Kota Salatiga meraih anugerah Wahana Tata Nugraha (WTN) tanpa catatan. Penghargaan ini diberikan oleh Pemerintah Republik Indonesia kepada kota-kota yang mampu menata transportasi publik dengan baik.

Rabu (18/9) di Ruang asisten dua Setda kota Salatiga Konferensi Pers dipimpin langsung oleh Kabag Humas dan Protokol Setda Kota Salatiga, Kusumo Aji, SH. Yang dihadiri Kepala Dinas Perhubungan (Ka Dishub) dan Kasatlantas Polres Salatiga mengenai WTN dan penerapan Area Traffic Control System (ATCS).

Kepala Dishub Salatiga, M Sidqon Effendi, S.SiT., MT menuturkan penertiban berlalu lintas di Kota Salatiga. Tepatnya di simpang empat Jetis dan perempatan Pasar Rejosari dengan penerapan Area Traffic Control System (ATCS).

Wilayah itu menjadi sasaran penerapan sistem ATCS karena kendaraan dirasa cukup padat. Di samping banyak pelajar yang melewati, jalan tersebut juga merupakan jalan yang dilewati bus jurusan Solo – Semarang.

Rencana Dishub Kota Salatiga akan memasang 21 titik ATCS lagi yang akan bekerja sama dengan Satlantas Polres Salatiga. Dia juga membutuhkan dukungan dari warga Kota Salatiga untuk meningkatkan ketertiban berlalu lintas supaya minim terjadi kecelakaan, karena faktor terjadinya kecelakaan berawal dari pelanggaran. Penerapan ATCS dilakukan mulai Senin (23/9) dan akan ditambah lebih banyak lagi penerapan di tahun 2020.

Kasatlantas Polres Salatiga, AKP Merlin, Juga menyerukan kepada media untuk membantu penginformasian kepada masyarakat umum berkaitan peraturan baru lalu lintas di Kota Salatiga. Dia juga menambahkkan akan menindak tegas pengguna jalan yang parkir sembarangan, terlebih di jalan yang padat kendaraan, seperti di ABC, UKSW dan Jenderal Soedirman. Petugas parkir juga sudah diarahkan untuk meminimalisir kemacetan dengan memarkirkan kendaraan sesuai tempat yang tersedia.

(Arista Rizki)

Bagikan Dengan Sekali Klik: