Begini Ciri Ciri Mata Minus pada Anak & Orang Dewasa yang Perlu Diperhatikan | Jangan Anggap Sepele!

, 3 menitCiri ciri mata minus pada anak maupun orang dewasa secara umum sama. Namun untuk lebih jelasnya, simak ciri-ciri dan penyebab mata minus selengkapnya di artikel ini, ya!

Mata minus atau disebut juga dengan istilah rabun jauh atau miopi adalah kondisi mata yang tidak dapat melihat jarak jauh dengan jelas.
Cahaya dari luar seharusnya jatuh tepat di retina.
Namun pada mata miopi, cahaya jatuh berada di depan retina mata, sehingga benda yang posisinya jauh akan terlihat buram.
Ciri Ciri Mata Minus Secara Umum
Selain pandangan yang buram atau kabur, terdapat beberapa ciri kalau seseorang mengidap miopi.
Ciri-cirinya antara lain sebagai berikut:

Menyipitkan mata atau menutup sebagian kelopak mata untuk melihat suatu objek dengan jelas.
Mata sering terasa perih dan lelah ketika memandang sesuatu terlalu lama.
Kepala terasa sakit yang diakibatkan oleh mata lelah.
Aktivitas terganggu oleh pandangan yang buram.

Baca Juga:
6 Cara Mengatasi Mata Perih | Dilengkapi Penyebab dan Cara Mencegahnya
Ciri Ciri Mata Minus pada Anak

Secara umum ciri-ciri mata minus pada anak sama dengan orang dewasa.
Tetapi berbeda dengan orang dewasa, anak-anak yang mengalami miopi mungkin terdeteksi agak lama karena mungkin mereka belum dapat menyampaikan keluhan pandangannya.
Mata minus pada anak biasanya baru terdeteksi saat awal memasuki sekolah pertamanya.
Ciri-cirinya adalah sebagai berikut:

Menyipitkan mata saat memandang sesuatu yang jaraknya cukup jauh
Perlu duduk lebih dekat ke televisi atau bagian depan kelas
Mengedipkan mata dengan berlebihan
Sering mengucek atau mengusap mata
Kerap tidak jelas saat melihat keberadaan objek yang letaknya jauh dari pandangan

Penyebab & Hal-Hal yang Dapat Meningkatkan Risiko Mata Minus
Terdapat sejumlah faktor yang berisiko dan dapat membuat seseorang mengalami gangguan refraksi berupa rabun jauh.
1. Faktor Genetik
Rabun jauh merupakan kondisi yang cenderung diturunkan dalam keluarga.
Jika salah satu dari orang tua mengalami rabun jauh, maka kemungkinan besar anaknya akan mengidap hal serupa.
Risiko mengalami rabun jauh semakin besar jika kedua orang tua juga mengalami mata minus.
2. Kebiasaan Membaca dalam Jarak yang Dekat

Kebiasaan membaca jarak dekat dapat meningkatkan risiko mata minus.
Selain itu, orang yang sering membaca, menulis, serta menatap layar komputer juga memiliki risiko besar untuk mengalami rabun jauh.
Pasalnya, sering berada di depan monitor, gawai, televisi, dan lainnya dapat memengaruhi kondisi kesehatan mata.
3. Kondisi Lingkungan
Beberapa penelitian menunjukkan kalau dugaan terlalu banyak menghabiskan waktu di dalam ruangan dan jarang beraktivitas di luar ruangan juga meningkatkan risiko mengalami mata minus.
Cara Mengatasi Mata Minus
Jika kamu mengalami ciri-ciri mata minus dan juga memiliki risiko mengalaminya segera periksakan kondisi mata ke dokter mata.
Dokter spesialis mata akan memberikan beberapa pilihan penanganan mata minus untuk mengatasi kondisi mata.
Berikut beberapa pilihan penanganan mata minus.
1. Kacamata

Kacamata merupakan penanganan yang banyak dipilih para penderita rabun jauh.
Dokter akan membuat resep lensa kacamata yang dibutuhkan.
Resep lensa tersebut dapat digunakan untuk memesan kacamata yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi mata.
Penderita mata minus ringan mungkin hanya perlu mengenakan kacamata sesekali atau saat melakukan aktivitas tertentu.
Ada juga pengidap rabun jauh dengan tingkat menengah hingga berat yang harus menggunakan kacamata sepanjang waktu untuk membantu membuat pandangan lebih jelas.
2. Lensa Kontak
Selain kacamata, mata minus juga dapat menggunakan lensa kontak.
Tak hanya memberikan penglihatan yang jelas, lensa kontak juga lebih nyaman dan bebas digunakan saat beraktivitas dibandingkan kacamata.
Meski demikian, menggunakan dan merawat lensa kontak memerlukan kehatian-hatian daripada kacamata.
Penggunaan lensa kontak dalam jangka panjang juga dapat membuat bola mata iritasi atau bahkan terkena infeksi.
3. Lasik
Prosedur dengan lasik dapat menjadi pilihan penderita rabun jauh dewasa.
Cara kerjanya, sinar laser akan ditembakkan untuk mengoreksi kecembungan kornea mata dengan membuang sedikit jaringan mata.
4. Operasi Refraktif
Pilihan penanganan selanjutnya adalah operasi refraktif.
Cara ini digunakan untuk penderita rabun jauh parah dan kornea matanya terlalu tipis untuk menjalani operasi dengan laser.
Caranya dengan menanam lensa kecil dengan koreksi optikal yang tepat di mata supaya pembiasan cahaya jatuh di retina.
Baca Juga:
13 Cara Mengatasi Depresi Tanpa Obat yang Dapat Dilakukan | Gejala & Penyebab
5. Rutin Periksa Mata

Untuk megetahui apakah mata bertambah atau berkurang minusnya, jangan lupa untuk selalu memeriksakan kondisi mata.
Jika tidak merasakan ciri-ciri mata minus tidak ada salahnya juga untuk memeriksakan kondisi mata.
Pemeriksaan rutin bukan hanya untuk mendeteksi gangguan refraksi, tetapi juga sekaligus mendeteksi kemungkinan terjadinya gangguan mata lainnya.
***
Semoga informasi ini bermanfaat ya!
Simak juga artikel menarik lainnya di Berita Properti 99.co Indonesia.
Sedang mencari rumah masa depan impian?
Kunjungi 99.co/id dan temukan perumahan di Bali, Bandung, Jakarta dan lokasi lainnya.
Posting Begini Ciri Ciri Mata Minus pada Anak & Orang Dewasa yang Perlu Diperhatikan | Jangan Anggap Sepele! ditampilkan lebih awal di 99 Berita Properti., {item content}, , Semoga Bermanfaat Teman Setia, Dapatkan Informasi menarik lainnya di website suarasalatiga.com atau nikmati di program siran kami 99.9 FM Radio Suara Salatiga. Anda juga dapat mendengarkan melalui streaming

Bagikan Dengan Sekali Klik: