Apa definisi dari zoonosis dan apa penyebab dari penyakit ini?

Zoonosis adalah penyakit yang disebabkan oleh hewan yang bisa menular ke manusia dan penyakit berasal dari bakteri, virus, parasite, dan jamur yang berada pada pangan hewan.

Bagaimana cara penularan zoonosis?

Penularan zoonosis ini berawal dari makanan-makanan seperti daging, telur dan susu yang merupakan hasil produk olahan hewan yang memiliki kandungan gizi seperti protein, asam amino dan vitamin. Tingkat kandungan gizi yang tinggi tersebut menyebabkan makanan-makanan hasil produk olahan hewan ini mudah rusak dan menyebabkan perkembangan seperti virus, bakteri dan parasit sangat berkembang dengan cepat yang sangat membahayakan manusia apabila produk tersebut dikonsumsi.

Apa saja jenis-jenis zoonosis yang ada di Indonesia?

Beberapa jenis zoonosis yang ada di Indonesia antara lain: Antrax, Leptospirosis, Brucellosis, Toxoplasmosis, AI (Flu Burung), Salmonelosis, dan E.Coli.

Mengapa sampai bakteri-bakteri tersebut pada makanan kita sehari-hari?

Banyak hasil olahan yang dihasilkan dari hewan ternak ini tercemar oleh cairan reproduksi, contohnya seperti pemerahan susu sapi, tempat dari susu sapi tersebut tidak berada jauh dari anus sapi tersebut sehingga Ketika proses pemerahan susu yang dilakukan secara tradisional atau konvesional dapat membuat susu dengan mudah terkontaminasi dengan susu sapi tersebut.

Apa saja bahaya atau efek yang disebabkan oleh penyakit zoonosis pada manusia?

  1. Salmonelosis, bahaya atau efek yang dirasakan oleh pasien yang mengonsumsi bahan olahan yang terdapat bakteri tersebut yaitu diare akut, dehidrasi dan apabila tidak ditangani akan berakibat fatal.
  2. Toxoplasmosis, bahaya atau efek yang dirasakan pada Wanita hamil yaitu dapat menyebabkan keguguran dan pada pria dapat menyebabkan infertilitas, dan apabila bakteri atau parasite ini terletak pada organ jantung dapat menyebabkan infeksi jantung.
  3. Brucelosis, bahaya atau efek yang dirasakan pada Wanita hamil sama seperti toxoplasmosis, dan juga penderita akan mengalami demam, sakit perut, dan sakit kepala.
  4. Tubercolosis, gejala yang terjadi pada tubuh manusia apabila terinfeksi oleh bakteri ini yaitu seperti gangguan pernafasan, sesak nafas, batuk berdarah dan berdahak.
  5. Taeniasis, apabila parasite ini berada pada tubuh manusia, efek yang dirasakan tidak secara cepat setelah kita mengkonsumsi makanan tersebut namun efeknya akan dirasakan pada beberapa waktu kedepan yang cukup lama setelah kita mengonsumsi makanan tersebut. Efek yang dirasakan ketika kita terinfeksi parasite ini yaitu mual, nafsu makan menurun, diare, sakit perut, ingin mengonsumsi makanan yang asin, penurunan berat badan, dan pusing.
  6. Antrak, gejala yang terjadi pada tubuh manusia apabila terinfeksi oleh bakteri ini yaitu seperti demam, mual, muntah, nafsu makan hilang, diare disertai darah, nyeri tenggorokan, sulit menelan, dan sakit perut.
  7. Leptospirosis, gejala yang terjadi pada tubuh manusia apabila terinfeksi oleh bakteri ini yaitu seperti demam, menggigil, pusing, diare, dan nyeri pada perut.

Bagaimana cara agar kita tidak terinfeksi penyakit zoonosis?

  1. Menjaga kebersihan
  2. Memisahkan panga nasal hewan yang mentah dengan asal hewan yang matang
  3. Masaklah daging dan susu dengan benar
  4. Jagalah pada suhu aman
  5. Gunakan air bersih.

Bagaimana tips untuk memilih hasil olahan hewan yang baik?

  1. Pada pasar modern, untuk melihat produk hasil olahan hewan seperti telur dan daging (nugget, sosis, bakso, dll) kita dapat melihat produk yang memiliki kode NKV (Nomor Kontrol Veteriner), karena produk yang memiliki kode NKV telah memiliki setifikat jaminan keamanan panga nasal hewan.
  2. Pada pasar biasa, kita dapat membeli daging yang disembelih pada RPH (Rumah Potong Hewan) karena daging-daging yang dipasarkan telah memiliki sertifikat NKV

Siapa yang bertanggung jawab atas mutu daging?

Dokter hewan, karena sebelum daging tersebut keluar dari rumah potong sudah diperiksa dan diberi tanda atau stemple baik oleh dokter hewan.

Bagikan Dengan Sekali Klik: