Sumber : https://i.pinimg.com/originals/a8/b7/49/a8b749f5866229426738cf2040ef59ba.jpg

Tradisi Ngunduh Mantu dalam budaya Jawa adalah perayaan pernikahan dimana perayaan tersebut dilakukan oleh keluarga mempelai wanita. Mulai dari siraman seserahan midodareni dan panggih. Dalam kebudayaan jawa banyak upacara-upacara adat yang bisa dilakukan. Bagi kita yang berasal dari suku jawa tentu mengetahui seperti apa prosesi pernikahan adat jawa. Istilah panggih dalam adat Jawa berarti pengantin pria dan wanita dipertemukan secara adat. Busana yang dikenakan pun menyesuaikan adat yang digunakan.

Adat jawa Timur temu manten atau biasa disebut Ngunduh Mantu, merupakan akulturasi budaya antara arab jawa. Upacara adat tersebut merupakan proses pertemuan antara pihak mempelai pengantin laki laki dengan pihak mempelai pengantin perempuan. Sebagian masyarakat adat jawa selalu mengikuti nenek moyangnya yaitu melakukan kebiasaan pingitan sebelum menikah. Karena pingitan itu sendiri untuk menjaga komunikasi dengan yang bukan mahram agar terhindar dari perzinahan.

Serangkai prosesi Temanten atau Ngunduh Mantu dimulai dari nontoni (melihat), nakokno (menanyakan), seserahan (peningsetan) memberikan seserahan seperti jodang, melakukan siraman saat walimatul ‘Arsy. Ada beberapa tradisi yang digunakan seperti loro Pangkon, menyerahkan ayam jago sebagai seserahan, Siraman dan ritual tukar sekar rontek (kembang mayang) yang menjadi ciri khas prosesi temu manten dalam adat Jawa Timur.

Bagikan Dengan Sekali Klik: