Etis bermedia sosial, artinya ?

Berkembangnya teknologi membuat kita tidak bisa lepas dari sosial media, maka dari itu jika kita tidak mengedepankan etika maka akan sangat berbahaya dan menimbulkan dampak yang tidak baik. Tidak jauh beda dengan etika secara umum, di dunia maya punya etika dengan karakteristiknya sendiri, seperti bagaimana menyapa dengan baik,dll. Menyikapi hal tersebut kita harus selalu berusaha menggunkan media sosial secara bijak

Masalah apa saja yang timbul di media sosial?

Contoh hal yang berpotensi dapat menimbulkan masalah di media sosial adalah beberapa berita yang bersifat internal malah disebar didunia maya.

Bagaimana peran bermedia sosial pada bidang kulier atau pelaku usaha lainnya ?

Dengan adanya media sosial para pelaku UMKM sangat terbantu dalam mencari customer atau membangun pasar. Hal ini dikarenakan koneksi dari media sosial yang cukup luas dan tidak terbatas. Sebagai bentuk apresiasi hal tersebut, sebagai pelaku usaha harus memberikan pelayanan yang terbaik. Seperti menggunakan gaya komunikasi yang tepat dengan emoticon untuk menunjukkan ekspresi tersenyum ramah. Dengan adanya media sosial juga, jika dimanfaatkan dan dikelola dengan baik, maka bagi pelaku usaha tidak perlu susah – susah melakukan promosi, karna Ketika kita mampu memenuhi kepuasaan tersebut maka promosi akan datang sendiri. Karena sifat media sosial yang sangat luas koneksinya, maka sebagai pengguna media sosial kita juga harus menjadi smart user dan smart customer.

Bagaimana peran bermedia sosial bagi seorang perempuan?

Sebagai seorang perempuan dengan ciri khas yang mudah baper, terkadang hal tersebut dapat menimbulkan masalah yang tidak kita inginkan. Maka dari itu kita harus bisa mengkontrol diri kita masing- masing.

Bagiaman bermedia sosial dalam dunia Pendidikan ? dalam dunia Pendidikan sudah mulai menekankan dan membiasakan para siswa maupaun mahasiswa untuk menghubungi dosen maupun orang lain dengan Bahasa yang santun, seprti mengawali dengan salam mengkahiri dengan ucapan terimaksih dll.

Masyrakat menjadikan medsos sebagai kebutuhan primer ? sebagai pihak terkait harus saling memahami dan juga berhati-hati dengan bahaya kejahatan yang mungkin saja terjadi akibat media sosial. Dengan adanya internet yang luar biasa harus ada filter sebagai proteksi batasan-batasan yang sesuai dengan pengguna.

Sosial media diangap sebagai biang segala masalah. Maka dari itu dalam penggunaanya harus tau proses kendali, memilah mana yang termasuk ranah public dan mana  yang masuk kedalam ranah pribadi.

Ruang lingkup etika bermedia sosial ?

Dari sisi kearifan local, etika bermdia soisal  harus mengedepankan hal-hal yang sudah berlaku dalam dunia nyata seperti unggah-ungguh misalnya. Dari kominfo juga sudah terdapat etika yang ditentukan diantaranya adalah :

  1. kompentensi analisis / berfikir kritis (tidak mudah percaya terhadap modus-modus yang ada seperti berbagai macam bentuk penipuan dll), menganalisis bahasa yang digunakan, dll.
  2. Disiplin verivikasi (mencari referensi untuk mengkonfirmasi agar tidak terjebak)
  3. Evaluasi dari bebrapa peristiwa.
  4. Partisipasi dan kolaborasi (untuk mencegah hal buruk yang terjadi di medsos)

Apa yang dilakukan untuk membangun etika ?

Untuk membangun etika bermedia sosial kita harus menambah pemahaman tentang media sosial. Selain itu hal tersebut dilakukan agar kita dapat mengimbangi dunia perkembangan media sosial seperti sekarang ini.

Bagi pelaku usaha, bagaimana menyikapi perilaku masyarakat terkait bermedia sosial ?

  1. Harus lebih kritis.
  2. Tenang dan menelaah lebih lanjut.
  3. Be smart.

Bagaimana membangunj teknologi dgn nilai-nilai agama ? Pada hakekatnya agama apapun pasti mengajarkan kebaikan. Maka dari itu mengedukasi diri itu perlu. Seperti pendidikan moral (karakter education), tabayyun (cek ricek) mengkonfirmasi benar atau tidak infromasi tersebut, mengendalikan diri dan tetap waspada

MEMBANGUN ETIKA TANPA JEDA-SS
Bagikan Dengan Sekali Klik: