Sejak empat tahun yang lalu, Pemkot Salatiga sudah bekerja sama dengan TNI dan Polri melakukan program jambanisasi sehingga Walikota Salatiga, Yulianto, SE, MM optimis ke depan sudah tidak ada lagi masyarakat Kota Salatiga yang buang air besar sembarangan (BABS).

Faktor lain yang mendorong hal tersebut adalah Indeks Pembangunan Kesehatan Masyarakat yang tinggi di Salatiga. “Pemerintah Kota Salatiga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama membangun manusia Kota Salatiga khususnya di bidang kesehatan. Terakhir, Salatiga mendapat peringkat IPKM kelima tingkat nasional, setelah empat peringkat teratas lainnya diraih oleh kabupaten kota di Bali. Di Jawa Tengah hanya Salatiga yang mendapatkan penghargaan tersebut,” papar Walikota, saat menyambut Tim Verifikasi Open Defecation Free (ODF) Provinsi Jawa Tengah untuk Salatiga, di Rumah Dinas Walikota, Selasa (06/08).

Dalam kesempatan tersebut, Yulianto menegaskan bahwa Pemkot Salatiga tetap konsisten pada prioritas pembangunan bidang pendidikan, kesehatan, dan ekonomi kerakyatan. Salah satu yang dilakukan adalah melibatkan masyarakat, PKK, bahkan TNI-POLRI secara aktif dalam membentuk perilaku masyarakat yang sehat dan lingkungan yang asri.

Walikota berharap dengan hadirnya Tim Verifikasi ODF di Salatiga bisa menambah semangat dan energi bagi pemerintah dalam menyelesaikan permasalahan, khususnya permasalahan-permasalahan dalam bidang kesehatan masyarakat.

Yulianto yakin, upaya Open Defecation Free itu bisa merubah perilaku masyarakat untuk tidak BAB sembarangan sehingga ke depan akan menjadikan Kota Salatiga yang disenangi masyarakatnya (lovable city) dan layak untuk ditinggali (livable city).

Kabid Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Wahyu Setyaningsih M.Kes. Epid, selaku Ketua Tim Verifikasi ODF Salatiga Provinsi Jawa Tengah mengatakan bahwa Kota Salatiga akan menjadi Kabupaten/Kota ODF 100% ke-13 yang ada di Jawa Tengah.

Wahyu menambahkan dengan buang air di jamban akan banyak sekali penyakit yang bisa diputuskan mata rantai penularannya, yang salah satu contohnya adalah Hepatitis A. Untuk itu, setelah Salatiga melakukan deklarasi ODF, harus dilanjutkan dengan melaksanakan pilar-pilar lain supaya menjadikan Salatiga sebagai Kota STBM.

Bagikan Dengan Sekali Klik: