Nggak hanya manusia aja nih yang perlu divaksin, hewan pun juga perlu divaksin, Teman Setia. Cr: travelandleisure.com

Siapa sih yang nggak mau hewan peliharaannya selalu sehat dan tidak mudah terjangkit penyakit yang menular? Pasti Teman Setia melakukan apa pun yang terbaik untuk hewan  kesayangan bukan, mulai dari makanannya hingga perawatannya. Tak tanggung-tanggung lho kalau di antara kita rela merogoh kocek dalam supaya si kesayangan kita ini selalu sehat dan bersih. Tapi apakah semua yang kita lakukan cukup? Ternyata kita juga perlu lho memberi vaksin terhadap hewan peliharaan kita. Eits… nggak cuman hewan peliharaan aja lho yang perlu di vaksin, ternyata hewan ternak pun juga.

Kali ini bersama drh. Christina  Susilaningsih, dari Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan, Dinas Pangan dan Pertanian Kota Salatiga akan memberi kita informasi mengenai peran vaksin untuk hewan nih Teman Setia. 

Kenapa sih hewan perlu divaksin? Selain membentuk kekebalan tubuh supaya tidak tertular penyakit, memberi vaksin membuat hewan kesayangan kita hidup lebih lama dan kita pun tidak akan tertular penyakit zoonosis ― sebuah penyakit infeksi yang ditularkan dari hewan ke manusia yang disebabkan oleh mikroorganisme penyebab penyakit (patogen), seperti bakteri, virus, atau parasit. Sehingga kita merasa nyaman dan aman terlebih kita menghemat biaya tak terduga ketika hewan kesayangan kita sakit.

Tapi kita tidak boleh asal memberikan vaksin juga, Teman Setia. Ada waktu yang tepat untuk hewan peliharaan dan hewan ternak untuk mendapatkan vaksin. Untuk hewan ternak, waktu yang tepat adalah berumur 6 bulan dilanjutkan pada umur 8 bulan.  Lalu bagaimana untuk hewan peliharaan? Vaksinasi dilakukan sebanyak 3 kali dengan keterangan vaksin yang didapat:

AnjingKucing
6 Minggu
( Parvo, Distemper, Parainfluenza, Hepatitis )
7 Minggu
( Panleukophenia, Calici, Rhinotracheitis )
9 Minggu
( Parvo, Distemper, Parainfluenza, Hepatitis, Leptospirosis )
10 Minggu
( Panleukophenia, Calici, Rhinotracheitis )
12 Minggu
( Parvo, Distemper, Parainfluenza, Hepatitis, Leptospirosis, Rabies )
14 Minggu
( Rabies )
Ini lho vaksin yang akan didapat oleh si kesayangan.

Selain umur hewan, kita juga perlu memperhatikan kondisi hewan seperti kelincahan, stress, suhu badan, nafsu makan dan minum, sedang tidak bunting dan menyusui, bebas dari kutu dan cacing, tidak ada luka infeksi, tidak dalam masa penyembuhan bahkan tidak dalam masa adaptasi atau melakukan perjalanan jauh.

Di Indoneia sendiri ada 2 jenis vaksin yang digunakan, yaitu vaksin aktif di mana menghasilkan kekebalan sistematik yang cepat namun vaksin bisa menjadi virulen atau patogen yang dapat menyerang hewan, dan vaksin inaktif di mana vaksin ini lebih aman dan mudah diproduksi dan disimpan namun harus ada pengulangan vaksin.

Nah ada yang perlu Teman Setia perhatikan ketika hewan kesayangan sudah divaksin:

  1. Tidak boleh dimandikan selama 1 minggu karena dapat memicu stress yang menyebabkan turunnya daya tahan tubuh dan menghambat pembentukan antibodi.
  2. Kita dapat memberi vitamin selama pasca 10 hari vaksinasi untuk membantu pembentukan kekebalan tubuh secara optimal.

Nah, sekarang Teman Setia sudah tau pentingnya vaksin dan jenis-jenisnya bukan? Kalau Teman Setia masih merasa bingung, kita bisa bertanya ke Dinas Pangan dan Pertanian khususnya Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan di Jalan Menur 27 Salatiga atau telpon ke (0298) 325 572.

Bagikan Dengan Sekali Klik: