Fenomena La Nina pada akhir tahun ini perlu diperhatikan Teman Setia, terlebih puncak La Nina sendiri adalah bulan Desember. BMKG sendiri menyatakan bahwa kenaikan curah hujan menjadi 40% dan Bapak Ganjar pun memperingati masyarakat akan hal ini dikarenakan Jawa Tengah merupakan wilayah yang rawan bencana. Pada kali ini DJ Gita bersama narasumber Ibu Ida Nurul Farida dari anggota Komisi E serta Ibu Dyah Kartika dari anggota Komisi B dalam membahas bencana alam yang biasa muncul pada akhri tahun dan penanggulangannya.

DPDR pun memiliki program-program untuk menangani bencana alam yang tentunya berdasarkan Undang-Undang no 23 Tahun 2014 tentang Pembangunan dan Penanggulangan Bencana. Salah satunya seperti Desa Tangguh Bencana yang dilaksanakan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah dalam memberi edukasi dan pelatihan terhadap bencana alam bagi seluruh masyarakat lembaga lainnya. Karena tentu saja dalam penanggulangan bencana ini seluruh lapisan masyarakat dan lembaga harus berkerja sama dan saling bertanggung jawab untuk kepentingan bersama.

Mendapatkan pelatihan dan edukasi tentunya tidak cukup, Teman Setia dalam menghadapi bencana alam terlebih pada pergantian musim ini. Semua bencana alam tidak hanya berdasarkan faktor alam saja Teman Setia, namun juga berdasarkan faktor mausia. Maka dari itu kita perlu mempersiapkan diri terlebih dalam masa pandemi seperti ini, baik secara jasmani maupun psikis. Contohnya saja seperti bencana banjir, penumpukan sampah, membuang sampah sembarangan, hingga pembangunan liar di sepanjang sungai dapat menyebabkan bencana yang kerap kali kita jumpai di setiap daerah tempat yang sulit dikendalikan dalam melestarikan lingkungan.

Apa Teman Setia tau bahwa selama pandemi ini limbah plastik menjadi permasalahan paling gawat? Maka dari itu, kita perlu sadar akan mencintai lingkungan sekitar. Meski kita tidak bisa melakukan kegiatan kerja bakti, kita bisa melakukan hal sederhana seperti pendaurulangan, pengelolaan sampah dengan memisahkan jenis-jenisnya, atau mengurangi penggunaan plastik dengan menggunakan bahan plastik ramah lingkungan. Selain dari kegiatan tersebut, kita memiliki alat yang bernama Early Warning System atau Peringatan Dini yang dipasang di wilayah-wilayah rawan bencana dan efektif dalam mendeteksi bencana serta bisa kita akses lewat situs BNPD.

Penasaran kan pembasahan lebih lanjut tentang penanggulangan bencana dengan anggota DPRD? Teman Setia bisa mendengar dan menonton ulang POSCASS via Facebook di sini.

Bagikan Dengan Sekali Klik: