Walikota Salatiga, Yulianto, SE, MM mengajak masyarakat bersemangat untuk menjaga keutuhan bangsa berdasarkan Pancasila, karena di dalamnya tercermin kemajemukan masyarakat yang beragam dan didasari rasa toleransi, kebersamaan, dan gotong royong. Hal tersebut disampaikan Yulianto dalam saambutannya pada upacara peringatan detik-detik proklamasi kemerdekaan ke-74 Republik Indonesia yang digelar Pemerintah Kota Salatiga di Lapangan Kurusetra Mako Yonif Mekanis Raider 411/Pandawa Kostrad, Sabtu (17/8).

“Pancasila sebagai dasar Republik adalah harga mati. Tidak bisa ditawar lagi. Kita harus tanamkan sedalam-dalamnya dan mulai usia dini. Terlebih berbagai agama telah diakui dan keberadaannya memang menjadii spirit berasaskan kebudayaan nusantara tentunya,” jelasnya.

Yulianto juga mengingatkan agar masyarakat terus menjaga kedaulatan dan kebersamaan negara Indonesia dengan sepenuh jiwa apalagi dalam menghadapi era milenial yang serba cepat dan memiliki banyak tantangan modernisasi.

Gold generation akan benar-benar tercipta di tahun 2040 nanti, artinya sekitar 20 tahun lagi. Mulai sekarang segala daya upaya, tenaga, jiwa maupun raga kita kerahkan untuk menjaga keutuhan bangsa demi masa depan kita bersama,” ujarnya.

Walikota menambahkan bahwa masyarakat harus menjaga keutuhan bangsa dan negara, jangan sampai melepaskan ikatan kebersamaan tersebut karena jika ikatan tersebut lepas, kesatuan Indonesia akan ambyar.

Upacara peringatan detik-detik proklamasi kemerdekaan ke-74 Republik Indonesia tersebut tida hanya dihadiri Walikota dan Wakil Walikota Salatiga, tetapi juga Sekda Kota Salatiga, Forkopimda, dan Kepala Dinas se-Kota Salatiga.

Petugas pengibar bendera pada kesempatan tersebut adalah Muhammad Fikhar Azqeel Kusuma dari SMAN 1, Rafy Qurniawan Jam dari SMAN 3, dan Hakim Anang Maulana dari SMAN 3. Sedangkan untuk pembawa baki yang menerima bendera dari Inspektur Upacara adalah Graciella Ayu Hendry dari SMAN 1 Salatiga.

Bagikan Dengan Sekali Klik: