Tanaman alpukat adalah salah satu buah yang sangat populer disemua kalangan usia. Selain rasanya yang sangat enak, buah alpukat juga mengandung berbagai macam vitamin seperti vitamin a, vitsmin e, potasium, kalium, lemak tak jenuh dan zat besi. Kandungan yang sangat beragam inilah membuat alpukat memiliki manfaat yang luar biasa seperti dapat mengurangi resiko penyakit jantung, dapat menurunkan berat badan, dan berbagai macam manfaat lainnya.

Tanaman alpukat dapat bertumbuh secara optimal dengan menggunakan tanah yang gembur, subur dan tidak mudah tergenang oleh air. Beberapa jenis tanaman alpukat yang banyak dibudidayakan oleh masyarakat diantaranya adalah :

  • Alpukat Mentega
  • Alpukat Wina
  • Alpukat Pluwang

Dalam membudidayakan tanaman alpukat ini ada beberapa hal yang harus dilakukan. Langkah pertama dalam membudidayakan tanaman alpukat adalah dengan cara mempersiapkan bibit dengan cara regeneratif atau vegetatif. Dan setelah bibit buah alpukat sudah siap, hal yang dapat dilakukan selanjutnya adalah mempersiapkan lubang tanam. Dalam pembuatan lubang tanam ini dapat dilakukan dengan cara menggali tanah dengan panjang, lebar dan tinggi masing-masing 75cm. Setelah itu, lubang yang sudah dibuat dibiarkan terbuka selama 2 minggu. Pastikan antara tanah bagian bawah dan bagian atas sudah terpisah.

Waktu tanam yang tepat adalah poada awal musim hujan. Langkah menanam adalah sebagai berikut :

  1. Lubang tanam yang telah ditutup digali kembali dengan ukuran wabah bibit.
  2. Bibit dikeluarkan dari polibag dengan memotongnya supaya gumpalan tanah tetap utuh.
  3. Bibit bdan tanah yang masih menggumpal dimasukkan ke dalam lubang setinggi leher, kemudian ditumpuk dan diikat ke tiang.
  4. Setiap bibit harus diberi naungan untuk menghindari sinar matahari langsung, paparan angin atau air hujan.

Pemeliharan yang dilakukan agar tanaman alpukat dapat tumbuh dengan optimal:

  1. Penyiangan.
  2. Penggemburan Tanah.
  3. Penyiraman.
  4. Pemangkasan.

Selain itu pemeliharaan yang perlu dilakukan agar tanaman alpukat dapat tumbuh dengan baik yaitu diperlukan program pemupukan yang baik dan teratur. Mengingat sistem perakaran tanaman alpukat, khususnya akar-akar rambutnya, hanya sedikit dan pertumbuhannya kurang ekstensif maka pupuk harus diberikan agak sering dengan dosis kecil. Jumlah pupuk yang diberikan tergantung pada umur tanaman. Pupuk sebiknya diberikan 2 kali dalam setahun.

Hama yang sering menyerang tanaman apukat serta cara mengatasinya:

  1. Ulat kipat (cara mengatasinya menggunakan insektisida yang mengandung bahan aktif monokrotofos atau sipermetein).
  2. Ulat kupu-kupu gajah (cara mengatasinya menggunakan insektisida yang mengandung bahan aktif monokrotofos atau sipermetein).
  3. Lalat buah dacus (cara mengatasinya dengan umpan minyak citronella/umpan protein malation akan mematikan lalat yang memakannya.

Penyakit yang sering menyerang tanaman alpukat diantaranya:

  1. Antraknosa
  2. Bercak daun atau bercak cokelat
  3. Busuk akar & kanker batang

Ciri-ciri buah alpukat yang siap untuk dipanen adalah buah yang sudah tua namun bellum masak yaitu warna kulit tua tetapi belum menjadi cokelat/merah & tidak mengkilap. Perlu diamati waktu bunga mekar sampai enam bulan kemudian, karena buah alpukat biasanya masak setelah 6-7 bulan.

Cara memanen buah alpukat agar tidak rusak adalah dengan dipetik tangan, sedangkan jika tidak memungkinkan maka menggunakan alat bantu seperti galah. Ketika dipanen buah harus dipetik bersama dengan sedikit tangkainya (3-5 cm) untuk mencegah infeksi.

Di Indonesia periode panen alpukat dapat terjadi setiap bulan. Untuk prakiraan produksi pohon alpukat mencapai 70-80 kg/pohon/tahun. Sebelum dipasarkan, perlu dilakukan beberapa hal agar didapatkan alpukat yang berkualitas

  1. Pencucian
  2. Penyortiran

Cara pemeraman dan penyimpanan buah alpukat diperlukan wajtu sekitas 7 hari setelah dipetik. Bila tenggang waktu tersebut dipercepat, maka buah harus diperam terlebih dahulu sedangkan untuk keperluan ekspor maka tidak diperlukan pemeraman. Cara pemeraman alpukat dapat dilakukan dengan memasukkan ke dalam karung goni denan ujung yang diikat rapat dan simpan dalam suhu ruangan 5 derajat C dalam waktu 30-40  hari.

Bagikan Dengan Sekali Klik: