Sebanyak 34 perusahaan mengikuti kegiatan Pameran Kesempatan Kerja (Job Fair) Kota Salatiga 2019. Kegiatan yang dibuka oleh Walikota Salatiga, Yulianto, SE, MM tersebut menawarkan 4.225 lowongan kerja. Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Dispernaker) Kota Salatiga di Gedung Pertemuan Daerah (GPD) Salatiga pada Selasa-Rabu (17-18/9).

Walikota dalam sambutannya menyebutkan bahwa Pemkot Salatiga terus melakukan langkah strategis untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, upaya untuk meningkatkan kesejahteraan tersebut telah menunjukan keberhasilan yang cukup signifikan. Salah satunya adalah angka kemiskinan yang turun hingga angka 4,84 persen. Capaian tersebut menjadikan Salatiga kota dengan angka kemiskinan terendah kedua se-Provinsi Jawa Tengah.

“Saat ini angka pengangguran di Kota Salatiga masih berada di kisaran 4.500 orang, dengan jumlah pengangguran terdaftar membuat kartu kuning sebanyak 854 orang. Karenanya, saya sangat menyambut baik kegiatan ini, sebagai upaya nyata mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat, sebagaimana fokus RPJMD Kota Salatiga Tahun 2017-2022,” kata Yulianto.

Lebih lanjut, Yulianto mengatakan bahwa Job Fair juga menjadi salah satu perwujudan penerapan sistem rekrutmen tenaga kerja secara kompetitif dan transparan. Melalui job fair, di mana terdapat penyediaan informasi lowongan kerja secara terpusat diharapkan akan memberikan ruang komunikasi dua arah antara pengguna dan pencari kerja, sementara pemerintah bertindak sebagai fasilitator.

Walikota Salatiga menyampaikan terima kasih kepada 34 perusahaan yang telah berpartisipasi dengan menyediakan lebih dari 4.200 lowongan pekerjaan. Walikota berharap agar lowongan tersebut semuanya dapat diisi oleh pencari kerja di Kota Salatiga yang memiliki kompetensi dan kualifikasi yang dibutihkan.

Plt. Kepala Dispernaker Kota Salatiga, Marwoto, SH. dalam laporannya, menjelaskan bahwa dari ke-34 perusahaan tersebut, 13 perusahaan berasal dari Kota Salatiga sedangkan sisanya berasal dari Kab. Semarang, Kota Semarang, Kab. Boyolali, Kab. Sukoharjo dan Kab. Klaten.

“34 perusahaan yang mengikuti kegiatan ini bergerak di bidang garmen, otomotif, kesehatan, manufaktur, makanan, perbankan, kecantikan dan sebagainya,” jelas Marwoto.

Bagikan Dengan Sekali Klik: