Apa itu Demam Berdarah Dengue

Demam Berdaran Dengue (DBD) adalah penyakit menular dari gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus yang merupakan penyakit umum ketika memasuki musim pancaroba. Sayangnya penyakit ini dapat menyebabkan kematian jika kita tidak ditangani dengan intensif, Teman Setia dan siapa pun bisa terkena.

Nah untuk menggali lebih dalam tentang penyakit ini, Dialog Interaktif kali ini DJ Gita ditemani dengan dr. Rinda Yanuarisa selaku dokter umum dari RSIA Hermina Salatiga akan menjelaskan apa sih DBD itu serta apa saja yang harus kita lakukan ketika seseorang terkena DBD.

Tapi sebelum itu kita perlu tau perbedaan DBD dengan Demam Dengue (DD). Meskipun sama-sama disebabkan oleh virus, kedua penyakit ini memiliki perbedaan tingkat keparahan gejala. Penyakit DD adalah versi ringan dari penyakit DBD dimana gejalanya tidak melibatkan pendarahan seperti DBD. Gejala umum DBD seperti sakit kepala yang berat, demam tinggi selama 2-7 hari, nyeri otot atau sendi, mual dan muntah, hingga munculnya ruam.

Teman Setia perlu memperhatikan derajat atau tingkat keparahan:

  1. Derajat I: Demam disertai dengan gejala khas dan perlu uji bendung.
  2. Derajat II: Adanya pendarahan baik internal atau eksternal.
  3. Derajat III: Kelanjutan dari derajat ke II disertai gangguan siklus darah seperti nadi cepat atau lambat, tekanan nadi menurun, sianosis (bibir biru karena kekurangan oksigen), kulit dingin dan lembap, serta raut wajah gelisah.
  4. Derajat IV: Syok berat, nadi pun tak teraba, dan tekanan darah juga tidak terukur.

Melalui derajat keparahan DBD ini, pasien akan mengalami 3 fase:

  • Fase Demam

Pasien akan mengalami demam lebih dari 40o derajat celsius secara tiba-tiba selama 2-7 hari dengan gejala sakit kepala berat, muncul bintik-bintik kemerahan, hingga nyeri sendi dan otot.

Dokter akan memantau jumlah trombosit darah pasien.

  • Fase Kritis

Fase ini bisa dibilang mengecoh pasien karena suhu tubuh menurun menjadi normal (37o celsius). Meski begitu dokter masih memantau kesehatan pasien karena pemberhentian pengobatan DBD pada fase ini dapat menyebabkan kematian.

Pada fase ini selain mengalami demam berkepanjangan dari hari ke-3 hingga ke-7, pasien akan mengalami resiko pendarahan baik internal maupun eksternal di mana gejalanya dapat terlihat jelas. Selain itu cairan tubuh pasien tidak boleh kekurangan atau kelebihan. Pada beberapa kasus, pasien dapat mengalami syok dan berujung kematian.

  • Fase Pemulihan

Fase ini akan terjadi 48-72 jam setelah fase kritis. Cairan tubuh yang tadinya turun selama dua fase pertama juga pelan-pelan mulai kembali normal pada 48-72 jam setelahnya. Kadar trombosit pun akan meningkat dengan cepat hingga mencapai angka sekitar 150.000/mikroliter darah, sampai kemudian kembali ke kadar normal.

Lalu apa saja yang perlu Teman Setia perhatikan ketika orang terdekat terkena DBD? Teman Setia sebenarnya dapat melakukan perawatan di rumah dengan memberikan obat demam, obat nyeri dan memperhatikan kadar cairan tubuh. Penderita harus istirahat total dan menghindari dehidrasi. Namun bila sudah mencapai Derajat ke 2 atau Teman Setia agak kesulitan dalam memantau kadar cairan tubuh penderita maupun penderita tidak memiliki nafsu makan hingga lemas, Teman Setia disarankan untuk segera memeriksakannya ke dokter.

Karena penderita atau pasien perlu menjaga kadar cairan, kita bisa memberi alternative minuman seperti minuman isotonik, susu, oralit, dan jus buah – yang biasanya kita berikan adalah jus buah jambu merah karena kandungan trombinol  pada jambu merah dapat meningkatkan  pembentukan kepingan darah merah – dan makanan seperti sayuran, buah-buahan, ataupun makanan berkuah.

Sayangnya, vaksinasi terhadap penyakit DBD ini belum masuk dalam program nasional pemerintah, Teman Setia. Padahal dengan adanya vaksin, selain dapat menangkal penyakit juga bisa menurunkan kadar keparahan DBD jika terjangkit lagi. Bila ingin mendapatkan vaksin Teman Setia dapat membelinya dengan merogoh gocek yang lumayan dalam. Oleh karena itu, Teman Setia perlu melakukan pencegahan seperti mengkonsumsi vitamin atau buah-buahan serta menjaga kebersihan apa lagi nyamuk suka pada daerah gelap dan memiliki genangan air untuk bertelur. Nah untuk lebih lengkapnya Teman Setia bisa menonton PODCASS via Facebook di sini.

Bagikan Dengan Sekali Klik: