan insang.disertai dengan keluarnya lendir, bertubuh pucat, perkembangan lambat, terjadi iritasi, dan sering menggosokkan tubuhnya pada tepi kolam. Bila tidak cepat dalam menangani infeksi ini, lele biasanya akan melompa ke atas permukaan air, nafsu makan berkurang, gerakan menjadi lambat, dan tidak responsif terhadap rangsangan. Sayangnya pengobatan pada bintik putih ini sulit Teman Setia, dikarenakan terlindungi oleh lendir sehingga obat tidak dapat meresap secara optimal.

Fitoparasit

Fitoparasit merupakan parasit dalam dunia tanaman berjenis jamur yang berupa benang-benang halus berwarna putih yang berbahaya karena dapat menembus kulit dalam, jaringan otot hingga ke tulang. Sasarannya tidak hanya pada benih ikan atau ikan dewasa namun juga pada telurnya. Bila tidak segera ditangani dapat menyebabkan kematian. Biasanya parasit ini terbentuk karena banyaknya bahan-bahan organik (tanaman air) yang sedang mengalami pembusukan. Teman Setia dapat melakukan cara penyembuhan seperti:

  • Menghindari penanganan luka pada tubuh ikan saat panen atau pasca panen.
  • Memberikan obat antibiotik dengan dosis rendah (0,5-1 ppm) pada media pengangkutan maupun penampungan ikan.
  • Merendam telur lele sangkuriang dalam antibiotik sebelum memasukkan ke dalam tempat penetasan telur.
  • Memberikan antibiotik dalam tempat penetasan telur dengan dosis rendah.

Teman Setia dapat bertanya tentang perikanan dengan menghubungi Bidang penyuluhan Perikanan Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Salatiga yang beralamat di Pos Penyuluhan Perikanan Kawasan Budidaya Perikanan Pulutan

Bagikan Dengan Sekali Klik: